USB Host Shield merupakan sebuah board tambahan yang berfungsi untuk komunikasi perangkat antarmuka USB sperti mouse, keyboard, joystick, MIDI, kamera digital, bluetooth dan sebagianya. Untuk jenis USB host shield yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah jenis yang full size, dimana cara penggunaan shield ini langsung tinggal tancap saja mengikuti desain pin pada Arduino. Shield ini bisa digunakan pada jenis Uno, Mega dan Duemilanove yang tidak perlu penambahan kabel untuk menghubungkan ke SPI. Di bawah ini merupakan tampilan dari USB host shield.

Langsung saja berikut yang diperlukan untuk menggunakan USB host shield pada Arduino sebagai berikut :

Alat dan bahan :

  • Arduino Uno R3, BELI
  • USB Host Shield Uno/Mega, BELI
  • Perangkat USB yang digunakan (mouse, keyboard dll)
  • Library USB host shield, download.

Rangkaian :

Koneksi Mouse dan USB Host Shield

Untuk rangkaian USB host shield tinggal ditancapkan pada Arduino Uno seperti gambar di atas dan pastikan tidak terlalu renggang agar dapat terbaca. Disini saya menggunakan mouse untuk mengetahui posisi mousnya.

Penggunaan :

  • jika semuanya sudah terpasang langkah selanjutnya adalah menambahkan library USB host shield pada Arduino IDE
  • masuk ke menu Sketch > Include library > add .Zip library kemudian pilih file library yang sudah didownload sebelumnya
  • kemudian lanjut ke sketch programnya.

Sketch program :

Untuk sketch programnya langsung saja buka menu File > Examples > cari kebawah sampai menemukan USB Host Shield Library 2.0 > geser kanan > kemudian pilih HID > dan USBHIDBootMouse.

Kemudian akan muncul sketch progam dan tinggal upload saja sampai “Done uploading“.  Buka Serial Monitor dengan baudrate 115200, jika sudah tancapkan mouse pada USB host shield, dan silahkan coba gerakan mouse-nya.

Hasil :

Jika berhasil hasilnya seperti di bawah ini :

Demikian pembahasan kali ini, terima kasih sudah berkunjung.

Kategori: Arduino

4 Komentar

Furqon · Mei 3, 2020 pada 6:20 am

Bagaimana koneksi usb host sield ke wemos D1?apakaha sama dengan ke arduiono uno?

    ajie · Mei 4, 2020 pada 2:39 pm

    pada prinsipnya sama aja, hanya perlu disesuaikan pin SPI-nya (MISO, MOSI, CS, CLK)

Raka · September 3, 2020 pada 3:22 am

Mas. Itu pas upload codingnya usb host nya harus nancep ke arduino nya apa nggak.soalnya punyaku kalo usb nya nancep pas upload coding eror mas .

    ajie · September 18, 2020 pada 8:40 am

    seharusnya ga masalah kalo nancep terus, karena USB host hanya mengunakan pin SPI ardino (tidak digunakan saat upload)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up
id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian