Mengapa disebut buzzer passive? karena sensor ini tidak mempunyai suara sendiri, melainkan buzzer ini perlu dikontrol dengan kontroler seperti Arduino dan cocok sekali jika ingin mengatur tinggi rendahnya nada menggunakan jenis buzzer passive ini. Untuk mengeceknya mudah, hubungkan saja dengan tegangan 5V jika tidak bunyi itu berarti buzzer pasif. Oke langsung saja kita coba pada Arduino.

Alat dan Bahan

  • Arduino Uno R3, BELI
  • Module Passive Buzzer, BELI
  • Kabel jumper female to male, BELI

Rangkaian

keterangan :

  1. Pin I/O dihubungkan ke pin 2 Arduino
  2. Pin VCC dihubungkan ke 5V
  3. Pin GND dihubungkan ke GND

Sketch program

int buzzer = 2;
void setup ()
{
  pinMode (buzzer, OUTPUT) ;
}
void loop ()
{
  unsigned char i, j ;
  while (1)
  {
    for (i = 0; i <80; i++) // When a frequency sound
    {
      digitalWrite (buzzer, HIGH) ; //send tone
      delay (1) ;
      digitalWrite (buzzer, LOW) ; //no tone
      delay (1) ;
    }
    for (j = 0; j <100; j++) 
    {
      digitalWrite (buzzer, HIGH) ;
      delay (2) ;
      digitalWrite (buzzer, LOW) ;
      delay (2) ;
    }
  }
}

Upload program di atas jangan lupa untuk memilih board Arduino sesuai yang digunakan pada menu Tools > Board : Arduino Uno/ Genuino Uno dan Port wajib terceklis, misal COM45 tunggu sampai done uploading kemudian lihat hasilnya.

Selamat mencoba.

Kategori: Arduino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up
id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian