Buka Senin - Jumat jam 08.30 s/d jam 16.30 , Sabtu Jam 8.30 s/d jam 13.00 , Minggu tutup
  • Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
  • Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Beranda » Blog » Simulasi Sistem Smart Home Sederhana menggunakan Tinkercad

Simulasi Sistem Smart Home Sederhana menggunakan Tinkercad

Diposting pada 27 November 2021 oleh farhan / Dilihat: 324 kali / Kategori:
  Halo semuanya, di tutorial kali ini Saya akan berbagi tutorial tentang simulasi sistem smart home sederhana. Seperti yang kita ketahui bersama, penerapan sistem smart home merupakan salah satu solusi untuk menghemat pemakaian listrik di rumah dengan membuat banyak peralatan elektronika di rumah bisa beroperasi secara otomatis. Beberapa peralatan elektronika yang biasa dibuat otomatis beroperasi antara lain, lampu bohlam, AC, kipas angin, keran air, dan masih banyak lagi. Jadi, pada tutorial kali ini, kita akan mencoba untuk membuat bohlam serta kipas angin akan beroperasi secara otomatis menggunakan sensor PIR, sensor suhu (TMP36) serta sensor cahaya (LDR). Sebelum ke pembuatan simulasi, berikut merupakan daftar komponen yang akan digunakan untuk simulasi kali ini:
  • Arduino Uno R3
  • Sensor PIR
  • Sensor Photoresistor (LDR)
  • Sensor suhu TMP36
  • Relay SPDT
  • Resistor 1k
  • Power Supply (11.2V)
  • Light Bulb (Bohlam)
  • Motor DC
 

Simulasi Rangkaian menggunakan Tinkercad

Di bawah ini langkah-langkah untuk membuat simulasi rangkaian di Tinkercad:
  1. Langkah pertama masuk ke https://www.tinkercad.com/dashboard, kemudian klik Circuits  → Create new Circuit
  2. Ganti nama rangkaian simulasi dengan double click pada pojok kiri atas → ketikkan nama yang diinginkan. Misalnya : “Simulasi Smart Home Sederhana”. Dan pilih Components → All, kemudian susun modul serta komponen seperti pada rangkaian di bawah ini
 
  3. Lalu klik Code → Blocks → Text → klik Continue untuk memasukkan code Arduino ke dalam rangkaian simulasi.
    Arduino Code :
float x, y, z, temp;
void setup()
{
  pinMode(8, INPUT);
  pinMode(5, OUTPUT);
  pinMode(6, OUTPUT);
  pinMode(A5, INPUT);
  pinMode(A4, INPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  x = digitalRead(8);
  y = analogRead(A5);
  z = analogRead(A4);
  Serial.println(x);
  Serial.println(y);
  Serial.println(z);
  temp = (double)z/1024;
  temp = temp * 5;
  temp = temp - 0.5;
  temp = temp * 100;
  if ((x>0))
  {
    if ((y<550)&&(temp>30))
    {
      digitalWrite(5, HIGH);
      digitalWrite(6, HIGH);
    }
    else if((y<550)&&(temp<30))
    {
      digitalWrite(5, HIGH);
      digitalWrite(6, LOW);
    }
    else if((y>550)&&(temp>30))
    {
      digitalWrite(5, LOW);
      digitalWrite(6, HIGH);
    }
    else if((y>550)&&(temp<30))
    {
      digitalWrite(5, LOW);
      digitalWrite(6, LOW);
    }
  }
  else
  {
    digitalWrite(5, LOW);
    digitalWrite(6, LOW);
  }
}
  4. Jalankan simulasi dengan klik Start Simulation  
  5. Tampilan Simulasi ketika dijalankan adalah sebagai berikut. Total Sistem yang beroperasi hanya bekerja jika dan hanya jika sensor PIR aktif. Jadi, ketika sensor PIR aktif (mendeteksi gerakan), serta sensor photoresistor (LDR) mendeteksi kondisi gelap, maka bohlam akan otomatis menyala. Selain itu, ketika sensor PIR aktif dan suhu di atas 30 , maka kipas angin (dalam hal ini motor DC) otomatis menyala. Jika tidak ada orang sama sekali (sensor PIR tidak aktif), semua sistem akan otomatis mati. Penjelasan tentang cara kerja alat selengkapnya dapat dilihat di sub bab berikutnya.  
  6. Untuk menghentikan simulasi, klik Stop Simulation.    

Penjelasan tentang Cara Kerja Alat

Alat yang dibuat memiliki spesifikasi dapat menyalakan kipas angin (motor DC) serta bohlam secara otomatis berdasarkan feedback (umpan balik) dari sensor PIR, sensor cahaya (photoresistor/LDR), serta sensor suhu (TMP36). 5 Kondisi yang mungkin terjadi adalah   a. Jika sensor PIR aktif serta sensor suhu (TMP36) mendeteksi suhu lebih dari 30 , maka kipas angin (motor DC) akan otomatis berputar.
  b. Jika sensor PIR aktif serta sensor suhu (TMP36) mendeteksi suhu kurang dari 30 , maka kipas angin (motor DC) akan otomatis berhenti berputar
  c. Jika sensor PIR aktif serta sensor LDR mendeteksi kondisi gelap (malam hari), maka lampu bohlam akan otomatis menyala.
  d. Jika sensor PIR aktif serta sensor photoresistor (LDR) mendeteksi kondisi terang (siang hari), maka lampu bohlam akan otomatis mati.
  e. Jika sensor PIR tidak aktif (tidak mendeteksi gerakan apapun), maka semua sistem akan otomatis mati.
Sekian tutorial dari Saya, Terima Kasih.

Tags: ,

Bagikan ke

Simulasi Sistem Smart Home Sederhana menggunakan Tinkercad

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Simulasi Sistem Smart Home Sederhana menggunakan Tinkercad

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: