● online
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu
- LCD 16x2 / 1602 Display Arduino Raspberry LCD 16 x
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan
- PWM DC 10A Motor 12V-40V Pulse Width Modulation Sp
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang
- Dimmer SCR 2000W Motor Speed Controller 220V AC PW
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menggunakan Potensiometer pada Arduino
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3 buah kaki dan sebuah tuas, tuas inilah yang berfungsi untuk mengatur nilai resistansinya. Untuk jenisnya antara lain rotary/potensiometer putar, potensiometer slide/geser dan potensiometer trimmer/obeng.
Pada artikel ini, saya akan membahas cara menggunakan potensiometer pada Arduino. Adapun komponen yang di perlukan sebagai berikut :
Alat dan bahan :
- Arduino Uno R3, BELI
- Potensiometer, untuk ukurannya bebas ya, bisa 10k Ohm
- LED 5mm dan resistor 220 Ohm
- Kabel jumper male to male, BELI
Percobaan 1 : Mengukur nilai potensiometer
Rangkaian :

Konfigurasi Pin :
- Kaki sebelah kiri (VCC) dihubungkan ke 5v
- Kaki tengah (DATA) dihubungkan ke A0
- Kaki sebelah kanan (GND) dihubungkan ke GND
Sketch program :
int potPin = A0;
int nilai;
void setup(){
Serial.begin(9600);
}
void loop(){
nilai = analogRead(potPin);
Serial.print("Nilai potensio : ");
Serial.println(nilai);
delay(1000);
}
Hasil :
Akan muncul nilai sesuai putaran potensiometer, seperti di bawah ini :

Percobaan 2 : Brightness (kecerahan LED)
Rangkaian :

Konfigurasi pin :
- Kaki (-) negatif dihubungkan ke GND
- Kaki (+) positif dihubungkan dengan resistor 220 Ohm kemudian ke pin 3 atau pin PWM lainnya 5, 6, 9, 10, 11
Sketch program :
int potPin = A0;
int led = 3;
int nilai;
void setup(){
Serial.begin(9600);
pinMode(led, OUTPUT);
}
void loop(){
nilai = analogRead(potPin);
analogWrite(led, nilai/4);
Serial.println(nilai/4);
}
Hasil :
Untuk percobaan yang ke 2, hasilnya adalah nyala LED akan mengikuti nilai potensiometer. Uji coba dengan cara memutar potensiometernya. Demikian pembahasan kali ini, semoga anda semakin semangat dalam mempelajari Arduino. Terima kasih.
Cara Menggunakan Potensiometer pada Arduino
Melanjutakan tutorial edisi telegram kali ini kita akan mendetekesi suhu meggunakan sensor Ds18b20 dan ESP01. Dalam tutorial ini kita... selengkapnya
Setelah kemarin-kemarin sudah sering membahas board esp8266 dengan jenis NodeMCU. Kali ini kita belajar dengan jenis lain yaitu ESP-01,... selengkapnya
DHT11 adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi kelembapan dan suhu udara. Sensor ini dapat digunakan untuk mendeteksi suhu... selengkapnya
Mengendalikan LED dengan tombol bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kali ini, kamu akan mempelajari dua metode umum dan sangat berguna:... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tutorial tentang simulasi penggunaan sensor PIR (Passive Infra Red) untuk... selengkapnya
Push button switch merupakan sebuah saklar dimana komponen ini berfungsi untuk mengubungkan atau memutus arus listrik. Saklar jenis ini... selengkapnya
Arduino Pro Micro adalah jenis arduino yang berukuran kecil, ukuranya hampir sama seperti Arduino Pro Mini. Secara fungsi dan... selengkapnya
USB Host Shield merupakan sebuah board tambahan yang berfungsi untuk komunikasi perangkat antarmuka USB sperti mouse, keyboard, joystick, MIDI,... selengkapnya
Oke sekarang kita akan belajar menyalakan LED dengan Blynk NodeMCU. Tentunya anda semua sudah menginstal aplikasi Blynk kan ya…... selengkapnya
Sensor level A01 Series adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan benda padat atau cairan menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini... selengkapnya
Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Ini yang Seri SN – DS3231 I2C RTC Module khusus DS3231SN – Include Baterai – Module jam digital – Keperluan… selengkapnya
Rp 34.900Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500

Saat ini belum tersedia komentar.