● online
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- ESP32 ESP-32 Wireless Module ESP32-S ESP-WROOM-32 ....
- Push Button Tactile Switch Saklar Tombol Tinggi - ....
- SG90 Motor Servo For Arduino Uno Mega SG 90 Biru S....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- Dimmer AC 4000W 220 Volt 4000 Watt 220V + Casing A....
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Membuat Simulasi Lampu Lalu Lintas Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Arduino tidak hanya bisa digunakan untuk menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat simulasi sistem di dunia nyata, salah satunya adalah lampu lalu lintas. Pada percobaan ini, kita akan membuat simulasi lampu lalu lintas mini yang dilengkapi dengan tombol penyeberangan dan buzzer sebagai indikator suara.
Melalui proyek ini, kamu akan belajar bagaimana Arduino mengendalikan beberapa output secara berurutan berdasarkan satu input tombol. Konsep ini sangat sering digunakan pada sistem kendali di fasilitas umum, seperti lampu lalu lintas, pintu otomatis, dan sistem peringatan.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan:
- Arduino Uno Trainer Kit
- LED merah, LED kuning, dan LED hijau
- Push button
- Buzzer aktif
- Kabel jumper
- Software Arduino IDE
Wiring Rangkaian Simulasi Lampu Lalu Lintas
Sebelum menulis program, susun terlebih dahulu rangkaian seluruh komponen. Semua kaki negatif komponen led, buzzer dan tombol dihubungkan ke GND Arduino.
Selanjutnya, lakukan penyambungan kaki positif sebagai berikut:
- Kaki positif buzzer ke pin D11
- LED merah ke pin D8
- LED kuning ke pin D7
- LED hijau ke pin D6
- Tombol ke pin D2

Gambar 1. Wiring Rangkaian Simulasi Lampu Lalu Lintas
Menulis Program Simulasi Lampu Lalu Lintas
Setelah rangkaian selesai, buka aplikasi Arduino IDE, lalu tuliskan program berikut dan unggah ke papan Arduino Uno.
void setup() {
pinMode(8, OUTPUT); // LED merah
pinMode(7, OUTPUT); // LED kuning
pinMode(6, OUTPUT); // LED hijau
pinMode(11, OUTPUT); // Buzzer
pinMode(2, INPUT_PULLUP); // Tombol
}
void loop() {
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
digitalWrite(11, LOW);
while (digitalRead(2) == HIGH) {
}
delay(500);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(8, HIGH);
delay(3000);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(6, HIGH);
delay(3000);
for (int i = 0; i < 5; i++) {
digitalWrite(11, HIGH);
delay(200);
digitalWrite(11, LOW);
delay(200);
}
digitalWrite(6, LOW);
}
Penjelasan Program
pinMode()digunakan untuk mengatur fungsi masing-masing pin sebagai input atau output.digitalWrite(HIGH)digunakan untuk menyalakan LED atau buzzer.digitalRead(2)digunakan untuk membaca kondisi tombol penyeberangan.while (digitalRead(2) == HIGH)membuat sistem menunggu sampai tombol ditekan.for (int i = 0; i < 5; i++)digunakan untuk membunyikan buzzer secara berulang.
Hasil Percobaan
Saat program dijalankan, sistem berada pada kondisi awal dengan LED kuning menyala. Kondisi ini menandakan bahwa simulasi lampu lalu lintas dalam keadaan siap dan sedang menunggu interaksi dari pengguna melalui tombol penyeberangan. Ketika tombol ditekan, Arduino merespons dengan mematikan LED kuning dan menyalakan LED merah selama beberapa detik sebagai tanda berhenti.

Gambar 2. Hasil Percobaan Simulasi Lampu Lalu Lintas
Setelah waktu LED merah selesai, LED hijau akan menyala sebagai tanda diperbolehkannya aktivitas berjalan. Pada saat yang sama, buzzer akan berbunyi secara berulang sebagai indikator suara bahwa waktu lampu hijau akan segera berakhir. Setelah bunyi buzzer selesai, LED hijau akan mati dan sistem kembali ke kondisi awal dengan LED kuning menyala.
Percobaan ini menunjukkan bahwa Arduino mampu mengendalikan beberapa output secara berurutan berdasarkan satu input tombol. Sistem bekerja dengan stabil dan dapat mengulang proses yang sama setiap kali tombol ditekan kembali. Melalui simulasi ini, kamu telah mempelajari konsep penting seperti pengendalian multi-output, sistem berbasis urutan, serta integrasi input, LED, dan buzzer dalam satu sistem kendali sederhana.
Tutorial Membuat Simulasi Lampu Lalu Lintas Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Melihat potensi dari android itu sendiri, akhirnya banyak orang yang berlomba lomba belajar memperdalam sistem operasi ini. Tentunya akan... selengkapnya
Telegram adalah sebuah aplikasi chating yang cukup banyak penggunanya dan telegram ini dapat menjawab sendiri sesuai dengan perintah yang... selengkapnya
Pernahkah Anda melihat suatu objek foto diatas air, lalu di atas air ada pantulan dari objek foto tersebut, nah... selengkapnya
Water level merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi ketinggian air dengan output analog kemudian diolah menggunakan mikrokontroler. Cara kerja... selengkapnya
Push button switch merupakan sebuah saklar dimana komponen ini berfungsi untuk mengubungkan atau memutus arus listrik. Saklar jenis ini... selengkapnya
Sensor PIR (HC-SR501) digunakan untuk mendeteksi pergerakan yang ada di depannya. Sensor PIR (HC-SR501) terbuat dari bahan pyroelectric yang... selengkapnya
Pada postingan artikel kali ini akan mengupas tentang penggunaan LCD 20×4 pada Arduino. Maksud dari 20×4 adalah lcd ini... selengkapnya
Telegram? ya dengan fitur robot chat di telegram kita bisa mengontrol device dengan mudah dan praktis. Misal kita kelupaan... selengkapnya
Oke sekarang kita akan belajar menyalakan LED dengan Blynk NodeMCU. Tentunya anda semua sudah menginstal aplikasi Blynk kan ya…... selengkapnya
Alarm sangat diperlukan untuk keamanan tertentu, misalnya pada rumah, toko, maupun yang berupa barang-barang berharga lainnya dari pencuri. Tentunya... selengkapnya
1 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Dimmer AC 220 Volt 4000 Watt + Casing Aluminium Potensiometer untuk mengatur tegangan output min/max pada tegangan AC PLN 220V…. selengkapnya
Rp 52.500POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Tutorial Membuat Simulasi Lampu Lalu Lintas Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan

Saat ini belum tersedia komentar.