● online
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B....
- LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resisto....
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- Jasa Cetak PCB....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- LCD CHARACTER 16X2 1602 5V GREEN HIJAU BACKLIGHT M....
- LCD 16x2 / 1602 Display Arduino Raspberry LCD 16 x....
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Membuat Simulasi Lampu Lalu Lintas Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Arduino tidak hanya bisa digunakan untuk menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat simulasi sistem di dunia nyata, salah satunya adalah lampu lalu lintas. Pada percobaan ini, kita akan membuat simulasi lampu lalu lintas mini yang dilengkapi dengan tombol penyeberangan dan buzzer sebagai indikator suara.
Melalui proyek ini, kamu akan belajar bagaimana Arduino mengendalikan beberapa output secara berurutan berdasarkan satu input tombol. Konsep ini sangat sering digunakan pada sistem kendali di fasilitas umum, seperti lampu lalu lintas, pintu otomatis, dan sistem peringatan.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan:
- Arduino Uno Trainer Kit
- LED merah, LED kuning, dan LED hijau
- Push button
- Buzzer aktif
- Kabel jumper
- Software Arduino IDE
Wiring Rangkaian Simulasi Lampu Lalu Lintas
Sebelum menulis program, susun terlebih dahulu rangkaian seluruh komponen. Semua kaki negatif komponen led, buzzer dan tombol dihubungkan ke GND Arduino.
Selanjutnya, lakukan penyambungan kaki positif sebagai berikut:
- Kaki positif buzzer ke pin D11
- LED merah ke pin D8
- LED kuning ke pin D7
- LED hijau ke pin D6
- Tombol ke pin D2

Gambar 1. Wiring Rangkaian Simulasi Lampu Lalu Lintas
Menulis Program Simulasi Lampu Lalu Lintas
Setelah rangkaian selesai, buka aplikasi Arduino IDE, lalu tuliskan program berikut dan unggah ke papan Arduino Uno.
void setup() {
pinMode(8, OUTPUT); // LED merah
pinMode(7, OUTPUT); // LED kuning
pinMode(6, OUTPUT); // LED hijau
pinMode(11, OUTPUT); // Buzzer
pinMode(2, INPUT_PULLUP); // Tombol
}
void loop() {
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
digitalWrite(11, LOW);
while (digitalRead(2) == HIGH) {
}
delay(500);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(8, HIGH);
delay(3000);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(6, HIGH);
delay(3000);
for (int i = 0; i < 5; i++) {
digitalWrite(11, HIGH);
delay(200);
digitalWrite(11, LOW);
delay(200);
}
digitalWrite(6, LOW);
}
Penjelasan Program
pinMode()digunakan untuk mengatur fungsi masing-masing pin sebagai input atau output.digitalWrite(HIGH)digunakan untuk menyalakan LED atau buzzer.digitalRead(2)digunakan untuk membaca kondisi tombol penyeberangan.while (digitalRead(2) == HIGH)membuat sistem menunggu sampai tombol ditekan.for (int i = 0; i < 5; i++)digunakan untuk membunyikan buzzer secara berulang.
Hasil Percobaan
Saat program dijalankan, sistem berada pada kondisi awal dengan LED kuning menyala. Kondisi ini menandakan bahwa simulasi lampu lalu lintas dalam keadaan siap dan sedang menunggu interaksi dari pengguna melalui tombol penyeberangan. Ketika tombol ditekan, Arduino merespons dengan mematikan LED kuning dan menyalakan LED merah selama beberapa detik sebagai tanda berhenti.

Gambar 2. Hasil Percobaan Simulasi Lampu Lalu Lintas
Setelah waktu LED merah selesai, LED hijau akan menyala sebagai tanda diperbolehkannya aktivitas berjalan. Pada saat yang sama, buzzer akan berbunyi secara berulang sebagai indikator suara bahwa waktu lampu hijau akan segera berakhir. Setelah bunyi buzzer selesai, LED hijau akan mati dan sistem kembali ke kondisi awal dengan LED kuning menyala.
Percobaan ini menunjukkan bahwa Arduino mampu mengendalikan beberapa output secara berurutan berdasarkan satu input tombol. Sistem bekerja dengan stabil dan dapat mengulang proses yang sama setiap kali tombol ditekan kembali. Melalui simulasi ini, kamu telah mempelajari konsep penting seperti pengendalian multi-output, sistem berbasis urutan, serta integrasi input, LED, dan buzzer dalam satu sistem kendali sederhana.
Tutorial Membuat Simulasi Lampu Lalu Lintas Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Untuk membuat sebuah perangkat otomatis (di artikel ini lampu LED) sebenarnya dapat menggunakan berbagai macam sensor misalnya sensor suhu,... selengkapnya
Blynk merupakan sebuah platform aplikasi android yang diperuntukan untuk berbagai kontroler hardware seperti arduino, esp8266, raspberry dsb untuk mengendalikan,... selengkapnya
Dalam dunia elektronika untuk hobi dan prototyping, Arduino sering kali dianggap sebagai jalan termudah untuk mulai mengerjakan proyek mikrokontroler. Namun, ketika proyek mulai lebih komplikatif misalnya, jika ingin mengecilkan ukuran papan, mengurangi biaya produksi, atau membuat casing yang khusus,... selengkapnya
Sensor Waterflow adalah sensor yang dapat membaca aliran air pada suatu tempat/saluran air. Sensor ini digunakan untuk membaca... selengkapnya
Software dari keluarga adobe, yaitu salah satunya Adobe Photoshop. Adobe Photoshop ini di ciptakan secara multi fungsi, mulai untuk... selengkapnya
Hallo kali ini saya akan membahas mengenai relay lagi yaitu relay 2 channel. Di pasaran, relay ini sudah menggunakan... selengkapnya
Sensor suhu lagi? Gpp ya disini kita belajar semua sensor suhu, nah tinggal sensor mana nih yang akan digunakan,... selengkapnya
LDR merupakan sebuah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan cahaya di sekelilingnya. Untuk pemanfaatan sensor ini sudah... selengkapnya
Dalam menjalankan bisnis online tentu saja harus memperhatikan beberapa aspek agar bisnis kita berjalan dengan lancar. Sebagai contoh di... selengkapnya
Ketemu lagi dengan sensor DS18b20, kali ini akan kita monitoring menggunakan aplikasi Blynk dan ESP-01. Langsung saja ya kita... selengkapnya
Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Fitur: -Dapat mendeteksi api atau panjang gelombang sumber cahaya dalam 760nm ~ 1100nm – Api lebih ringan mendeteksi jarak 80cm… selengkapnya
Rp 9.000Case patern: Solid Warna : Merah dan Hijau Current: 10-20 mA Diameter: 3mm
Rp 300Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500

Saat ini belum tersedia komentar.