● online
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Motor Servo MG995 TowerPro Metal Gear....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4....
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- Push Button Tactile Switch Saklar Tombol Tinggi - ....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Membuat Traffic Light LED Dengan Raspberry Pi dan Python
Traffic Light atau lampu lalu lintas adalah lampu yang mampu menertibkan arus lalu lintas jalanan baik kendaraan bermotor, mobil, dan pejalan kaki. Pada setiap traffic light terdapat 3 buah lampu yang masing-masing warnanya yaitu merah, kuning, hijau. Jika lampu menyala merah berarti kendaraan harus berhenti. Jika lampu menyala hijau maka kendaraan harus jalan terus. Sedangkan, jika lampu menyala kuning maka kendaraan harus berjalan pelan-pelan. Pada kesempatan ini, menggunakan Raspberry Pi 3B untuk membuat sebuah logika Traffic Light menggunakan LED.
ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN Traffic Light Raspberry Pi
- Raspberry Pi 3B atau 4 (sudah terinstall Raspbian OS)
- Laptop/Personal Computer (PC)
- Kabel USB yang dapat terhubung ke Raspberry Pi
- 3 buah LED (warna: merah, kuning, hijau)
- 3 buah Resistor 220 Ohm
- Kabel Jumper secukupnya
- Protoboard/projectboard/breadboard
RANGKAIAN
Buat rangkaian percobaan seperti pada gambar berikut ini

Langkah berikutnya adalah membuat program/source code traffic light-nya. Pada tutorial ini saya menggunakan bahasa pemrogrman Python dengan Thonny sebagai IDE-nya (IDE=Integrated Development Environment). Berikut contoh programnya :
PERCOBAAN 1 – Traffic Light Raspberry Pi
'''
PROGRAM TRAFFIC LIGHT #1
BY. INDOMAKER
'''
# memasukan library
import RPi.GPIO as GPIO
import time
# pin LED
R_LED = 14
Y_LED = 15
G_LED = 18
# Setting pin GPIO
GPIO.setmode(GPIO.BCM) # skema penomoran BCM
GPIO.setwarnings(False) # menonaktifkan warning
# pin LED sebagai OUTPUT
GPIO.setup(R_LED,GPIO.OUT)
GPIO.setup(Y_LED,GPIO.OUT)
GPIO.setup(G_LED,GPIO.OUT)
# eksekusi program terus menerus
try:
while True: # perulangan While-loop
# menyalakan LED Merah
print("LED MERAH NYALA") # menampilkan teks
print("BERHENTI \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.HIGH) # instruksi menyalakan LED merah
GPIO.output(Y_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED kuning
GPIO.output(G_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED hijau
time.sleep(3) # timer 3 detik
# menyalakan LED Hijau
print("LED HIJAU NYALA") # menampilkan teks
print("MAJU TERUS \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED merah
GPIO.output(Y_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED kuning
GPIO.output(G_LED, GPIO.HIGH) # instruksi menyalakan LED hijau
time.sleep(3) # timer 3 detik
# menyalakan LED Kuning
print("LED KUNING NYALA") # menampilkan teks
print("PELAN-PELAN \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED merah
GPIO.output(Y_LED, GPIO.HIGH) # instruksi menyalakan LED kuning
GPIO.output(G_LED, GPIO.LOW) # instruksi mematikan LED hijau
time.sleep(3) # timer 3 detik
except KeyboardInterrupt:
GPIO.cleanup() # membersihkan pin GPIO untuk digunakan kembali
Jika kita lihat hasilnya lewat Shell, outputnya adalah sbb:

PERCOBAAN 2: Program menggunakan Function
Kali ini kita akan coba menyederhanakan program pada Percobaan 1 di atas menggunakan ‘Function’
'''
PROGRAM MEMBUAT TRAFFIC LIGHT #2
BY. INDOMAKER
'''
# memasukan library
import RPi.GPIO as GPIO
import time
# pin LED
R_LED = 14
Y_LED = 15
G_LED = 18
# Setting pin GPIO
GPIO.setmode(GPIO.BCM)
GPIO.setwarnings(False)
# pin LED sebagai OUTPUT
GPIO.setup(R_LED,GPIO.OUT)
GPIO.setup(Y_LED,GPIO.OUT)
GPIO.setup(G_LED,GPIO.OUT)
# menyalakan LED Hijau
def led_hijau():
print("LED HIJAU NYALA")
print("MAJU TERUS \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.LOW)
GPIO.output(Y_LED, GPIO.LOW)
GPIO.output(G_LED, GPIO.HIGH)
time.sleep(3)
# menyalakan LED Merah
def led_merah():
print("LED MERAH NYALA")
print("BERHENTI \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.HIGH)
GPIO.output(Y_LED, GPIO.LOW)
GPIO.output(G_LED, GPIO.LOW)
time.sleep(3)
# menyalakan LED Kuning
def led_kuning():
print("LED KUNING NYALA")
print("PELAN-PELAN \n")
GPIO.output(R_LED, GPIO.LOW)
GPIO.output(Y_LED, GPIO.HIGH)
GPIO.output(G_LED, GPIO.LOW)
time.sleep(3)
# eksekusi program terus menerus
try:
while True:
# memanggil fungsi
led_merah()
led_hijau()
led_kuning()
except KeyboardInterrupt:
GPIO.cleanup()
Hasilnya dapat di lihat di Shell seperti pada gambar berikut:

Kedua program diatas sama-sama ditunjukkan untuk membuat Traffic Light. Perbedaan program pertama dan kedua hanya pada penggunaan function saja. Pada program pertama, tidak menggunakan function sehingga kode program terlihat begitu kompleks pada while loopnya. Sedangkan, pada program kedua menggunakan function sehingga membuat fungsi untuk beberapa led, seperti led_merah, led_kuning, dan led_hijau dengan penggunaannya lebih praktis memanggilnya di while loop. Kedua program tersebut, membuat 3 buah led menyala dan mati secara bergantian selama 3 detik mulai dari warna merah, hijau, kuning seperti pada lampu traffic light di jalanan.
Demikian sedikit tutorial pada kesempatan kali ini. Program di atas dimaksudkan untuk membuat Traffic Light dengan menggunakan Raspberry Pi. Terdapat 2 percobaan, percobaan pertama program dibuat tanpa bantuan function dengan pengendalian LED atau kontrol logika LED ada dalam baris di dalam while-loop, sehingga terlihat kompleks. Sedangkan, percobaan kedua program dibuat dengan bantuan function yang membuat penulisan program lebih sederhana hanya memanggil fungsi yang telah dibuat ke dalam while-loop. Selamat mencoba.
Membuat Traffic Light LED Dengan Raspberry Pi dan Python
Melihat potensi dari android itu sendiri, akhirnya banyak orang yang berlomba lomba belajar memperdalam sistem operasi ini. Tentunya akan... selengkapnya
Pernah suatu ketika axis X, Y, atau z CNC kita berubah, gcode yang sudah jadi setelah di running tidak... selengkapnya
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah... selengkapnya
Sensor LM35 merupakan sebuah sensor yang dapat mendeteksi suhu ruangan dengan cara mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam... selengkapnya
Rotary encoder adalah sebuah perangkat elektronik yang mampu mengkonversi gerakan mekanis berputar menjadi sinyal listrik, menjadi elemen kunci dalam memenuhi... selengkapnya
Sensor cahaya atau LDR (Light Dependent Resistor) adalah salah satu sensor analog yang paling sering digunakan saat belajar Arduino. Sensor... selengkapnya
Sobat Maker, pernah nggak sih lagi asik merekam video pakai robot atau drone, eh hasilnya malah goyang-goyang kayak jelly? Masalah... selengkapnya
Melanjutakan tutorial edisi telegram kali ini kita akan mendetekesi suhu meggunakan sensor Ds18b20 dan ESP01. Dalam tutorial ini kita... selengkapnya
Arduino Pro Mini merupakan jenis Arduino yang berukuran kecil dibandingkan dengan Nano, Unodan Mega. Dengan ukuran yang kecil ini... selengkapnya
Dalam dunia elektronika untuk hobi dan prototyping, Arduino sering kali dianggap sebagai jalan termudah untuk mulai mengerjakan proyek mikrokontroler. Namun, ketika proyek mulai lebih komplikatif misalnya, jika ingin mengecilkan ukuran papan, mengurangi biaya produksi, atau membuat casing yang khusus,... selengkapnya
Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800Specifications: 1. supports sampling costs (KHz): 8/11.025/12/16/22.05/24/32/44.1/48 2. 24-bit DAC output, dynamic range aid: 90dB, SNR aid: 85dB 3. fully… selengkapnya
Rp 17.800Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Membuat Traffic Light LED Dengan Raspberry Pi dan Python
Kategori
Artikel Terkait
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
-
Tutorial Step by Step Install OS Raspberry Pi dengan SD Card

Saat ini belum tersedia komentar.