● online
- Relay Module 1 Channel Modul Relay 5V 10A 1 Channe....
- 10X RESISTOR 1K 1KOHM 1/4W 1% METAL FILM....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- Dimmer SCR 2000W Motor Speed Controller 220V AC PW....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- Dimmer AC 4000W 220 Volt 4000 Watt 220V + Casing A....
- Kapton Tape Polymide Film 20mm Polimida 20 mm Isol....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Optocoupler atau photo interrupter merupakan sensor optik slot tipe U yang menggunakan cahaya infra merah (IR) untuk mendeteksi ada atau tidaknya objek yang menghalangi jalur cahaya. Sensor ini memiliki dua bagian utama, yaitu:

Gambar 1. Schematic Komponen Optocoupler
-
Pemancar
Bagian ini berupa LED infra merah yang berfungsi memancarkan sinar infra merah secara terus-menerus ke arah detektor. Cahaya ini tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi oleh komponen Photodetector di sisi seberangnya. -
Penerima
Bagian penerima terdiri dari Phototransistor yang peka terhadap cahaya infra merah dari LED pemancar.
Ketika cahaya infra merah mengenai Phototransistor, maka transistor akan aktif dan menghasilkan sinyal pada output.
Sebaliknya, ketika sinar terhalang oleh objek seperti bagian gelap dari disk encoder, maka transistor akan nonaktif, dan output akan berubah ke kondisi logika berlawanan.
Kedua bagian ini dipasang berhadapan di dalam bentuk celah huruf “U”, sehingga sebuah benda seperti disk encoder bisa bergerak di antara keduanya dan memutus atau menghubungkan jalur cahaya infra merah. Dalam tutorial ini, kita akan membuat sistem sederhana yang menghitung jarak berdasarkan pulsa dari rotasi disk encoder, di mana 1 pulsa mewakili 1 mm pergerakan. Sistem ini sangat cocok untuk robot, mesin penghitung panjang kabel, konveyor, dan aplikasi otomasi lainnya.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Optocoupler ITR960
- Arduino nano
- Push button
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
Wiring Rangkaian Optocoupler
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin 5v ke positif Breadboard
- Pin GND ke negatif Breadboard
- Pin D2 ke emitter optocoupler
- Pin D3 ke positif button
- Pin D4 ke positif LED 2 melalui resistor
- Kaki anoda optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda optocouplerke GND
- Kaki collector optocouplerke GND
- Kaki emitter optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda LED 1 ke resistor emitter optocoupler
- Kaki anoda LED 2 ke 5v

Gambar 2. Wiring Rangkaian Optocoupler dengan Arduino Nano
Menulis Program Data Optocoupler
Setelah semua komponen terpasang, buka software Arduino IDE dan tulis kode berikut :
/*
Penghitung Jarak berbasis Encoder
Versi: Arduino Nano
Encoder: 1 slot = 1 mm
*/
const byte sensorPin = 2; // Pin interrupt dari sensor encoder
const byte resetButtonPin = 3; // Tombol reset
const byte ledPin = 4; // LED indikator
// Spesifikasi encoder
const unsigned int slotsPerRevolution = 88; // jumlah slot per putaran
// Masukkan perkiraan RPM maksimum alatmu di sini
const unsigned int maxRPM = 600; // ubah sesuai kebutuhan (contoh: 600, 3000, dst)
volatile unsigned long pulseCount = 0;
volatile unsigned long lastPulseTime = 0; // untuk debounce di ISR
unsigned long debounceMicros = 500; // dihitung otomatis di setup()
const unsigned long minDebounceMicros = 50; // batas bawah praktis (μs)
// ISR (Interrupt Service Routine) — menghitung pulsa dari encoder
void handleSensorPulse() {
unsigned long now = micros();
if (now - lastPulseTime > debounceMicros) {
pulseCount++;
lastPulseTime = now;
}
}
void setup() {
Serial.begin(115200);
Serial.println("=== Encoder Distance Counter (Arduino Nano) ===");
pinMode(sensorPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(resetButtonPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(ledPin, OUTPUT);
digitalWrite(ledPin, LOW);
// Hitung debounceMicros berdasarkan maxRPM & slots
float pulsesPerSec = ((float)maxRPM / 60.0) * (float)slotsPerRevolution;
if (pulsesPerSec <= 0.0001) pulsesPerSec = 1.0; // safety
float tMin_us = 1000000.0 / pulsesPerSec; // mikrodetik antar pulsa
unsigned long computed = (unsigned long)(tMin_us * 0.35f); // 35% dari interval
if (computed < minDebounceMicros) computed = minDebounceMicros;
debounceMicros = computed;
// Info ke Serial
Serial.print("Slots per Revolution: ");
Serial.println(slotsPerRevolution);
Serial.print("Max RPM: ");
Serial.println(maxRPM);
Serial.print("Estimated min interval (us): ");
Serial.println((unsigned long)tMin_us);
Serial.print("Debounce interval (us): ");
Serial.println(debounceMicros);
if (tMin_us * 0.35f < minDebounceMicros) {
Serial.println("⚠️ WARNING: maxRPM terlalu tinggi, bisa kehilangan pulsa!");
}
// Gunakan interrupt 0 (pin D2 di Nano)
attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(sensorPin), handleSensorPulse, RISING);
Serial.println(">> Encoder siap: 1 slot = 1 mm\n");
}
void loop() {
// Tombol reset ditekan (aktif LOW)
if (digitalRead(resetButtonPin) == LOW) {
noInterrupts();
pulseCount = 0;
interrupts();
digitalWrite(ledPin, HIGH);
Serial.println(">> Penghitung di-reset ke 0 mm");
delay(300); // debounce tombol
digitalWrite(ledPin, LOW);
}
// Ambil data dari variabel volatile
noInterrupts();
unsigned long pulseCopy = pulseCount;
interrupts();
// Hitung jarak (1 pulsa = 1 mm)
unsigned long jarakMM = pulseCopy;
Serial.print("Jarak Terdeteksi: ");
Serial.print(jarakMM);
Serial.println(" mm");
delay(100); // Update tiap 100 ms
}
Penjelasan Kode
slotsPerRevolution: jumlah lubang pada disk encoder.maxRPM: kecepatan maksimum perkiraan putaran disk (digunakan untuk menentukan waktu antar pulsa).pulseCount: jumlah total pulsa (setiap 1 pulsa = 1 mm).lastPulseTime: waktu mikrodetik dari pulsa terakhir untuk menghitung jeda antar pulsa (debounce).
Apa yang Akan Terjadi dengan Optocoupler?


Ketika disk encorder diputar secara perlahan maka sensor akan mendeteksi tiap pulsa nya sebagaia 1mm yang akan ditampilkan pada serial monitor secara berurutan tanpa adanya lonjakan yang tidak wajar, hal ini menunjukkan bahwa mekanisme debounce waktu mikrodetik (micros) pada ISR bekerja efektif untuk menyaring pulsa ganda akibat noise optik dari sensor. Saat tombol reset ditekan, LED indikator menyala sesaat dan penghitung kembali ke nol.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Bagi Sebagian developer website atau yang sedang belajar javaScript, pasti familiar dengan istilah jQuery. Sebenarnya apa itu jQuery? Dan... selengkapnya
Bootstrap adalah sebuah framework yang dapat memudahkan seorang programmer web untuk mempercepat dan mempermudah dalam membuat dan mengembangkan website.... selengkapnya
Rain sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi hujan turun atau tidak. Intinya sensor ini jika terkena air pada... selengkapnya
Sensor level A01 Series adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan benda padat atau cairan menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini... selengkapnya
Semangat pagi, salam hangat dari saya untuk semua pengunjung indomaker.com. Kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan timer relay... selengkapnya
Halo Sobat Maker! Pernah nggak sih kalian lagi semangat-semangatnya menekuni hobi smart farming atau sekadar merawat tanaman di rumah, tapi... selengkapnya
LDR merupakan sebuah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan cahaya di sekelilingnya. Untuk pemanfaatan sensor ini sudah... selengkapnya
Salah satu fitur paling menarik dari Raspberry Pi adalah deretan pin GPIO (General-Purpose Input/Output) yang terletak di sepanjang sisi atas... selengkapnya
Sensor ultrasonik merupakan sensor yang dapat mendeteksi suatu benda yang ada di depannya dengan jarak tertentu. Prinsip kerja dari... selengkapnya
Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Fitur: -Dapat mendeteksi api atau panjang gelombang sumber cahaya dalam 760nm ~ 1100nm – Api lebih ringan mendeteksi jarak 80cm… selengkapnya
Rp 9.000Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.60012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm.. male to female 1 lembar isi 40 kabel
Rp 9.0001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Kategori
Artikel Terkait
-
Bikin Stabilizer 1-Axis Low Budget Pakai Arduino dan PID
-
Jaga Tanaman Tetap Happy dengan Sistem Irigasi Pintar Berbasis PID dan Arduino
-
Tutorial Kendali Kecepatan Motor DC Arduino PID
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG

Saat ini belum tersedia komentar.