● online
- Relay Module 1 Channel Modul Relay 5V 10A 1 Channe....
- MP3 TF 16P Alternatif DFPlayer mini MP3 Player Ard....
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- LCD CHARACTER 16X2 1602 5V GREEN HIJAU BACKLIGHT M....
- USB To RS485 High Speed Converter RS-485 RS 485 Ad....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Optocoupler atau photo interrupter merupakan sensor optik slot tipe U yang menggunakan cahaya infra merah (IR) untuk mendeteksi ada atau tidaknya objek yang menghalangi jalur cahaya. Sensor ini memiliki dua bagian utama, yaitu:

Gambar 1. Schematic Komponen Optocoupler
-
Pemancar
Bagian ini berupa LED infra merah yang berfungsi memancarkan sinar infra merah secara terus-menerus ke arah detektor. Cahaya ini tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi oleh komponen Photodetector di sisi seberangnya. -
Penerima
Bagian penerima terdiri dari Phototransistor yang peka terhadap cahaya infra merah dari LED pemancar.
Ketika cahaya infra merah mengenai Phototransistor, maka transistor akan aktif dan menghasilkan sinyal pada output.
Sebaliknya, ketika sinar terhalang oleh objek seperti bagian gelap dari disk encoder, maka transistor akan nonaktif, dan output akan berubah ke kondisi logika berlawanan.
Kedua bagian ini dipasang berhadapan di dalam bentuk celah huruf “U”, sehingga sebuah benda seperti disk encoder bisa bergerak di antara keduanya dan memutus atau menghubungkan jalur cahaya infra merah. Dalam tutorial ini, kita akan membuat sistem sederhana yang menghitung jarak berdasarkan pulsa dari rotasi disk encoder, di mana 1 pulsa mewakili 1 mm pergerakan. Sistem ini sangat cocok untuk robot, mesin penghitung panjang kabel, konveyor, dan aplikasi otomasi lainnya.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Optocoupler ITR960
- Arduino nano
- Push button
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
Wiring Rangkaian Optocoupler
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin 5v ke positif Breadboard
- Pin GND ke negatif Breadboard
- Pin D2 ke emitter optocoupler
- Pin D3 ke positif button
- Pin D4 ke positif LED 2 melalui resistor
- Kaki anoda optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda optocouplerke GND
- Kaki collector optocouplerke GND
- Kaki emitter optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda LED 1 ke resistor emitter optocoupler
- Kaki anoda LED 2 ke 5v

Gambar 2. Wiring Rangkaian Optocoupler dengan Arduino Nano
Menulis Program Data Optocoupler
Setelah semua komponen terpasang, buka software Arduino IDE dan tulis kode berikut :
/*
Penghitung Jarak berbasis Encoder
Versi: Arduino Nano
Encoder: 1 slot = 1 mm
*/
const byte sensorPin = 2; // Pin interrupt dari sensor encoder
const byte resetButtonPin = 3; // Tombol reset
const byte ledPin = 4; // LED indikator
// Spesifikasi encoder
const unsigned int slotsPerRevolution = 88; // jumlah slot per putaran
// Masukkan perkiraan RPM maksimum alatmu di sini
const unsigned int maxRPM = 600; // ubah sesuai kebutuhan (contoh: 600, 3000, dst)
volatile unsigned long pulseCount = 0;
volatile unsigned long lastPulseTime = 0; // untuk debounce di ISR
unsigned long debounceMicros = 500; // dihitung otomatis di setup()
const unsigned long minDebounceMicros = 50; // batas bawah praktis (μs)
// ISR (Interrupt Service Routine) — menghitung pulsa dari encoder
void handleSensorPulse() {
unsigned long now = micros();
if (now - lastPulseTime > debounceMicros) {
pulseCount++;
lastPulseTime = now;
}
}
void setup() {
Serial.begin(115200);
Serial.println("=== Encoder Distance Counter (Arduino Nano) ===");
pinMode(sensorPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(resetButtonPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(ledPin, OUTPUT);
digitalWrite(ledPin, LOW);
// Hitung debounceMicros berdasarkan maxRPM & slots
float pulsesPerSec = ((float)maxRPM / 60.0) * (float)slotsPerRevolution;
if (pulsesPerSec <= 0.0001) pulsesPerSec = 1.0; // safety
float tMin_us = 1000000.0 / pulsesPerSec; // mikrodetik antar pulsa
unsigned long computed = (unsigned long)(tMin_us * 0.35f); // 35% dari interval
if (computed < minDebounceMicros) computed = minDebounceMicros;
debounceMicros = computed;
// Info ke Serial
Serial.print("Slots per Revolution: ");
Serial.println(slotsPerRevolution);
Serial.print("Max RPM: ");
Serial.println(maxRPM);
Serial.print("Estimated min interval (us): ");
Serial.println((unsigned long)tMin_us);
Serial.print("Debounce interval (us): ");
Serial.println(debounceMicros);
if (tMin_us * 0.35f < minDebounceMicros) {
Serial.println("⚠️ WARNING: maxRPM terlalu tinggi, bisa kehilangan pulsa!");
}
// Gunakan interrupt 0 (pin D2 di Nano)
attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(sensorPin), handleSensorPulse, RISING);
Serial.println(">> Encoder siap: 1 slot = 1 mm\n");
}
void loop() {
// Tombol reset ditekan (aktif LOW)
if (digitalRead(resetButtonPin) == LOW) {
noInterrupts();
pulseCount = 0;
interrupts();
digitalWrite(ledPin, HIGH);
Serial.println(">> Penghitung di-reset ke 0 mm");
delay(300); // debounce tombol
digitalWrite(ledPin, LOW);
}
// Ambil data dari variabel volatile
noInterrupts();
unsigned long pulseCopy = pulseCount;
interrupts();
// Hitung jarak (1 pulsa = 1 mm)
unsigned long jarakMM = pulseCopy;
Serial.print("Jarak Terdeteksi: ");
Serial.print(jarakMM);
Serial.println(" mm");
delay(100); // Update tiap 100 ms
}
Penjelasan Kode
slotsPerRevolution: jumlah lubang pada disk encoder.maxRPM: kecepatan maksimum perkiraan putaran disk (digunakan untuk menentukan waktu antar pulsa).pulseCount: jumlah total pulsa (setiap 1 pulsa = 1 mm).lastPulseTime: waktu mikrodetik dari pulsa terakhir untuk menghitung jeda antar pulsa (debounce).
Apa yang Akan Terjadi dengan Optocoupler?


Ketika disk encorder diputar secara perlahan maka sensor akan mendeteksi tiap pulsa nya sebagaia 1mm yang akan ditampilkan pada serial monitor secara berurutan tanpa adanya lonjakan yang tidak wajar, hal ini menunjukkan bahwa mekanisme debounce waktu mikrodetik (micros) pada ISR bekerja efektif untuk menyaring pulsa ganda akibat noise optik dari sensor. Saat tombol reset ditekan, LED indikator menyala sesaat dan penghitung kembali ke nol.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Semangat pagi, kali ini kita akan belajar untuk mengontrol LED melalui wifi menggunakan NodeMCU. Mengapa LED? nggak langsung ke... selengkapnya
Mari kita belajar lagi, kali ini membahas sensor LDR. Dimana sensor ini nilainya akan berubah menyesuaikan cahaya yang diterima... selengkapnya
Sensor PIR berfungsi untuk mendeteksi benda (manusia/hewan) dengan cara mendeteksi energi panas dalam bentuk radiasi inframerah. Jadi sensor ini... selengkapnya
Dalam dunia edit-mengedit gambar, bagi orang yang sudah ahli memang sudah tidak heran lagi. Tetapi bagi orang yang awam... selengkapnya
Pada zaman yang semakin canggih ini banyak orang yang berbondog-bondong memajukan teknologi, salah satunya mengganti sumber daya listrik dengan menggunakan... selengkapnya
Rain sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi hujan turun atau tidak. Intinya sensor ini jika terkena air pada... selengkapnya
Bluetooth merupakan komunikasi wireles (nirkabel) menggunakan SPP (Serial Port Protocol) dengan frekusensi kerja 2.4 GHz. Dengan Bluetooth, kita dapat... selengkapnya
Kalau kamu tertarik belajar elektronika, robotika, atau ingin membuat proyek-proyek interaktif sendiri, Arduino adalah salah satu platform terbaik untuk memulainya.... selengkapnya
Halo Sobat Indomaker! Apakah Teman-teman pernah merasa terganggu karena harus bolak-balik menyalakan, mematikan, atau mengatur kecepatan kipas angin secara manual?... selengkapnya
Artikel kali ini, akan membahas tentang mengontrol sebuah LED menggunakan remote. Remote apa yang digunakan? anda dapat menggunakan berbagai... selengkapnya
Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspeberry Pi 20 cm Female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.00012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.