● online
- DS3231SN DS3231 SN I2C RTC Module & Baterai Mo....
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Potensiometer 10K - Mono Potensio Meter Linear Res....
- Motor Servo MG995 TowerPro Metal Gear....
- SG90 Motor Servo For Arduino Uno Mega SG 90 Biru S....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Optocoupler atau photo interrupter merupakan sensor optik slot tipe U yang menggunakan cahaya infra merah (IR) untuk mendeteksi ada atau tidaknya objek yang menghalangi jalur cahaya. Sensor ini memiliki dua bagian utama, yaitu:

Gambar 1. Schematic Komponen Optocoupler
-
Pemancar
Bagian ini berupa LED infra merah yang berfungsi memancarkan sinar infra merah secara terus-menerus ke arah detektor. Cahaya ini tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi oleh komponen Photodetector di sisi seberangnya. -
Penerima
Bagian penerima terdiri dari Phototransistor yang peka terhadap cahaya infra merah dari LED pemancar.
Ketika cahaya infra merah mengenai Phototransistor, maka transistor akan aktif dan menghasilkan sinyal pada output.
Sebaliknya, ketika sinar terhalang oleh objek seperti bagian gelap dari disk encoder, maka transistor akan nonaktif, dan output akan berubah ke kondisi logika berlawanan.
Kedua bagian ini dipasang berhadapan di dalam bentuk celah huruf “U”, sehingga sebuah benda seperti disk encoder bisa bergerak di antara keduanya dan memutus atau menghubungkan jalur cahaya infra merah. Dalam tutorial ini, kita akan membuat sistem sederhana yang menghitung jarak berdasarkan pulsa dari rotasi disk encoder, di mana 1 pulsa mewakili 1 mm pergerakan. Sistem ini sangat cocok untuk robot, mesin penghitung panjang kabel, konveyor, dan aplikasi otomasi lainnya.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Optocoupler ITR960
- Arduino nano
- Push button
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
Wiring Rangkaian Optocoupler
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin 5v ke positif Breadboard
- Pin GND ke negatif Breadboard
- Pin D2 ke emitter optocoupler
- Pin D3 ke positif button
- Pin D4 ke positif LED 2 melalui resistor
- Kaki anoda optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda optocouplerke GND
- Kaki collector optocouplerke GND
- Kaki emitter optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda LED 1 ke resistor emitter optocoupler
- Kaki anoda LED 2 ke 5v

Gambar 2. Wiring Rangkaian Optocoupler dengan Arduino Nano
Menulis Program Data Optocoupler
Setelah semua komponen terpasang, buka software Arduino IDE dan tulis kode berikut :
/*
Penghitung Jarak berbasis Encoder
Versi: Arduino Nano
Encoder: 1 slot = 1 mm
*/
const byte sensorPin = 2; // Pin interrupt dari sensor encoder
const byte resetButtonPin = 3; // Tombol reset
const byte ledPin = 4; // LED indikator
// Spesifikasi encoder
const unsigned int slotsPerRevolution = 88; // jumlah slot per putaran
// Masukkan perkiraan RPM maksimum alatmu di sini
const unsigned int maxRPM = 600; // ubah sesuai kebutuhan (contoh: 600, 3000, dst)
volatile unsigned long pulseCount = 0;
volatile unsigned long lastPulseTime = 0; // untuk debounce di ISR
unsigned long debounceMicros = 500; // dihitung otomatis di setup()
const unsigned long minDebounceMicros = 50; // batas bawah praktis (μs)
// ISR (Interrupt Service Routine) — menghitung pulsa dari encoder
void handleSensorPulse() {
unsigned long now = micros();
if (now - lastPulseTime > debounceMicros) {
pulseCount++;
lastPulseTime = now;
}
}
void setup() {
Serial.begin(115200);
Serial.println("=== Encoder Distance Counter (Arduino Nano) ===");
pinMode(sensorPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(resetButtonPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(ledPin, OUTPUT);
digitalWrite(ledPin, LOW);
// Hitung debounceMicros berdasarkan maxRPM & slots
float pulsesPerSec = ((float)maxRPM / 60.0) * (float)slotsPerRevolution;
if (pulsesPerSec <= 0.0001) pulsesPerSec = 1.0; // safety
float tMin_us = 1000000.0 / pulsesPerSec; // mikrodetik antar pulsa
unsigned long computed = (unsigned long)(tMin_us * 0.35f); // 35% dari interval
if (computed < minDebounceMicros) computed = minDebounceMicros;
debounceMicros = computed;
// Info ke Serial
Serial.print("Slots per Revolution: ");
Serial.println(slotsPerRevolution);
Serial.print("Max RPM: ");
Serial.println(maxRPM);
Serial.print("Estimated min interval (us): ");
Serial.println((unsigned long)tMin_us);
Serial.print("Debounce interval (us): ");
Serial.println(debounceMicros);
if (tMin_us * 0.35f < minDebounceMicros) {
Serial.println("⚠️ WARNING: maxRPM terlalu tinggi, bisa kehilangan pulsa!");
}
// Gunakan interrupt 0 (pin D2 di Nano)
attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(sensorPin), handleSensorPulse, RISING);
Serial.println(">> Encoder siap: 1 slot = 1 mm\n");
}
void loop() {
// Tombol reset ditekan (aktif LOW)
if (digitalRead(resetButtonPin) == LOW) {
noInterrupts();
pulseCount = 0;
interrupts();
digitalWrite(ledPin, HIGH);
Serial.println(">> Penghitung di-reset ke 0 mm");
delay(300); // debounce tombol
digitalWrite(ledPin, LOW);
}
// Ambil data dari variabel volatile
noInterrupts();
unsigned long pulseCopy = pulseCount;
interrupts();
// Hitung jarak (1 pulsa = 1 mm)
unsigned long jarakMM = pulseCopy;
Serial.print("Jarak Terdeteksi: ");
Serial.print(jarakMM);
Serial.println(" mm");
delay(100); // Update tiap 100 ms
}
Penjelasan Kode
slotsPerRevolution: jumlah lubang pada disk encoder.maxRPM: kecepatan maksimum perkiraan putaran disk (digunakan untuk menentukan waktu antar pulsa).pulseCount: jumlah total pulsa (setiap 1 pulsa = 1 mm).lastPulseTime: waktu mikrodetik dari pulsa terakhir untuk menghitung jeda antar pulsa (debounce).
Apa yang Akan Terjadi dengan Optocoupler?


Ketika disk encorder diputar secara perlahan maka sensor akan mendeteksi tiap pulsa nya sebagaia 1mm yang akan ditampilkan pada serial monitor secara berurutan tanpa adanya lonjakan yang tidak wajar, hal ini menunjukkan bahwa mekanisme debounce waktu mikrodetik (micros) pada ISR bekerja efektif untuk menyaring pulsa ganda akibat noise optik dari sensor. Saat tombol reset ditekan, LED indikator menyala sesaat dan penghitung kembali ke nol.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Pernah nggak lagi asyik nge-game atau mabar di kamar, eh tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras? Yang paling bikin... selengkapnya
Sensor INA219 merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur 2 parameter sekaligus yaitu tegangan (volt) dan arus (ampere). Tegangan yang... selengkapnya
Pernahkah Anda melihat katalog busana muslimah ataupun lainnya, lalu ada objek orang yang sama dengan mengunakan baju berwarna tetapi... selengkapnya
Sobat Maker, pernah nggak sih lagi asik merekam video pakai robot atau drone, eh hasilnya malah goyang-goyang kayak jelly? Masalah... selengkapnya
HK1600B merupakan salah satu sensor tekanan yang mudah kita temukan di pasaran, dengan output analog linear dari 0.5V hingga 4.5V,... selengkapnya
SW-420 adalah sensor untuk mendeteksi getaran, cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 1 buah pelampung logam yang berisi 2... selengkapnya
Sebagai seorang programmer tentu saja harus mempunyai kemampuan di bidang Bahasa pemograman karena landasan utama dalam membangun sebuah aplikasi... selengkapnya
Alat dan Bahan Sensor Inframerah MLX90614 Arduino nano beli Deskripsi Secara internal, MLX90614 terdiri dari dua perangkat yakni... selengkapnya
Detektor arus AC adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya arus listrik AC pada suatu rangkaian.... selengkapnya
Thingsboard merupakan sebuah platform IoT open-source yang memungkinkan anda untuk mengontrol ataupun memonitoring berbagai perangkat. Penggunaanya mudah, gratis dan... selengkapnya
Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Kategori
Artikel Terkait
-
Biar Dapur Anti Kebakaran Yuk Bikin Detektor Gas dan Asap Sederhana Pakai Arduino Uno
-
Jaga Rumah dari Kebakaran dengan Sistem Monitoring Arduino yang Satset dan Akurat
-
Pantau Tandon Air Gak Pake Ribet dengan ESP32 dan Sensor Water Level
-
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
-
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135

Saat ini belum tersedia komentar.