● online
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- Dimmer AC 4000W 220 Volt 4000 Watt 220V + Casing A....
- E18-D80NK Infrared Obstacle Avoidance Sensor Proxi....
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Membaca Sensor PIR Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Sensor PIR (Passive Infrared) adalah salah satu sensor yang paling sering digunakan untuk mendeteksi gerakan, terutama gerakan manusia. Sensor ini bekerja dengan cara mendeteksi perubahan radiasi inframerah yang dipancarkan oleh benda di sekitarnya. Karena tubuh manusia dan hewan berdarah panas selalu memancarkan radiasi inframerah, sensor PIR sangat efektif digunakan untuk mendeteksi keberadaan atau pergerakan.
Dalam kondisi normal, ketika tidak ada perubahan suhu atau gerakan di area yang dipantau, sensor PIR akan berada dalam keadaan siaga dan tidak menghasilkan sinyal aktif. Namun, saat ada objek bergerak melintasi area deteksi, sensor akan menangkap perubahan radiasi tersebut dan mengirimkan sinyal keluaran yang bisa dibaca oleh Arduino.
Pada percobaan ini, kamu akan belajar cara membaca sinyal dari sensor PIR menggunakan Arduino Uno Trainer Kit dan menampilkan hasil deteksinya melalui Serial Monitor.
Penyesuaian Sensor PIR
Sebagian besar modul sensor PIR dilengkapi dengan dua buah potensiometer kecil. Kedua potensiometer ini berfungsi untuk menyesuaikan karakteristik kerja sensor.

Gambar 1. Pinout Sensor PIR
Potensiometer pertama digunakan untuk mengatur sensitivitas sensor. Jika sensitivitas dinaikkan, sensor akan lebih mudah mendeteksi gerakan kecil. Potensiometer kedua digunakan untuk mengatur durasi sinyal aktif setelah gerakan terdeteksi. Semakin besar durasinya, semakin lama sensor akan berada dalam kondisi aktif meskipun gerakan sudah berhenti.
Pengaturan ini bisa disesuaikan agar sensor bekerja lebih stabil sesuai dengan kondisi ruangan dan kebutuhan percobaan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan percobaan ini, siapkan komponen berikut:
- Arduino Uno Trainer Kit
- Sensor PIR
- Kabel jumper
- Software Arduino IDE
Wiring Rangkaian Sensor PIR
Sebelum menulis program, susun terlebih dahulu rangkaian sensor PIR.
- Hubungkan kaki VCC sensor PIR ke pin 5V Arduino.
- Hubungkan kaki Output sensor PIR ke pin D6 Arduino.
- Hubungkan kaki GND sensor PIR ke pin GND Arduino.

Gambar 2. Wiring Rangkaian Sensor PIR dengan Pin D6 Arduino
Pastikan semua sambungan terpasang dengan benar dan kuat agar sensor dapat bekerja secara stabil.
Menulis Program Membaca Sensor PIR
Setelah rangkaian selesai dipasang, buka aplikasi Arduino IDE, lalu tuliskan program berikut dan unggah ke papan Arduino Uno.
int pirPin = 6;
int pirState = 0;
void setup() {
pinMode(pirPin, INPUT);
Serial.begin(9600);
}
void loop() {
pirState = digitalRead(pirPin);
if (pirState == HIGH) {
Serial.println("Gerakan terdeteksi");
} else {
Serial.println("Tidak ada gerakan");
}
delay(1000);
}
Penjelasan Kode
- int pirPin = 4; digunakan untuk menentukan pin digital yang terhubung ke keluaran sensor PIR
- int pirState = 0; digunakan untuk menyimpan kondisi hasil pembacaan sensor PIR
- pinMode(pirPin, INPUT); digunakan untuk mengatur pin sensor PIR sebagai masukan
- digitalRead(pirPin); digunakan untuk membaca kondisi keluaran sensor PIR
- if (pirState == HIGH) digunakan untuk mengecek apakah sensor mendeteksi adanya gerakan
- println(“Gerakan terdeteksi”); digunakan untuk menampilkan pesan ketika sensor PIR mendeteksi gerakan
- println(“Tidak ada gerakan”); digunakan untuk menampilkan pesan ketika sensor tidak mendeteksi gerakan
Hasil Percobaan
Setelah program berhasil diunggah dan Serial Monitor dibuka, Arduino akan mulai memantau kondisi sensor PIR secara terus-menerus. Saat tidak ada gerakan di sekitar sensor, Serial Monitor akan menampilkan pesan bahwa tidak ada gerakan yang terdeteksi. Pada kondisi ini, sistem berada dalam keadaan siaga.
Ketika seseorang atau objek bergerak melewati area deteksi sensor, sensor PIR akan mengubah kondisi keluarannya menjadi aktif. Arduino membaca perubahan ini dan langsung menampilkan pesan bahwa gerakan terdeteksi. Pesan tersebut akan tetap muncul selama sensor masih berada dalam kondisi aktif, sesuai dengan pengaturan durasi pada modul PIR.

Gambar 3. Hasil Percobaan Sensor PIR pada Serial Monitor
Setelah gerakan berhenti dan durasi sensor berakhir, keluaran sensor kembali tidak aktif dan Arduino kembali menampilkan status tidak ada gerakan. Proses ini akan terus berulang tanpa perlu menjalankan ulang program.
Percobaan ini menunjukkan bahwa Arduino mampu membaca sinyal digital dari sensor PIR dengan baik dan merespons perubahan kondisi lingkungan secara langsung. Dengan pemahaman ini, kamu bisa mengembangkan proyek yang lebih lanjut seperti alarm keamanan, lampu otomatis berbasis gerakan, atau sistem pemantauan ruangan.
Tutorial Membaca Sensor PIR Menggunakan Arduino Uno Trainer Kit
Android merupakan sistem operasi untuk perangkat seluler dengan pengguna terbesar di dunia termasuk di Indonesia, dengan market share 90%... selengkapnya
Setelah kemarin sudah belajar Blynk dan sensor LDR DISINI, sekarang lanjut ke sensor berikutnya yaitu sensor DHT11 untuk memonitoring... selengkapnya
Pada beberapa profesi yang menggunakan bantuan suatu aplikasi ataupun perangkat lunak sangatlah banyak. Nyatanya dengan adanya berbagai macam perangkat... selengkapnya
Rain sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi hujan turun atau tidak. Intinya sensor ini jika terkena air pada... selengkapnya
Semangat pagi semua, kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan LCD pada Arduino tanpa module I2C. Kenapa perlu belajar... selengkapnya
Pasti Anda semua sudah tahukan apa itu pas foto. Bagi Anda yang belum tahu apa itu pas foto, pas... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Ketemu lagi dengan sensor DS18b20, kali ini akan kita monitoring menggunakan aplikasi Blynk dan ESP-01. Langsung saja ya kita... selengkapnya
Panel P10 LED Matrix merupakan sebuah display berisi kumpulan led-led yang disusun secara matrix. Fungsinya untuk menampilkan informasi berupa... selengkapnya
Sensor TDS meter adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mengukur partikel terlarut dalam air, partikel terlarut termasuk zat organik... selengkapnya
MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.300Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800Warna : biru dan merah Bahan Alumunium 25T include baut 2 pcs
Rp 8.750

Saat ini belum tersedia komentar.