● online
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- ESP32 ESP-32 Wireless Module ESP32-S ESP-WROOM-32 ....
- LCD 16x2 / 1602 Display Arduino Raspberry LCD 16 x....
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to M....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Dasar Menyalakan LED Menggunakan Raspberry Pi dan GPIO
Salah satu proyek pertama yang sering dilakukan oleh pemula dalam dunia Raspberry Pi adalah menyalakan LED. Meskipun terlihat sederhana, proyek ini merupakan langkah awal penting untuk memahami bagaimana Raspberry Pi dapat mengontrol perangkat elektronik menggunakan pin GPIO (General Purpose Input/Output). Dalam tutorial ini, kamu akan mempelajari cara menyalakan LED menggunakan Raspberry Pi secara aman dan efektif. Cocok untuk pemula yang ingin mulai bereksperimen dengan physical computing!
LED (Light Emitting Diode) adalah komponen yang dasar sering dipakai dalam berbagai proyek elektronika karena mudah digunakan dan hemat energi. Tapi perlu diingat, LED juga cukup sensitif. Kalau diberi arus terlalu besar, LED bisa rusak dan bahkan bisa sampai meledak.
Supaya aman, kita perlu menambahkan resistor secara seri dengan LED. Resistor ini berfungsi membatasi jumlah arus listrik yang mengalir ke LED, sehingga komponen kecil ini bisa bekerja dengan baik dan tahan lama.
Sebagai contoh, kamu bisa coba hubungkan kaki panjang LED (anoda) ke pin GPIO 3V3 di Raspberry Pi, lalu kaki pendeknya (katoda) ke pin GND. Di antara sambungan tersebut, pasang resistor dengan nilai minimal 50Ω. Semakin besar nilai resistornya, biasanya LED akan terlihat lebih redup—jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Raspberry Pi Trainer Kit V2
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
- Software:
- MobaXterm (untuk remote terminal)
- Notepad++ (untuk menulis skrip Python)
Wiring Rangkaian Percobaan Pertama
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin katoda LED ke 3v3
- Pin anoda ke GND

Gambar 1. Wiring Rangkaian Percobaan LED ke Pin 3v3
Jika LED kamu tersambung ke pin 3V3, maka LED akan langsung menyala. Ini karena pin 3V3 selalu memberikan tegangan, jadi LED akan terus menyala selama Raspberry Pi menyala.

Gambar 2. Hasil Percobaan LED terhubung ke pin 3v3
Tapi sekarang, sebagai perbandingan coba pindahkan koneksi LED dari pin 3V3 ke GPIO. Apa yang dapat terjadi dengan hanya memindahkan 1 kabel?
Wiring Rangkaian Percobaan Kedua
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin VCC ke GPIO 17
- Pin GND ke GND

Gambar 3. Wiring Rangkaian Percobaan ke pin GPIO 17
Apa yang Akan Terjadi?

Gambar 3. Hasil percobaan LED ke pin GPIO 17
Hasilnya? LED akan mati. Ini wajar, karena GPIO 17 tidak memberikan tegangan secara otomatis. Bedanya, sekarang LED sudah terhubung ke pin yang bisa dikendalikan lewat kode!
Tutorial ini merupakan langkah awal yang sederhana namun penting untuk memahami konsep kontrol digital menggunakan Raspberry Pi. Dengan hanya menggunakan LED dan resistor, kamu sudah bisa mulai belajar bagaimana perangkat lunak dan perangkat keras dapat bekerja sama. Setelah ini, kamu bisa mengembangkan proyek ke tingkat berikutnya, seperti menyalakan LED berdasarkan sensor gerak atau membuat sistem notifikasi sederhana. Terus bereksperimen, dan selamat belajar dunia fisik dengan Raspberry Pi!
Tutorial Dasar Menyalakan LED Menggunakan Raspberry Pi dan GPIO
Sensor PIR (HC-SR501) digunakan untuk mendeteksi pergerakan yang ada di depannya. Sensor PIR (HC-SR501) terbuat dari bahan pyroelectric yang... selengkapnya
Motor servo adalah salah satu jenis motor listrik yang memiliki feedback berupa sensor posisi. Dengan adanya feedback tersebut, motor... selengkapnya
Sensor suara merupakan sensor yang dapat mengubah besaran suara menjadi besaran listrik dimana nilai diperoleh dari besarnya gelombang suara... selengkapnya
Apa itu efek autumn? Efek autumn adalah efek musim gugur, dimana dedaunan akan berubah warna dari hijau menjadi coklat... selengkapnya
Setelah kamu mengenal Arduino Uno dan isi dari Arduino Uno Trainer Kit, sekarang saatnya masuk ke bagian yang lebih teknis... selengkapnya
Pada artikel ini akan membahas bagaimana cara menangani motor stepper dan uln2003 tentunya masih menggunakan Arduino sebagai kontrolernya. Stepper... selengkapnya
Jumpa lagi dengan tutorial mengenai thingspeak, kali ini akan dibahas cara menampilkan data suhu pada Thingspeak menggunakan ESP-01 dan... selengkapnya
Sensor level A01 Series adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan benda padat atau cairan menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini... selengkapnya
Sensor sentuh merupakan sebuah saklar yang cara penggunaanya dengan cara disentuh menggunakan jari. Ketika sensor ini disentuh maka sensor... selengkapnya
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai 7 segment. Berbeda dengan tutorial sebelumnya yang membahas 1 digit... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.90012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.4002000W SCR Electronic Voltage Regulator Speed Controller Dimmer Thermostat Aplikasi : Kontrol temperature heater, kontrol kecepatan fan/bor tangan/gurinda tangan, kompor… selengkapnya
Rp 19.500Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900

Saat ini belum tersedia komentar.