● online
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
LED Otomatis Menggunakan Sensor LDR dan NodeMCU
Untuk membuat sebuah perangkat otomatis (di artikel ini lampu LED) sebenarnya dapat menggunakan berbagai macam sensor misalnya sensor suhu, sensor suara, sensor infrared, sensor cahaya LDR dan masih banyak yang lainnya. Nah pada artikel ini akan dibahas menggunakan sensor cahaya LDR. Jadi ketika cahaya berkurang lampu LED akan menyala dan ketika cahaya terang lampu LED akan mati. Oke langsung saja, adapun komponen yang digunakan berikut ini :
Alat dan bahan :
- NodeMCU V3, BELI
- Kabel Micro USB, BELI
- Sensor LDR dan 10k Ohm
- Lampu LED dan Resistor 220 Ohm
- Kabel jumper, BELI
- Project board, BELI
Rangkaian :

Keterangan :
- Output sensor LDR dihubungkan ke pin A0 NodeMCU
- Kaki + LED disambung dengan resistor 220 Ohm dihubungkan ke pin D1
- Kaki – LED dihubungkan ke GND
Sketch program :
#define sensorLDR A0
#define pinLED D1
int nilaiSensor;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(pinLED, OUTPUT);
Serial.println("LED Otomatis NODEMCU");
delay(3000);
}
void loop() {
nilaiSensor = analogRead(sensorLDR);
Serial.print("Nilai Sensor : ");
Serial.println(nilaiSensor);
if(nilaiSensor <=15){
digitalWrite(pinLED, HIGH);
Serial.print("Gelap nih, LED nyala");
}else{
digitalWrite(pinLED, LOW);
Serial.print("Terang nih, LED mati");
}
delay(1000);
}
Penggunaaan :
- Untuk memulainya silahkan rangkai semua komponen seperti gambar di atas dan hubungkan ke laptop dengan kabel Micro USB
- Buka Arduino, masuk menu Tools > Board : NodeMCU 1.0 > Sesuaikan Portnya
- Upload sketch program di atas hingga muncul “Done Uploading“
- Buka Serial Monitor, perhatikan nilai resistansi sensor LDR.
Hasil :
Seperti sudah dijelaskan pada awal artikel, yaitu ketika cahaya berkurang lampu LED akan menyala dan ketika cahaya terang lampu LED akan mati.
Tadaaa !Sampai tahap ini anda sudah berhasil membuat sebuah LED otomatis menggunakan sensor LDR.
LED Otomatis Menggunakan Sensor LDR dan NodeMCU
Pada postingan sebelumnya sudah membahas tentang kontrol relay menggunakan Arduino di sini. Nah untuk kali ini saya akan membahasnya... selengkapnya
Kali ini kita akan mencoba menggunakan sensor DHT11 pada ESP32. Seperti yang kita ketahui sensor DHT11 ini berfungsi untuk... selengkapnya
Tombol adalah salah satu komponen input paling sederhana namun sangat penting dalam berbagai proyek elektronika. Dalam tutorial ini, kamu akan... selengkapnya
Hallo apa kabar pada artikel ini saya berbagi cara kontrol led menggunakan potensiometer pada NodeMCU. Jadi nanti akan mengatur... selengkapnya
RFID merupakan suatu teknologi yang dapat mengidentifikasi sebuah objek menggunakan frekuensi radio. Untuk dapat menggunakanya kita membutuhkan sebuah ID... selengkapnya
Kalau kamu tertarik belajar elektronika, robotika, atau ingin membuat proyek-proyek interaktif sendiri, Arduino adalah salah satu platform terbaik untuk memulainya.... selengkapnya
Sensor PIR (Passive Infrared) berfungsi sebagai pendeteksi gerakan berbasis suhu tubuh, khususnya radiasi inframerah yang dipancarkan oleh manusia dan hewan... selengkapnya
Apa itu relay? Relay merupakan sebuah saklar yang dikendalikan dengan aliran arus listrik. Pada relay terdapat 2 bagian utama... selengkapnya
Hari ini kita akan mencoba untuk menampilkan data sensor ldr ke web server dengan koneksi WIFI menggunakan board NodeMCU.... selengkapnya
Selamat datang di indomaker.com, pada pembahasan kali ini admin akan mengupas tentang penggunaan ESP32-CAM. Module ini merupakan sebuah module... selengkapnya
Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Spesifikasi: 50mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 75.000Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.300The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300

Saat ini belum tersedia komentar.