● online
- Potensiometer 10K - Mono Potensio Meter Linear Res....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to M....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- Max7219 Led Dot Matrix 32x8 Display Module For Ard....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- PWM DC 10A Motor 12V-40V Pulse Width Modulation Sp....
- Kabel Jumper Dupont Pelangi 30 cm female to Female....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Mengenal Lebih Lanjut Pin pada Sensor Line Tracker BFD-1000 dengan Raspberry Pi
Setelah mengetahui spesifikasi dan fungsi BFD-1000 pada artikel sebelumnya, maka kini mari kita belajar lebih dalam lagi mengenai pin pada BFD-1000. Di percobaan kali ini kita akan belajar untuk mengecek fungsi tiap sensor yang terdapat di modul.
Pada modul sensor line tracker BFD-1000 ada 5 sensor inframerah yang berfungsi untuk mendeteksi garis (hitam/putih), 1 sensor sentuh yang aktif ketika mendeteksi benturan, dan terakhir sensor jarak inframerah , meski sama-sama inframerah tapi sensor ini berfungsi sebagai mendeteksi penghalang atau benda di depan.

Gambar 1. Tata Letak Komponen Pendukung BFD-1000
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan:
- Raspberry Pi Trainer Kit V2
- Sensor Line Tracking BFD-1000
- Kabel jumper
- Software:
- MobaXterm (untuk remote terminal)
- Notepad++ (untuk menulis skrip Python)
Wiring Rangkaian BFD-1000
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin VCC ke 3v3
- Pin GND ke GND
- Pin S1 ke 18
- Pin S2 ke 16
- Pin S3 ke 19
- Pin S4 ke 20
- Pin S5 ke 21
- Pin CLP ke 26
- Pin Near ke 6

Gambar 2. Wiring Rangkaian BFD-1000 dengan Raspberry Pi
Menulis Program Mengecek Tiap Pin Sensor pada BFD-1000
Setelah semua komponen terpasang, buka Notepad++ dan buat file Python baru. Tulis kode berikut dan simpan file dengan nama bfd.py :
import RPi.GPIO as GPIO
import time
# --- SETUP PIN SENSOR ---
sensor_pins = {
"S1_kanan_luar": 18,
"S2_kanan_dalam": 16,
"S3_tengah": 19,
"S4_kiri_dalam": 20,
"S5_kiri_luar": 21,
"CLP": 26,
"NEAR": 6
}
GPIO.setmode(GPIO.BCM)
GPIO.setwarnings(False)
# Atur semua pin sensor sebagai input
for pin in sensor_pins.values():
GPIO.setup(pin, GPIO.IN)
# --- URUTAN TES SENSOR ---
sensor_urut = list(sensor_pins.items())
try:
print("Tes sensor satu per satu. Tekan Ctrl+C untuk berhenti.\n")
for nama, pin in sensor_urut:
print(f"--- Tes {nama.upper()} (GPIO {pin}) ---")
print("Letakkan objek (garis hitam / tangan / penghalang) di depan sensor.")
time.sleep(2)
for i in range(60): # <- Durasi diperpanjang: 60 × 0.3 detik ≈ 18 detik
status = GPIO.input(pin)
status_str = "Aktif (LOW / Hitam / Objek Dekat)" if status == GPIO.LOW else "Nonaktif (HIGH / Putih / Tidak Ada Objek)"
print(f"{nama.upper():<15}: {status_str}")
time.sleep(0.3)
print("-" * 40)
input("Tekan [ENTER] untuk lanjut ke sensor berikutnya...\n")
except KeyboardInterrupt:
print("\nTes dihentikan oleh user.")
finally:
GPIO.cleanup()
Penjelasan Kode
import RPi.GPIOdantime: Mengimpor library untuk mengakses GPIO Raspberry Pi dan fungsi waktu.sensor_pins = {...}: Menentukan pin GPIO yang digunakan oleh masing-masing sensor (S1–S5, CLP, dan NEAR).GPIO.setmode(GPIO.BCM): Mengatur Raspberry Pi untuk menggunakan penomoran pin BCM (bukan fisik).GPIO.setup(..., GPIO.IN): Mengatur semua pin sensor sebagai input digital agar dapat membaca sinyal dari sensor.sensor_urut = list(sensor_pins.items()): Mengubah dictionary sensor menjadi daftar berurutan untuk pengujian satu per satu.- Loop
fordigunakan untuk mengecek masing-masing sensor selama beberapa detik. GPIO.input(pin): Digunakan untuk membaca status sensor (LOW atau HIGH).- Status sensor ditampilkan dalam teks, menunjukkan apakah sensor aktif (mendeteksi garis hitam atau objek dekat) atau tidak.
input("Tekan ENTER..."): Program menunggu pengguna untuk lanjut ke sensor berikutnya setelah selesai menguji satu sensor.GPIO.cleanup(): Membersihkan semua konfigurasi GPIO setelah program dihentikan, agar tidak terjadi konflik di penggunaan berikutnya.
Apa yang Akan Terjadi?

Gambar 2. Hasil Percobaan Tes Sensor Line Tracker dengan Raspberry Pi
Saat program dijalankan, Raspberry Pi akan mengetes setiap sensor yang terhubung secara bergantian, mulai dari S1 hingga S5, serta sensor CLP dan NEAR. Untuk setiap sensor, diberi waktu sekitar 18 detik, jika sensor mendeteksi objek, akan muncul tulisan “Aktif (LOW / Hitam / Objek Dekat)”, dan jika tidak mendeteksi, akan muncul “Nonaktif (HIGH / Putih / Tidak Ada Objek)”. Setelah selesai membaca satu sensor, tekan ENTER untuk melanjutkan ke sensor berikutnya. Proses ini terus berlangsung sampai semua sensor diuji atau program dihentikan secara manual.
Mengenal Lebih Lanjut Pin pada Sensor Line Tracker BFD-1000 dengan Raspberry Pi
Pada kesempatan ini kita akan menggunakan esp-01 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban. Dimana kemarin kita sudah belajar cara menggunakan... selengkapnya
Sensor INA219 merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur 2 parameter sekaligus yaitu tegangan (volt) dan arus (ampere). Tegangan yang... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Sensor DS18b20 merupakan sebuah sensor untuk mendeteksi suhu ruangan, namun bisa juga untuk suhu air tergantung dari jenis... selengkapnya
Pada penggunaan mesin CNC router salah satu kegunaanya adalah dapat membuat layout atau jalur PCB. Cara penggunaanya kita memerlukan... selengkapnya
Telegram adalah sebuah aplikasi chating yang cukup banyak penggunanya dan telegram ini dapat menjawab sendiri sesuai dengan perintah yang... selengkapnya
Sudah pernah menyalakan LED menggunakan Python? Atau membaca input dari tombol? Di proyek kali ini, kamu akan menggabungkan dua fungsi... selengkapnya
Pada beberapa profesi yang menggunakan bantuan suatu aplikasi ataupun perangkat lunak sangatlah banyak. Nyatanya dengan adanya berbagai macam perangkat... selengkapnya
Sensor getar Piezoelektrik adalah komponen yang fantastis untuk mendeteksi benturan, getaran, atau bahkan suara. Namun berbeda dengan modul piezo 3... selengkapnya
Sensor getar Piezoelectric Ceramic (Piezo) merupakan sensor getaran sederhana namun sangat sensitif yang mampu menghasilkan tegangan saat terjadi tekanan atau... selengkapnya
this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400

Saat ini belum tersedia komentar.