● online
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B
- ESP32 ESP-32 Wireless Module ESP32-S ESP-WROOM-32
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal
- MP3 TF 16P Alternatif DFPlayer mini MP3 Player Ard
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Menangani 8×8 LED Dot Matrix Arduino
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris dan 8 kolom. Display nya bisa menampilkan berbagai karakter seperti huruf, angka maupun gambar. Untuk kegunaannya sering dipakai sebagai papan informasi berupa running text atau pun yang lainnya. Di bawah ini merupakan konfigurasi dari 8×8 dot matrix ini.

Sama seperti 7 segment dot matrix ini juga mempunyai jenis yaitu anoda dan katoda. Secara tampilan tidak ada bedanya, namun kita bisa mengenalinya dengan kode/seri yang terdapat di 8×8 dot matrix itu sendiri. Untuk katoda biasa ditandai dengan akhiran Ax, misalnya 2728AS. Sementara untuk anoda ditandai dengan akhiran Bx misalnya 3930BS. Cukup mudah kan? agar dapat digunakan sesuai keinginan, kita membutuhkan sebuah kontroler yang tak asing lagi adalah Arduino.
Alat dan bahan
Rangkaian

Sketch Program
#define ROW_1 2
#define ROW_2 3
#define ROW_3 4
#define ROW_4 5
#define ROW_5 6
#define ROW_6 7
#define ROW_7 8
#define ROW_8 9
#define COL_1 10
#define COL_2 11
#define COL_3 12
#define COL_4 13
#define COL_5 A0
#define COL_6 A1
#define COL_7 A2
#define COL_8 A3
const byte rows[] = {
ROW_1, ROW_2, ROW_3, ROW_4, ROW_5, ROW_6, ROW_7, ROW_8
};
const byte col[] = {
COL_1,COL_2, COL_3, COL_4, COL_5, COL_6, COL_7, COL_8
};
// The display buffer
// It's prefilled with a smiling face (1 = ON, 0 = OFF)
byte ALL[] = {B11111111,B11111111,B11111111,B11111111,B11111111,B11111111,B11111111,B11111111};
byte EX[] = {B00000000,B00010000,B00010000,B00010000,B00010000,B00000000,B00010000,B00000000};
byte A[] = { B00000000,B00111100,B01100110,B01100110,B01111110,B01100110,B01100110,B01100110};
byte B[] = {B01111000,B01001000,B01001000,B01110000,B01001000,B01000100,B01000100,B01111100};
byte C[] = {B00000000,B00011110,B00100000,B01000000,B01000000,B01000000,B00100000,B00011110};
byte D[] = {B00000000,B00111000,B00100100,B00100010,B00100010,B00100100,B00111000,B00000000};
byte E[] = {B00000000,B00111100,B00100000,B00111000,B00100000,B00100000,B00111100,B00000000};
byte F[] = {B00000000,B00111100,B00100000,B00111000,B00100000,B00100000,B00100000,B00000000};
byte G[] = {B00000000,B00111110,B00100000,B00100000,B00101110,B00100010,B00111110,B00000000};
byte H[] = {B00000000,B00100100,B00100100,B00111100,B00100100,B00100100,B00100100,B00000000};
byte I[] = {B00000000,B00111000,B00010000,B00010000,B00010000,B00010000,B00111000,B00000000};
byte J[] = {B00000000,B00011100,B00001000,B00001000,B00001000,B00101000,B00111000,B00000000};
byte K[] = {B00000000,B00100100,B00101000,B00110000,B00101000,B00100100,B00100100,B00000000};
byte L[] = {B00000000,B00100000,B00100000,B00100000,B00100000,B00100000,B00111100,B00000000};
byte M[] = {B00000000,B00000000,B01000100,B10101010,B10010010,B10000010,B10000010,B00000000};
byte N[] = {B00000000,B00100010,B00110010,B00101010,B00100110,B00100010,B00000000,B00000000};
byte O[] = {B00000000,B00111100,B01000010,B01000010,B01000010,B01000010,B00111100,B00000000};
byte P[] = {B00000000,B00111000,B00100100,B00100100,B00111000,B00100000,B00100000,B00000000};
byte Q[] = {B00000000,B00111100,B01000010,B01000010,B01000010,B01000110,B00111110,B00000001};
byte R[] = {B00000000,B00111000,B00100100,B00100100,B00111000,B00100100,B00100100,B00000000};
byte S[] = {B00000000,B00111100,B00100000,B00111100,B00000100,B00000100,B00111100,B00000000};
byte T[] = {B00000000,B01111100,B00010000,B00010000,B00010000,B00010000,B00010000,B00000000};
byte U[] = {B00000000,B01000010,B01000010,B01000010,B01000010,B00100100,B00011000,B00000000};
byte V[] = {B00000000,B00100010,B00100010,B00100010,B00010100,B00010100,B00001000,B00000000};
byte W[] = {B00000000,B10000010,B10010010,B01010100,B01010100,B00101000,B00000000,B00000000};
byte X[] = {B00000000,B01000010,B00100100,B00011000,B00011000,B00100100,B01000010,B00000000};
byte Y[] = {B00000000,B01000100,B00101000,B00010000,B00010000,B00010000,B00010000,B00000000};
byte Z[] = {B00000000,B00111100,B00000100,B00001000,B00010000,B00100000,B00111100,B00000000};
float timeCount = 0;
void setup()
{
// Open serial port
Serial.begin(9600);
// Set all used pins to OUTPUT
// This is very important! If the pins are set to input
// the display will be very dim.
for (byte i = 2; i <= 13; i++)
pinMode(i, OUTPUT);
pinMode(A0, OUTPUT);
pinMode(A1, OUTPUT);
pinMode(A2, OUTPUT);
pinMode(A3, OUTPUT);
}
void loop() {
// This could be rewritten to not use a delay, which would make it appear brighter
delay(5);
timeCount += 1;
if(timeCount < 20)
{
drawScreen(A);
}
else if (timeCount < 40)
{
drawScreen(R);
}
else if (timeCount < 60)
{
drawScreen(D);
}
else if (timeCount < 80)
{
drawScreen(U);
}
else if (timeCount < 100)
{
drawScreen(I);
}
else if (timeCount < 120)
{
drawScreen(N);
}
else if (timeCount < 140) {
drawScreen(O);
}
else if (timeCount < 160)
{
drawScreen(ALL);
}
else if (timeCount < 180)
{
drawScreen(ALL);
}
else {
// back to the start
timeCount = 0;
}
}
void drawScreen(byte buffer2[])
{
// Turn on each row in series
for (byte i = 0; i < 8; i++) // count next row
{
digitalWrite(rows[i], HIGH); //initiate whole row
for (byte a = 0; a < 8; a++) // count next row
{
// if You set (~buffer2[i] >> a) then You will have positive
digitalWrite(col[a], (buffer2[i] >> a) & 0x01); // initiate whole column
delayMicroseconds(100); // uncoment deley for diferent speed of display
//delayMicroseconds(1000);
//delay(10);
//delay(100);
digitalWrite(col[a], 1); // reset whole column
}
digitalWrite(rows[i], LOW); // reset whole row
// otherwise last row will intersect with next row
}
}
//
/* this is siplest resemplation how for loop is working with each row.
digitalWrite(COL_1, (~b >> 0) & 0x01); // Get the 1st bit: 10000000
digitalWrite(COL_2, (~b >> 1) & 0x01); // Get the 2nd bit: 01000000
digitalWrite(COL_3, (~b >> 2) & 0x01); // Get the 3rd bit: 00100000
digitalWrite(COL_4, (~b >> 3) & 0x01); // Get the 4th bit: 00010000
digitalWrite(COL_5, (~b >> 4) & 0x01); // Get the 5th bit: 00001000
digitalWrite(COL_6, (~b >> 5) & 0x01); // Get the 6th bit: 00000100
digitalWrite(COL_7, (~b >> 6) & 0x01); // Get the 7th bit: 00000010
digitalWrite(COL_8, (~b >> 7) & 0x01); // Get the 8th bit: 00000001
}*/
Upload sketch program di atas, jika sudah yang nampil pada dot marix adalah icon love ;p. Semoga bermanfaat. terima kasih
Menangani 8×8 LED Dot Matrix Arduino
RTC DS3231 merupakan sebuah jenis modul yang dapat menghasilkan waktu digital secara realtime dengan tambahan sebuah baterai tipe kancing... selengkapnya
Ada beberapa jenis view di Android dan kali ini yang kita akan bahas adalah ListView. ListView adalah view yang... selengkapnya
Secara bawaan, Arduino Uno sebenarnya sudah memiliki pin analog. Tapi pada beberapa proyek, terutama saat jumlah sensor analog semakin banyak,... selengkapnya
Jumpa lagi dengan indomaker, salam hangat untuk anda-anda diluar sana yang selalu semangat belajar Arduino. Pada tutorial kali ini... selengkapnya
Dulu kita sudah belajar untuk mengisi bootloader Arduino Uno ke IC Atmega328 juga, namun dengan jenis DIP (LIHAT DISINI).... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tapi juga bisa digunakan untuk membuat simulasi lampu... selengkapnya
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor,... selengkapnya
Pernahkah Anda melihat suatu objek foto diatas air, lalu di atas air ada pantulan dari objek foto tersebut, nah... selengkapnya
I2C merupakan sebuah modul komunikasi serial dua arah yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data. Keduanya adalah SCL (Serial... selengkapnya
Potensiometer adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika ataupun kebutuhan pemakainya.... selengkapnya
TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.0001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800Menangani 8×8 LED Dot Matrix Arduino
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
-
Tutorial Menggerakkan Motor Servo sebagai Leher Robot Menggunakan Arduino Uno
-
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508

Saat ini belum tersedia komentar.