● online
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Simulasi Sensor LDR untuk LED Otomatis menggunakan Arduino di Tinkercad

Simulasi LED Otomatis menggunakan Sensor LDR di Tinkercad
Berikut merupakan contoh simulasi sederhana dari implementasi sensor LDR untuk LED otomatis menggunakan Arduino. Jadi, sensor LDR sebagai sensor cahaya akan mendeteksi cahaya yang ada di sekitarnya, jika kondisi gelap LED akan dibuat otomatis menyala, sedangkan pada kondisi terang, LED akan dibuat otomatis mati. Platform yang digunakan untuk simulasi adalah Tinkercad. Berikut merupakan list komponen yang akan digunakan pada tutorial kali ini :- Arduino Uno
- sensor LDR (photoresistor)
- resistor 220 ohm (terhubung ke LED)
- resistor 4.7k ohm (terhubung ke sensor LDR)
- LED.
- Masuk ke https://www.tinkercad.com/dashboard, kemudian klik Circuits → Create new Circuit
- Lalu Anda bisa ganti nama rangkaian simulasi dengan double click pada pojok kiri atas → ketikkan nama yang diinginkan. Misalnya : “Simulasi Lampu Otomatis”. Selanjutnya, pilih Components → All, kemudian susun modul serta komponen seperti pada rangkaian di bawah ini.


// C++ code
int sensorLampu = 0;
void setup()
{
pinMode(A0, INPUT);
pinMode(8, OUTPUT);
}
void loop()
{
sensorLampu = analogRead(A0);
if (sensorLampu < 180) {
digitalWrite(8, HIGH);
} else {
digitalWrite(8, LOW);
}
delay(1); // Wait for 1 millisecond(s)
}
4. Jalankan simulasi dengan klik Start Simulation


Penjelasan tentang Cara Kerja Alat
Alat yang dibuat menggunakan sensor LDR (photoresistor) sebagai pendeteksi gelap/terangnya kondisi di sekitar sensor. Sehingga dua kondisi yang mungkin akan terjadi adalah sebagai berikut : a. Jika sensor LDR (photoresistor) mendeteksi kondisi di sekitar sensor sebagai kondisi gelap, maka LED akan menyala otomatis.

Tags: Sensor LDR, Tutorial, Tutorial Tinkercad
Simulasi Sensor LDR untuk LED Otomatis menggunakan Arduino di Tinkercad
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor,... selengkapnya
Pernah suatu ketika axis X, Y, atau z CNC kita berubah, gcode yang sudah jadi setelah di running tidak... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tapi juga bisa digunakan untuk membuat simulasi lampu... selengkapnya
Thingspeak merupakan sebuah platform Internet of things yang memungkinkan anda untuk memonitoring/kontrol device menggunakan internet. Platform Iot ini gratis... selengkapnya
Jumpa lagi dengan indomaker, salam hangat untuk anda-anda diluar sana yang selalu semangat belajar Arduino. Pada tutorial kali ini... selengkapnya
Potensiometer adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika ataupun kebutuhan pemakainya.... selengkapnya
Pernah gak sih kamu lupa nyiram tanaman kesayangan sampai daunnya layu dan hampir mati? Padahal, menjaga tanaman tetap segar dan... selengkapnya
Seorang web programmer agar dapat mengembangkan website agar lebih menarik dan nyaman saat digunakan serta memenuhi kebutuhan user wajib... selengkapnya
Hallo, kali ini akan membahas bagaimana cara untuk membuat dimmer menggunakan mosfet D4184 module. Mosfet mempunyai fungsi yaitu untuk... selengkapnya
Sensor ultrasonik adalah salah satu sensor yang sering digunakan untuk mengukur jarak objek tanpa kontak langsung. Sensor ini bekerja dengan... selengkapnya
Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900Case patern: Solid Warna : Merah dan Hijau Current: 10-20 mA Diameter: 3mm
Rp 300Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Simulasi Sensor LDR untuk LED Otomatis menggunakan Arduino di Tinkercad
Kategori
Artikel Terkait
-
Biar Dapur Anti Kebakaran Yuk Bikin Detektor Gas dan Asap Sederhana Pakai Arduino Uno
-
Jaga Rumah dari Kebakaran dengan Sistem Monitoring Arduino yang Satset dan Akurat
-
Pantau Tandon Air Gak Pake Ribet dengan ESP32 dan Sensor Water Level
-
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
-
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135

Saat ini belum tersedia komentar.