● online
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- E18-D80NK Infrared Obstacle Avoidance Sensor Proxi....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Push Button Tactile Switch Saklar Tombol Tinggi - ....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor, kamu bisa membuat berbagai proyek menarik seperti mobil robot, conveyor mini, hingga mekanisme otomatis lainnya. Namun, motor tidak bisa langsung dikendalikan dari pin Arduino Uno.
Alasannya sederhana: motor membutuhkan arus dan daya yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pin digital Arduino. Selain itu, motor juga bisa menghasilkan tegangan balik saat berhenti atau berubah arah secara tiba-tiba, yang berisiko merusak Arduino. Karena itulah dibutuhkan motor driver sebagai perantara agar motor bisa dikendalikan dengan aman.
Pada percobaan ini, kamu akan belajar cara mengendalikan empat motor DC menggunakan Arduino Uno dan motor driver MX1508. Sebelum digunakan untuk sistem robot, setiap motor akan diuji untuk memastikan arah putaran dan koneksi sudah benar.
Cara Kerja Sistem Kendali Motor
Arduino mengirimkan sinyal logika ke pin input motor driver. Ketika satu pin bernilai HIGH dan pasangannya bernilai LOW, motor akan berputar ke satu arah. Jika kombinasi logika dibalik, motor akan berputar ke arah sebaliknya. Ketika kedua pin bernilai LOW, motor akan berhenti.
Dengan mengatur beberapa motor secara bersamaan, Arduino dapat mengontrol pergerakan mobil robot, seperti maju, berhenti, dan mundur.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan percobaan ini, siapkan komponen berikut:
- Arduino Uno Trainer Kit
- Motor driver MX1508
- Motor DC
- Baterai sebagai sumber daya motor
- Roda atau ban mobil mainan
- Kabel jumper
- Software Arduino IDE
Wiring Rangkaian Motor Driver
Sebelum menulis program, susun terlebih dahulu rangkaian motor driver dengan Arduino Uno.
- Motor driver dihubungkan ke sumber daya motor melalui pin positif dan ground.
- Setiap motor DC dihubungkan ke keluaran motor driver.
Pin kendali motor driver dihubungkan ke pin digital Arduino sebagai berikut:
Motor Driver 1
- IN1 ke pin D13 Arduino
- IN2 ke pin D12 Arduino
- IN3 ke pin D11 Arduino
- IN4 ke pin D10 Arduino
Motor Driver 2
- IN1 ke pin D9 Arduino
- IN2 ke pin D8 Arduino
- IN3 ke pin D7 Arduino
- IN4 ke pin D6 Arduino

Gambar 1. Wiring Rangkaian Menggerakan Motor Driver
Setiap pasangan pin IN digunakan untuk mengatur satu motor, dengan kombinasi logika tertentu untuk menentukan arah putaran.
Menulis Program Menggerakkan Motor DC
Setelah rangkaian terpasang dengan benar, buka Arduino IDE, lalu tuliskan program berikut dan unggah ke papan Arduino Uno.
// ===== DRIVER 1 =====
#define D1_IN1 13
#define D1_IN2 12
#define D1_IN3 11
#define D1_IN4 10
// ===== DRIVER 2 =====
#define D2_IN1 9
#define D2_IN2 8
#define D2_IN3 7
#define D2_IN4 6
void setup() {
pinMode(D1_IN1, OUTPUT);
pinMode(D1_IN2, OUTPUT);
pinMode(D1_IN3, OUTPUT);
pinMode(D1_IN4, OUTPUT);
pinMode(D2_IN1, OUTPUT);
pinMode(D2_IN2, OUTPUT);
pinMode(D2_IN3, OUTPUT);
pinMode(D2_IN4, OUTPUT);
Serial.begin(9600);
Serial.println("2 Motor Driver MX1508 siap digunakan");
}
void loop() {
Serial.println("SEMUA MOTOR MAJU");
semuaMotorMaju();
delay(2000);
Serial.println("SEMUA MOTOR STOP");
stopSemuaMotor();
delay(1000);
Serial.println("SEMUA MOTOR MUNDUR");
semuaMotorMundur();
delay(2000);
Serial.println("SEMUA MOTOR STOP");
stopSemuaMotor();
delay(2000);
}
// ===== FUNGSI =====
void semuaMotorMaju() {
digitalWrite(D1_IN1, LOW);
digitalWrite(D1_IN2, HIGH);
digitalWrite(D1_IN3, LOW);
digitalWrite(D1_IN4, HIGH);
digitalWrite(D2_IN1, LOW);
digitalWrite(D2_IN2, HIGH);
digitalWrite(D2_IN3, HIGH);
digitalWrite(D2_IN4, LOW);
}
void semuaMotorMundur() {
digitalWrite(D1_IN1, HIGH);
digitalWrite(D1_IN2, LOW);
digitalWrite(D1_IN3, HIGH);
digitalWrite(D1_IN4, LOW);
digitalWrite(D2_IN1, HIGH);
digitalWrite(D2_IN2, LOW);
digitalWrite(D2_IN3, LOW);
digitalWrite(D2_IN4, HIGH);
}
void stopSemuaMotor() {
digitalWrite(D1_IN1, LOW);
digitalWrite(D1_IN2, LOW);
digitalWrite(D1_IN3, LOW);
digitalWrite(D1_IN4, LOW);
digitalWrite(D2_IN1, LOW);
digitalWrite(D2_IN2, LOW);
digitalWrite(D2_IN3, LOW);
digitalWrite(D2_IN4, LOW);
}
Penjelasan Kode
- #define D1_IN1 13 hingga #define D1_IN4 10 digunakan untuk mendefinisikan pin kendali motor driver pertama agar mudah dipanggil dalam program
- #define D2_IN1 9 hingga #define D2_IN4 6 digunakan untuk mendefinisikan pin kendali motor driver kedua, dengan penyesuaian arah pada salah satu channel
- pinMode(…, OUTPUT); digunakan untuk mengatur seluruh pin yang terhubung ke motor driver sebagai keluaran
- semuaMotorMaju(); digunakan untuk menjalankan seluruh motor ke arah maju dengan kombinasi logika yang sesuai
- semuaMotorMundur(); digunakan untuk menjalankan seluruh motor ke arah mundur dengan kombinasi logika kebalikan dari arah maju
- stopSemuaMotor(); digunakan untuk menghentikan seluruh motor dengan mematikan semua pin kendali
- digitalWrite(…, HIGH atau LOW); digunakan untuk mengatur arah putaran motor melalui motor driver
Hasil Percobaan
Setelah program diunggah dan rangkaian terhubung dengan benar, sistem akan berjalan sesuai urutan yang telah ditentukan. Pada tahap pertama, seluruh motor akan bergerak maju secara bersamaan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa Arduino berhasil mengirimkan sinyal kendali yang tepat ke kedua motor driver, termasuk penyesuaian arah motor yang memiliki orientasi terbalik.

Gambar 2. Hasil Percobaan Menggerakan Motor
Setelah beberapa detik, semua motor akan berhenti sejenak. Kondisi ini menandakan bahwa perintah penghentian motor bekerja dengan baik dan sistem berada dalam keadaan aman. Selanjutnya, motor akan bergerak mundur dengan arah putaran yang berlawanan, tanpa perlu mengubah sambungan kabel.
Siklus maju, berhenti, dan mundur akan terus berulang selama Arduino mendapatkan catu daya. Percobaan ini membuktikan bahwa Arduino Uno mampu mengendalikan beberapa motor DC secara bersamaan dengan stabil dan menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan robot bergerak yang lebih kompleks.
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
Optocoupler atau photo interrupter merupakan sensor optik slot tipe U yang menggunakan cahaya infra merah (IR) untuk mendeteksi ada atau... selengkapnya
SIM800C adalah modul GSM / GPRS yang bekerja di frekuensi 850 – 1900 MHz, modul ini dapat membaca SMS... selengkapnya
IC AtMega328p pada Arduino Uno anda rusak? panas? atau anda ingin membuat sistem minimum sendiri? tenang solusinya adalah dengan... selengkapnya
Android Intent adalah struktur data atau objek yang terdapat deskripsi dari tugas yang akan dijalankan. Salah satu keunggulan dari... selengkapnya
Arduino Pro Micro adalah jenis arduino yang berukuran kecil, ukuranya hampir sama seperti Arduino Pro Mini. Secara fungsi dan... selengkapnya
Thingsboard merupakan sebuah platform IoT open-source yang memungkinkan anda untuk mengontrol ataupun memonitoring berbagai perangkat. Penggunaanya mudah, gratis dan... selengkapnya
Sensor TDS meter adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mengukur partikel terlarut dalam air, partikel terlarut termasuk zat organik... selengkapnya
Pada postingan artikel kali ini akan mengupas tentang penggunaan LCD 20×4 pada Arduino. Maksud dari 20×4 adalah lcd ini... selengkapnya
Bagi orang-orang yang sering melihat konten-konten di aplikasi Instagram mungkin sudah tidak asing lagi, melihat gambar atau foto yang... selengkapnya
Computerized Numerical Control (CNC) is a machine based on a stepper motor that can move according to the commands... selengkapnya
Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900ESR meter/LCR meter dengan layar lebar lebih jelas dan mantap dan dengan tempat batre jd lebih rapih batre lebih aman… selengkapnya
Rp 131.000 Rp 134.0002000W SCR Electronic Voltage Regulator Speed Controller Dimmer Thermostat Aplikasi : Kontrol temperature heater, kontrol kecepatan fan/bor tangan/gurinda tangan, kompor… selengkapnya
Rp 19.500Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Ini yang Seri SN – DS3231 I2C RTC Module khusus DS3231SN – Include Baterai – Module jam digital – Keperluan… selengkapnya
Rp 34.900MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.300Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan

Saat ini belum tersedia komentar.