● online
- Relay Module 1 Channel Modul Relay 5V 10A 1 Channe....
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol....
- ESP32 ESP-32 Wireless Module ESP32-S ESP-WROOM-32 ....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F....
- USB To RS485 High Speed Converter RS-485 RS 485 Ad....
- LM35DZ Sensor Suhu - LM35....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Menggunakan Sensor Cahaya (LDR) dengan Raspberry Pi Trainer Kit V2
Di dalam dunia elektronika, dikenal dua jenis input dan output (I/O) yaitu, analog dan digital. Untuk yang digital itu gampang dipelajari karena digital cuma dua kondisi : menyala atau mati, 1 atau 0.
Pada Raspberry Pi, input yang berada di bawah sekitar 1.8 volt dianggap mati (off), dan yang di atas 1.8 volt dianggap menyala (on). Untuk output, Raspberry Pi akan memberikan 0V saat off, dan 3.3V saat on.
Nah, untuk input analog sedikit lebih rumit. Input analog bisa punya beragam nilai tegangan, mulai dari 0V sampai 3.3V. Sayangnya, Raspberry Pi nggak bisa langsung membaca nilai analog ini, jadi ntuk bisa membaca input analog seperti dari LDR, kita bisa pakai komponen bernama kapasitor.
Kapasitor adalah komponen yang bisa menyimpan muatan listrik. Saat ada arus masuk ke kapasitor, dia mulai menyimpan muatan. Tegangan di kaki kapasitor awalnya rendah, lalu pelan-pelan naik seiring muatannya bertambah.
Kalau kita tambahkan resistor di rangkaian, kita bisa atur kecepatan pengisian kapasitor. Kalau resistornya besar, maka pengisian akan lambat. Kalau resistornya kecil, maka pengisiannya cepat.
LDR (Light Dependent Resistor) adalah resistor khusus yang dipengaruhi oleh cahaya.
- Saat terkena cahaya terang, nilai resistansinya menjadi sangat rendah.
- Saat dalam kondisi gelap, resistansinya menjadi sangat tinggi.
Kalau kita pasangkan LDR secara seri dengan kapasitor, maka kecepatan pengisian kapasitor akan tergantung pada jumlah cahaya yang diterima LDR. Semakin terang, semakin cepat pengisiannya. Semakin gelap, semakin lambat.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Raspberry Pi Trainer Kit V2
- LDR
- Kapasitor
- Breadboard dan kabel jumper
- Software:
- Notepad++ untuk menulis skrip Python
- MobaXterm atau terminal lainnya untuk menjalankan skrip di Raspberry Pi
Wiring Rangkaian Percobaan Sensor LDR
Hubungkan salah satu kaki LDR dengan kapasitor, dan kemudian :
- LDR ke 3V3
- Positif kapasitor ke LDR lalu GPIO 4
- Negatif kapasitor ke GND

Gambar 1. Wiring Rangkaian LDR dengan GPIO 4
Menulis Program LDR dengan Python
Setelah LDR terpasang, buka Notepad++ dan buat file Python baru. Tulis kode berikut dan simpan file dengan nama ldr.py :
import RPi.GPIO as GPIO
import time
GPIO.setmode(GPIO.BCM)
pin = 4
while True:
reading = 0
GPIO.setup(pin, GPIO.OUT)
GPIO.output(pin, GPIO.LOW)
time.sleep(1)
GPIO.setup(pin, GPIO.IN)
while (GPIO.input(pin) == GPIO.LOW):
reading = reading + 1
print(reading)
time.sleep(1)
Penjelasan Kode
import RPi.GPIO as GPIOmengimpor pustaka GPIO untuk mengontrol pin Raspberry Pi.import timemengimpor pustaka time untuk menggunakan fungsi jeda (delay).GPIO.setmode(GPIO.BCM)mengatur penomoran pin GPIO menggunakan mode BCMpin = 4menentukan bahwa pin GPIO 4 akan digunakan.while True:memulai perulangan tak terbatas.reading = 0menginisialisasi variabel untuk menghitung durasi sinyal LOW.GPIO.setup(pin, GPIO.OUT)mengatur pin sebagai output.GPIO.output(pin, GPIO.LOW)mengirim sinyal LOW ke pin (biasanya untuk mereset sensor).time.sleep(1)menunggu selama 1 detik.GPIO.setup(pin, GPIO.IN)mengatur ulang pin menjadi input.while GPIO.input(pin) == GPIO.LOW:melakukan loop selama pin masih dalam keadaan LOW.reading += 1menambah nilai reading setiap iterasi (menghitung durasi LOW).print(reading)menampilkan hasil pembacaan durasi LOW ke terminal.time.sleep(1)menunggu 1 detik sebelum memulai ulang.
Apa yang Terjadi?

Gambar 2. Hasil Percobaan Sensor LDR pada Terminal MobaxTerm
Saat program dijalankan, output diberi sinyal LOW selama 1 detik untuk “memicu” sensor. Setelah itu, pin diubah menjadi input, lalu Raspberry Pi mulai menghitung berapa lama pin tersebut tetap dalam kondisi LOW. Hasil dari perhitungan ini disimpan dalam variabel reading dan ditampilkan di terminal.
Karena yang digunakan adalah sensor LDR, nilai reading ini menunjukkan seberapa terang atau gelap kondisi di sekitar sensor. Kalau lingkungan terang, cahaya mengenai LDR dan membuat pin cepat berubah dari LOW ke HIGH hasilnya, nilai reading akan kecil. Tapi kalau gelap, perubahan ke HIGH butuh waktu lebih lama, jadi nilai reading akan besar.
Tutorial Menggunakan Sensor Cahaya (LDR) dengan Raspberry Pi Trainer Kit V2
Sensor PIR (Passive Infrared) adalah salah satu sensor yang paling sering digunakan untuk mendeteksi gerakan, terutama gerakan manusia. Sensor ini... selengkapnya
LED adalah singkatan dari Light Emiting Diode, yang merupakan sebuah dioda yang dapat mengubah energi listrik menjadi cahaya, dan... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tutorial tentang simulasi penggunaan sensor PIR (Passive Infra Red) untuk... selengkapnya
Telegram? ya dengan fitur robot chat di telegram kita bisa mengontrol device dengan mudah dan praktis. Misal kita kelupaan... selengkapnya
Thingspeak merupakan sebuah platform Internet of things yang memungkinkan anda untuk memonitoring/kontrol device menggunakan internet. Platform Iot ini gratis... selengkapnya
Sensor ultrasonik merupakan sensor yang dapat mendeteksi suatu benda yang ada di depannya dengan jarak tertentu. Prinsip kerja dari... selengkapnya
Arduino tidak hanya bisa digunakan untuk menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat simulasi... selengkapnya
Setelah berhasil menyalakan LED secara manual melalui pin 3V3 dan GPIO, saatnya melangkah lebih jauh: mengontrol LED menggunakan kode Python.... selengkapnya
Halo teman-teman tech enthusiast! Di era industri modern dan pembangunan infrastruktur yang serba cepat, aspek pemantauan kondisi struktur fisik (structural... selengkapnya
Limit switch merupakan sebuah saklar yang memiliki tuas sebagai penghubung ataupun pemutus arus litrik. Prinsip kerjanya sama seperti push... selengkapnya
Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Specifications: 1. supports sampling costs (KHz): 8/11.025/12/16/22.05/24/32/44.1/48 2. 24-bit DAC output, dynamic range aid: 90dB, SNR aid: 85dB 3. fully… selengkapnya
Rp 17.800Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Tutorial Menggunakan Sensor Cahaya (LDR) dengan Raspberry Pi Trainer Kit V2
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11
-
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04

Saat ini belum tersedia komentar.