● online
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- B0505S-1W 5V to 5V converter DC DC power module co....
- IIC I2C LCD 1602 16x2 2004 20x4 Backpack for LCD A....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- 10X RESISTOR 1K 1KOHM 1/4W 1% METAL FILM....
- Motor Servo MG995 TowerPro Metal Gear....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengontrol LED Menggunakan Tombol pada Arduino Uno Trainer Kit
Di percobaan sebelumnya, kamu sudah belajar dua hal penting secara terpisah, yaitu menyalakan LED dan membaca input dari tombol. Nah, di percobaan ini kita mulai menggabungkan keduanya. Di percobaan ini kita tidak lagi hanya menyalakan LED atau membaca tombol, tapi mulai memebuat rangkaian kontroller dasar.
Lewat percobaan ini, kamu akan membuat program sebuah tombol yang digunakan untuk mengendalikan LED. Konsep ini adalah dasar dari hampir semua sistem interaktif, mulai dari saklar lampu, kontrol menu, sampai sistem robotika.
Agar lebih mudah dipahami, percobaan ini dibagi menjadi dua bagian:
- LED menyala dan mati setiap kali tombol ditekan (toggle)
- LED hanya menyala selama tombol ditekan
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan:
- Arduino Uno Trainer Kit
- LED
- Tombol
- Kabel jumper
- Software Arduino IDE
Tahap 1: LED Menyala Saat Tombol Ditekan Sekali (Toggle)
Pada tahap ini, LED akan menyala ketika tombol ditekan satu kali. Setelah tombol dilepas, LED tidak langsung mati, melainkan tetap berada dalam kondisi menyala. Hal ini terjadi karena Arduino menyimpan kondisi LED terakhir di dalam program. Ketika tombol ditekan kembali, Arduino akan mendeteksi perubahan input tersebut dan mengubah kondisi LED dari menyala menjadi mati. Pola kerja seperti ini sangat mirip dengan saklar lampu di rumah, di mana satu kali tekan digunakan untuk menyalakan lampu dan tekan berikutnya digunakan untuk mematikannya.
Cara menyusun rangkaian:
Hubungkan kaki panjang LED ke pin D6
Hubungkan kaki pendek LED ke pin GND
Hubungkan salah satu kaki tombol ke pin D9
Hubungkan kaki tombol lainnya ke GND

Gambar 1. Wiring Rangkaian Tombol dengan Pin D9 dan LED dengan Pin D6
Menulis Program LED Berkedip
Setelah rangkaian siap, buka aplikasi Arduino IDE dan tuliskan program LED toggle, kemudian unggah program tersebut ke papan Arduino:
Tutorial Mengontrol LED Menggunakan Tombol pada Arduino Uno Trainer Kit
Raspberry Pi adalah komputer mini yang sangat populer di kalangan penggemar elektronika dan pemrograman. Salah satu kelebihan utamanya adalah pin... selengkapnya
Pada postingan sebelumnya sudah membahas tentang kontrol relay menggunakan Arduino di sini. Nah untuk kali ini saya akan membahasnya... selengkapnya
Salah satu proyek pertama yang sering dilakukan oleh pemula dalam dunia Raspberry Pi adalah menyalakan LED. Meskipun terlihat sederhana, proyek... selengkapnya
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-harinya tentu tidak jauh dari mendengarkan musik, menonton film atau streaming youtube baik untuk... selengkapnya
Arduino Pro Mini merupakan jenis Arduino yang berukuran kecil dibandingkan dengan Nano, Unodan Mega. Dengan ukuran yang kecil ini... selengkapnya
Melanjutakan tutorial edisi telegram kali ini kita akan mendetekesi suhu meggunakan sensor Ds18b20 dan ESP01. Dalam tutorial ini kita... selengkapnya
Hallo ketemu lagi dengan pembahasan sensor DHT11, kali ini kita akan menggunakannya pada NodemMCU. Nanti akan dibahas mengenai rangkaian... selengkapnya
Kali ini kita akan mencoba menggunakan sensor DHT11 pada ESP32. Seperti yang kita ketahui sensor DHT11 ini berfungsi untuk... selengkapnya
LCD atau Liquid Crystal Display adalah Perangkat yang berfungsi sebagai media penampil dengan memanfaatkan kristal cair sebagai objek penampil utama.... selengkapnya
Hari ini kita akan mencoba untuk menampilkan data sensor ldr ke web server dengan koneksi WIFI menggunakan board NodeMCU.... selengkapnya
Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Fitur: -Dapat mendeteksi api atau panjang gelombang sumber cahaya dalam 760nm ~ 1100nm – Api lebih ringan mendeteksi jarak 80cm… selengkapnya
Rp 9.000Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000



Saat ini belum tersedia komentar.