● online
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to M
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik
- 5V 700mA (3.5W) Isolated switch Power Supply Modul
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik
- USB To RS485 High Speed Converter RS-485 RS 485 Ad
- DS3231SN DS3231 SN I2C RTC Module & Baterai Mo
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Sensor Getaran SW-420 dengan Arduino Uno
SW-420 adalah sensor untuk mendeteksi getaran, cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 1 buah pelampung logam yang berisi 2 elektroda ketika modul sensor menerima getaran / shock. Terdapat 2 output yaitu digital output (0 dan 1) dan analog output (tegangan). modul sederhana ini banyak digunakan untuk mendeteksi getaran atau guncangan pada berbagai aplikasi, mulai dari sistem keamanan hingga proyek robotik.
Sensor ini sangat mudah digunakan dan dapat langsung dihubungkan dengan mikrokontroler seperti Arduino Uno. Pada tutorial ini, kita akan belajar cara menghubungkan sensor SW-420 dengan Arduino Uno dan membaca data getaran secara realtime menggunakan Serial Monitor.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- SW-420
- Arduino Uno
- Breadboard dan kabel jumper
- Software:
- Arduino IDE
Wiring Rangkaian SW-420
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin VCC ke 5v
- Pin GND ke GND
- Pin D0 ke Pin 7

Gambar 1. Wiring Rangkaian SW-420 dengan Arduino Uno
Menulis Program Sensor SW-420
Setelah komponen terpasang, buka software Arduino IDE tulis kode berikut :
const int sw420Pin = 7;
int sensorState = 1;
void setup() {
pinMode(sw420Pin, INPUT);
Serial.begin(9600);
}
void loop() {
sensorState = digitalRead(sw420Pin);
if (sensorState == HIGH) {
Serial.println("Getaran terdeteksi!");
} else {
Serial.println("Tidak ada getaran");
}
delay(500);
}
Penjelasan Kode
const int sw420Pin = 7;: Mendefinisikan pin digital 7 sebagai tempat sensor SW-420 terhubung.int sensorState = 1;: Variabel untuk menyimpan status sensor (HIGH atau LOW).sensorState = digitalRead(sw420Pin);: Membaca status sensor dari pin 7, apakah ada getaran atau tidak.if (sensorState == HIGH): Kondisi ketika sensor mendeteksi getaran (output HIGH).else: Kondisi ketika sensor tidak mendeteksi getaran (output LOW).
Apa yang Akan Terjadi dengan SW-420?

Gambar 2. Hasil Percobaan SW-420 dengan Arduino Uno
Saat sensor SW-420 terhubung dan kode diupload ke Arduino, hasilnya akan muncul di Serial Monitor. Ketika sensor tidak mengalami getaran atau guncangan, output yang tampil adalah “Tidak ada getaran”, yang menunjukkan kondisi normal tanpa getaran. Namun, saat sensor menerima getaran, misalnya dengan mengetuk atau menggoyangkan modul, output berubah menjadi “Getaran terdeteksi!”. Ini menandakan sensor berhasil mengenali adanya getaran fisik dan mengirim sinyal HIGH ke Arduino.
Respons ini menunjukkan bahwa sensor SW-420 bekerja dengan baik dalam mendeteksi getaran secara real-time. Jeda 500 ms antara pembacaan data membuat hasil di Serial Monitor mudah dibaca tanpa tumpang tindih.
Tutorial Sensor Getaran SW-420 dengan Arduino Uno
Motor servo merupakan salah satu aktuator yang paling sering digunakan dalam dunia robotika, terutama untuk gerakan yang membutuhkan ketelitian posisi.... selengkapnya
Pada umumnya sebuah output data dapat kita tampilkan di berbagai platform software maupun hardware. Misalnya pada web, aplikasi android,... selengkapnya
Untuk membuat sebuah perangkat otomatis (di artikel ini lampu LED) sebenarnya dapat menggunakan berbagai macam sensor misalnya sensor suhu,... selengkapnya
Motor servo adalah salah satu jenis motor listrik yang memiliki feedback berupa sensor posisi. Dengan adanya feedback tersebut, motor... selengkapnya
Sensor LM35 merupakan sebuah sensor yang dapat mendeteksi suhu ruangan dengan cara mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam... selengkapnya
Mengapa disebut buzzer passive? karena sensor ini tidak mempunyai suara sendiri, melainkan buzzer ini perlu dikontrol dengan kontroler seperti... selengkapnya
Arduino Pro Mini merupakan jenis Arduino yang berukuran kecil dibandingkan dengan Nano, Unodan Mega. Dengan ukuran yang kecil ini... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca tombol, tapi juga bisa menghasilkan suara menggunakan komponen bernama buzzer. Buzzer... selengkapnya
Sensor Ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan pantulan gelombang suara untuk mendeteksi keberadaan sebuah objek. Sensor ultrasonik terdapat dua bagian... selengkapnya
Dulu kita sudah belajar untuk mengisi bootloader Arduino Uno ke IC Atmega328 juga, namun dengan jenis DIP (LIHAT DISINI).... selengkapnya
TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.4002000W SCR Electronic Voltage Regulator Speed Controller Dimmer Thermostat Aplikasi : Kontrol temperature heater, kontrol kecepatan fan/bor tangan/gurinda tangan, kompor… selengkapnya
Rp 19.500Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400

Saat ini belum tersedia komentar.