● online
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Kapton Tape Polymide Film 20mm Polimida 20 mm Isol....
- SG90 Motor Servo For Arduino Uno Mega SG 90 Biru S....
- Kabel Jumper Dupont Pelangi 30 cm female to Female....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Dasar Menyalakan LED Menggunakan Raspberry Pi dan GPIO
Salah satu proyek pertama yang sering dilakukan oleh pemula dalam dunia Raspberry Pi adalah menyalakan LED. Meskipun terlihat sederhana, proyek ini merupakan langkah awal penting untuk memahami bagaimana Raspberry Pi dapat mengontrol perangkat elektronik menggunakan pin GPIO (General Purpose Input/Output). Dalam tutorial ini, kamu akan mempelajari cara menyalakan LED menggunakan Raspberry Pi secara aman dan efektif. Cocok untuk pemula yang ingin mulai bereksperimen dengan physical computing!
LED (Light Emitting Diode) adalah komponen yang dasar sering dipakai dalam berbagai proyek elektronika karena mudah digunakan dan hemat energi. Tapi perlu diingat, LED juga cukup sensitif. Kalau diberi arus terlalu besar, LED bisa rusak dan bahkan bisa sampai meledak.
Supaya aman, kita perlu menambahkan resistor secara seri dengan LED. Resistor ini berfungsi membatasi jumlah arus listrik yang mengalir ke LED, sehingga komponen kecil ini bisa bekerja dengan baik dan tahan lama.
Sebagai contoh, kamu bisa coba hubungkan kaki panjang LED (anoda) ke pin GPIO 3V3 di Raspberry Pi, lalu kaki pendeknya (katoda) ke pin GND. Di antara sambungan tersebut, pasang resistor dengan nilai minimal 50Ω. Semakin besar nilai resistornya, biasanya LED akan terlihat lebih redup—jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Raspberry Pi Trainer Kit V2
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
- Software:
- MobaXterm (untuk remote terminal)
- Notepad++ (untuk menulis skrip Python)
Wiring Rangkaian Percobaan Pertama
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin katoda LED ke 3v3
- Pin anoda ke GND

Gambar 1. Wiring Rangkaian Percobaan LED ke Pin 3v3
Jika LED kamu tersambung ke pin 3V3, maka LED akan langsung menyala. Ini karena pin 3V3 selalu memberikan tegangan, jadi LED akan terus menyala selama Raspberry Pi menyala.

Gambar 2. Hasil Percobaan LED terhubung ke pin 3v3
Tapi sekarang, sebagai perbandingan coba pindahkan koneksi LED dari pin 3V3 ke GPIO. Apa yang dapat terjadi dengan hanya memindahkan 1 kabel?
Wiring Rangkaian Percobaan Kedua
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin VCC ke GPIO 17
- Pin GND ke GND

Gambar 3. Wiring Rangkaian Percobaan ke pin GPIO 17
Apa yang Akan Terjadi?

Gambar 3. Hasil percobaan LED ke pin GPIO 17
Hasilnya? LED akan mati. Ini wajar, karena GPIO 17 tidak memberikan tegangan secara otomatis. Bedanya, sekarang LED sudah terhubung ke pin yang bisa dikendalikan lewat kode!
Tutorial ini merupakan langkah awal yang sederhana namun penting untuk memahami konsep kontrol digital menggunakan Raspberry Pi. Dengan hanya menggunakan LED dan resistor, kamu sudah bisa mulai belajar bagaimana perangkat lunak dan perangkat keras dapat bekerja sama. Setelah ini, kamu bisa mengembangkan proyek ke tingkat berikutnya, seperti menyalakan LED berdasarkan sensor gerak atau membuat sistem notifikasi sederhana. Terus bereksperimen, dan selamat belajar dunia fisik dengan Raspberry Pi!
Tutorial Dasar Menyalakan LED Menggunakan Raspberry Pi dan GPIO
Secara bawaan, Arduino Uno sebenarnya sudah memiliki pin analog. Tapi pada beberapa proyek, terutama saat jumlah sensor analog semakin banyak,... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini Saya ingin membahas tentang simulasi penggunaan sensor LDR (sensor cahaya) menggunakan Arduino untuk... selengkapnya
LDR merupakan sebuah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan cahaya di sekelilingnya. Untuk pemanfaatan sensor ini sudah... selengkapnya
Semangat pagi, salam hangat dari saya untuk semua pengunjung indomaker.com. Kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan timer relay... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Seorang web programmer agar dapat mengembangkan website agar lebih menarik dan nyaman saat digunakan serta memenuhi kebutuhan user wajib... selengkapnya
Di percobaan sebelumnya, kamu sudah belajar dua hal penting secara terpisah, yaitu menyalakan LED dan membaca input dari tombol. Nah,... selengkapnya
Software dari keluarga adobe, yaitu salah satunya Adobe Photoshop. Adobe Photoshop ini di ciptakan secara multi fungsi, mulai untuk... selengkapnya
Oke kali ini saatnya kita mulai running ke mesin CNC router engaraving langsung. Sebelumnya apakah anda sudah mempersiapkan bahan-bahanya?... selengkapnya
LED RGB adalah lampu led yang mempunyai 3 warna utama yaitu RED/merah, GREEN/hijau dan BLUE/biru. Namun dengan kombinasi dari... selengkapnya
Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.300Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000Ini yang Seri SN – DS3231 I2C RTC Module khusus DS3231SN – Include Baterai – Module jam digital – Keperluan… selengkapnya
Rp 34.900this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400ESR meter/LCR meter dengan layar lebar lebih jelas dan mantap dan dengan tempat batre jd lebih rapih batre lebih aman… selengkapnya
Rp 131.000 Rp 134.000Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800

Saat ini belum tersedia komentar.