● online
- DS3231SN DS3231 SN I2C RTC Module & Baterai Mo....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
Memarkir kendaraan di ruang yang sempit sering kali bikin waswas. Jarak antara bemper kendaraan dan dinding atau penghalang lain sangat sulit diperkirakan secara akurat. Kalau salah tebak, bisa-bisa kendaraan kamu tergores atau menabrak objek di sekitarnya. Untungnya, kamu bisa membuat sendiri sistem peringatan jarak parkir otomatis yang praktis dan akurat berbasis mikrokontroler Arduino Uno dan sensor ultrasonik HC-SR04. Yuk, simak panduan lengkapnya agar sobat bisa langsung mencoba proyek menarik ini!

1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Berikut adalah daftar komponen hardware yang perlu kamu siapkan untuk membangun sistem ini:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno R3 | 1 unit | Mikrokontroler ATmega328P tegangan 5V |
| Sensor Ultrasonik HC-SR04 | 1 unit | Transduser pengukur jarak 2 cm – 400 cm |
| Active Buzzer Piezo | 1 unit | Indikator audio 3.3V – 5V |
| LED Hijau 5mm | 1 unit | Indikator visual zona aman |
| LED Kuning 5mm | 1 unit | Indikator visual zona waspada |
| LED Merah 5mm | 1 unit | Indikator visual zona bahaya |
| Resistor 220 Ohm 1/4W | 3 unit | Pembatas arus LED toleransi 5% |
2. Skematik Rangkaian

Untuk merangkai seluruh komponen pada breadboard atau simulator seperti Wokwi, kamu perlu menghubungkan setiap pin komponen ke board Arduino Uno R3 sesuai dengan pemetaan jalur digital dan daya.
Sebelum mulai merangkai hardware, pastikan kamu memperhatikan koneksi pin secara cermat agar tidak ada salah sambung. Jika kamu juga tertarik mempelajari proyek Arduino Uno menarik lainnya, prinsip pembacaan sensor dan pengendalian aktuator (perangkat indikator/penggerak seperti LED dan Buzzer) pada dasarnya menggunakan alur pemrosesan mikrokontroler yang serupa.
Berikut adalah tabel pemetaan pin rangkaian yang bisa kamu ikuti dengan mudah:
| Komponen / Pin | Pin Arduino Uno | Keterangan / Jalur |
| Pin Trigger HC-SR04 | Pin Digital 9 | Sinyal pemicu pancaran gelombang |
| Pin Echo HC-SR04 | Pin Digital 10 | Sinyal penerima pantulan gelombang |
| LED Hijau | Pin Digital 2 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| LED Kuning | Pin Digital 3 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| LED Merah | Pin Digital 4 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| Active Buzzer | Pin Digital 5 | Indikator peringatan suara |
| VCC Sensor & Anoda | Pin 5V | Jalur daya positif 5V Arduino |
| GND Seluruh Komponen | Pin GND | Jalur pembumian bersama (Ground) |
3. Cara Kerja Sensor HC SR04 dan Prinsip Time of Flight

Sensor ultrasonik HC-SR04 berfungsi sebagai transduser utama untuk mengukur jarak dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik. Sensor ini memiliki jangkauan pengukuran sekitar 2 cm hingga 400 cm dengan sudut deteksi kurang dari 15 derajat. Jika ingin mengetahui spesifikasi dan karakteristik sensor secara lebih lengkap, kamu bisa melihat datasheet HC-SR04 sebagai referensi sebelum mulai merakit rangkaian.
Proses pembacaan diawali ketika mikrokontroler mengirimkan sinyal pemicu (Trigger) berupa pulsa digital HIGH selama 10 mikrodetik ke sensor. Setelah menerima pemicu ini, sensor akan memancarkan gelombang suara ultrasonik pada frekuensi 40 kHz ke udara.
Gelombang suara ini akan merambat hingga menabrak objek rintangan di depannya, lalu memantul kembali ke arah sensor. Sinyal pantulan tersebut ditangkap oleh pin Echo yang akan menghasilkan sinyal HIGH. Durasi atau lebar waktu sinyal HIGH pada pin Echo merepresentasikan total waktu tempuh bolak-balik gelombang suara sejak dipancarkan hingga kembali diterima. Metode pengukuran berbasis waktu tempuh ini dikenal dengan istilah Time-of-Flight (ToF).
Secara konseptual, cepat rambat gelombang suara di udara dihitung sekitar 340 \text{ m/s} atau ekuivalen dengan 0,034 \text{ cm/}\mu\text{s}. Karena gelombang melakukan perjalanan bolak-balik (pergi dan kembali), total durasi waktu yang terukur harus dibagi dua. Nilai ini kemudian dikalikan dengan konstanta 0.017 untuk memperoleh kalkulasi jarak fisik objek dalam satuan sentimeter (cm) secara real-time.
Selain mempermudah perhitungan matematis, penggunaan konstanta 0.017 ini sangat hemat beban komputasi chip ATmega328P sehingga mikrokontroler dapat merespons pembacaan sensor secara sangat cepat tanpa lagging.
4. Kode Program Arduino
Kamu dapat memasukkan kode program C++ berikut ke dalam software Arduino IDE untuk dijalankan pada board Arduino Uno :
// Deklarasi pin
#define TRIG_PIN 9
#define ECHO_PIN 10
#define LED_HIJAU 2
#define LED_KUNING 3
#define LED_MERAH 4
#define BUZZER 5
void setup() {
// Memulai komunikasi Serial Monitor
Serial.begin(9600);
// Mengatur mode setiap pin
pinMode(TRIG_PIN, OUTPUT);
pinMode(ECHO_PIN, INPUT);
pinMode(LED_HIJAU, OUTPUT);
pinMode(LED_KUNING, OUTPUT);
pinMode(LED_MERAH, OUTPUT);
pinMode(BUZZER, OUTPUT);
}
void loop() {
long duration;
int distance;
// Mengirim pulsa Trigger selama 10 mikrodetik
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(TRIG_PIN, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
// Membaca durasi pantulan pada pin Echo
duration = pulseIn(ECHO_PIN, HIGH);
// Mengubah durasi pantulan menjadi jarak dalam cm
distance = duration * 0.017;
// Menampilkan hasil pengukuran
Serial.print("Jarak: ");
Serial.print(distance);
Serial.println(" cm");
// Kondisi aman
if (distance > 300) {
digitalWrite(LED_HIJAU, HIGH);
digitalWrite(LED_KUNING, LOW);
digitalWrite(LED_MERAH, LOW);
noTone(BUZZER);
}
// Kondisi waspada
else if (distance > 200 && distance <= 300) {
digitalWrite(LED_HIJAU, LOW);
digitalWrite(LED_KUNING, HIGH);
digitalWrite(LED_MERAH, LOW);
// Buzzer berbunyi putus-putus
tone(BUZZER, 1000);
delay(350);
noTone(BUZZER);
}
// Kondisi bahaya
else {
digitalWrite(LED_HIJAU, LOW);
digitalWrite(LED_KUNING, LOW);
digitalWrite(LED_MERAH, HIGH);
// Buzzer berbunyi terus-menerus
tone(BUZZER, 1000);
}
// Jeda sebelum pembacaan berikutnya
delay(100);
}
Struktur kode di atas menjalankan beberapa fungsi utama. Fungsi setup() digunakan untuk menginisialisasi komunikasi Serial Monitor pada baud rate 9600 (kecepatan transmisi data 9600 bit per detik) serta menetapkan mode pin sebagai masukan (INPUT) atau keluaran (OUTPUT).
Pada fungsi loop(), mikrokontroler mengirimkan pulsa pemicu 10 mikrodetik dan mengukur durasi pantulan gelombang menggunakan perintah pulseIn(). Selanjutnya, durasi tersebut dikalikan dengan konstanta 0.017 untuk memperoleh nilai jarak fisik. Terakhir, struktur percabangan if-else mengevaluasi jarak terhitung untuk menentukan kondisi mana yang aktif serta mengendalikan status indikator LED dan Buzzer.
5. Tiga Kondisi dan Indikator Peringatan Parkir

Sistem peringatan parkir ini dirancang untuk merespons jarak objek secara otomatis melalui tiga tingkatan zona operasional yang sinkron antara logika pemrograman dan tampilan hardware:
- Kondisi Aman (Jarak lebih dari 300 cm) Sistem mendeteksi bahwa rintangan masih sangat jauh dari kendaraan (
distance > 300). Pada kondisi ini, LED Hijau akan menyala, sedangkan LED Kuning, LED Merah, dan Buzzer berada dalam kondisi mati total. - Kondisi Waspada (Jarak 200 cm hingga 300 cm) Objek penghalang terdeteksi mulai mendekati kendaraan, tepatnya berada pada rentang 201 cm hingga 300 cm (
distance > 200 && distance <= 300). Mikrokontroler akan menyalakan LED Kuning, mematikan LED Hijau dan LED Merah, serta mengaktifkan Buzzer secara periodik sehingga menghasilkan suara putus-putus (beep… beep…) dengan jeda tone 350 ms sebagai peringatan awal bagi pengemudi. - Kondisi Bahaya (Jarak kurang dari atau sama dengan 200 cm) Posisi penghalang berada pada jarak kritis di bawah atau sama dengan 200 cm (
else). Sistem langsung menyalakan LED Merah, mematikan LED Hijau dan Kuning, serta membunyikan Buzzer secara terus-menerus tanpa henti (beeeep) sebagai sinyal utama agar kendaraan segera dihentikan.
6. Kesimpulan
Perancangan sistem peringatan jarak parkir berbasis Arduino Uno R3 dan sensor HC-SR04 berhasil membuktikan bahwa kombinasi pemrosesan sinyal ultrasonik dan logika mikrokontroler mampu bekerja secara presisi. Memanfaatkan prinsip fisika Time-of-Flight serta perkalian konstanta matematis 0.017, pembacaan waktu gelombang dapat dikonversi menjadi satuan jarak fisik secara real-time tanpa membebani pemrosesan chip. Pengalokasian logika pada aktuator visual tiga warna dan indikator suara juga terbukti efektif memberikan respons peringatan yang jelas pada zona aman, waspada, dan bahaya.
Proyek ini sangat cocok dijadikan sarana belajar praktis bagi kamu yang ingin mendalami dunia embedded systems dan elektronika dasar. Tertarik mempraktikkannya? Yuk, segera siapkan komponenmu dan mulai rakit sistem parkir otomatis karya kamu sendiri sekarang juga!
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
I think I need to make a virtual personal assistant that can help me make a self-service video tutorial... selengkapnya
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah... selengkapnya
Hallo semua, pada artikel kali saya ini akan membahas kembali seputar push button switch dimana pada artikel yang sebelumnya... selengkapnya
Gyroscope adalah alat yang mengukur seberapa cepat sebuah benda berputar, yaitu kecepatan rotasinya di sumbu X, Y, dan Z. Modul L3G4200D adalah salah satu gyroscope tiga sumbu yang populer di kalangan para... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini Saya ingin berbagi tutorial tentang simulasi penggunaan sensor suhu TMP36 untuk mengukur suhu... selengkapnya
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor,... selengkapnya
Sensor Inframerah atau infrared (IR) adalah sensor yang dapat mendeteksi hambatan menggunakan cahaya inframerah yang dipantulkan. Sensor ini memiliki... selengkapnya
Pernah nggak sih kamu lagi asik-asiknya nugas atau belajar pas sore hari, eh tiba-tiba cahaya ruangan jadi redup gara-gara cuaca... selengkapnya
Semangat pagi, kali ini kita akan belajar untuk mengontrol LED melalui wifi menggunakan NodeMCU. Mengapa LED? nggak langsung ke... selengkapnya
Anda mempunyai buzzer? tapi bingung cara menggunakannya? Oke disini saya akan berbagi caranya. Sebelumnya apakah anda tahu apa sih... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.5001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
Kategori
Artikel Terkait
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11
-
Monitoring Suhu Ruang Server Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor DHT22
-
Biar Dapur Anti Kebakaran Yuk Bikin Detektor Gas dan Asap Sederhana Pakai Arduino Uno
-
Jaga Rumah dari Kebakaran dengan Sistem Monitoring Arduino yang Satset dan Akurat
-
Pantau Tandon Air Gak Pake Ribet dengan ESP32 dan Sensor Water Level

Saat ini belum tersedia komentar.