● online
- Kabel Jumper Dupont Pelangi 30 cm female to Female....
- Relay Module 1 Channel Modul Relay 5V 10A 1 Channe....
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- DS3231SN DS3231 SN I2C RTC Module & Baterai Mo....
- Push Button Tactile Switch Saklar Tombol Tinggi - ....
- LM35DZ Sensor Suhu - LM35....
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B....
- Max7219 Led Dot Matrix 32x8 Display Module For Ard....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
Memarkir kendaraan di ruang yang sempit sering kali bikin waswas. Jarak antara bemper kendaraan dan dinding atau penghalang lain sangat sulit diperkirakan secara akurat. Kalau salah tebak, bisa-bisa kendaraan kamu tergores atau menabrak objek di sekitarnya. Untungnya, kamu bisa membuat sendiri sistem peringatan jarak parkir otomatis yang praktis dan akurat berbasis mikrokontroler Arduino Uno dan sensor ultrasonik HC-SR04. Yuk, simak panduan lengkapnya agar sobat bisa langsung mencoba proyek menarik ini!

1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Berikut adalah daftar komponen hardware yang perlu kamu siapkan untuk membangun sistem ini:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno R3 | 1 unit | Mikrokontroler ATmega328P tegangan 5V |
| Sensor Ultrasonik HC-SR04 | 1 unit | Transduser pengukur jarak 2 cm – 400 cm |
| Active Buzzer Piezo | 1 unit | Indikator audio 3.3V – 5V |
| LED Hijau 5mm | 1 unit | Indikator visual zona aman |
| LED Kuning 5mm | 1 unit | Indikator visual zona waspada |
| LED Merah 5mm | 1 unit | Indikator visual zona bahaya |
| Resistor 220 Ohm 1/4W | 3 unit | Pembatas arus LED toleransi 5% |
2. Skematik Rangkaian

Untuk merangkai seluruh komponen pada breadboard atau simulator seperti Wokwi, kamu perlu menghubungkan setiap pin komponen ke board Arduino Uno R3 sesuai dengan pemetaan jalur digital dan daya.
Sebelum mulai merangkai hardware, pastikan kamu memperhatikan koneksi pin secara cermat agar tidak ada salah sambung. Jika kamu juga tertarik mempelajari proyek Arduino Uno menarik lainnya, prinsip pembacaan sensor dan pengendalian aktuator (perangkat indikator/penggerak seperti LED dan Buzzer) pada dasarnya menggunakan alur pemrosesan mikrokontroler yang serupa.
Berikut adalah tabel pemetaan pin rangkaian yang bisa kamu ikuti dengan mudah:
| Komponen / Pin | Pin Arduino Uno | Keterangan / Jalur |
| Pin Trigger HC-SR04 | Pin Digital 9 | Sinyal pemicu pancaran gelombang |
| Pin Echo HC-SR04 | Pin Digital 10 | Sinyal penerima pantulan gelombang |
| LED Hijau | Pin Digital 2 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| LED Kuning | Pin Digital 3 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| LED Merah | Pin Digital 4 | Dihubungkan dengan resistor 220 Ohm pada jalur anoda |
| Active Buzzer | Pin Digital 5 | Indikator peringatan suara |
| VCC Sensor & Anoda | Pin 5V | Jalur daya positif 5V Arduino |
| GND Seluruh Komponen | Pin GND | Jalur pembumian bersama (Ground) |
3. Cara Kerja Sensor HC SR04 dan Prinsip Time of Flight

Sensor ultrasonik HC-SR04 berfungsi sebagai transduser utama untuk mengukur jarak dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik. Sensor ini memiliki jangkauan pengukuran sekitar 2 cm hingga 400 cm dengan sudut deteksi kurang dari 15 derajat. Jika ingin mengetahui spesifikasi dan karakteristik sensor secara lebih lengkap, kamu bisa melihat datasheet HC-SR04 sebagai referensi sebelum mulai merakit rangkaian.
Proses pembacaan diawali ketika mikrokontroler mengirimkan sinyal pemicu (Trigger) berupa pulsa digital HIGH selama 10 mikrodetik ke sensor. Setelah menerima pemicu ini, sensor akan memancarkan gelombang suara ultrasonik pada frekuensi 40 kHz ke udara.
Gelombang suara ini akan merambat hingga menabrak objek rintangan di depannya, lalu memantul kembali ke arah sensor. Sinyal pantulan tersebut ditangkap oleh pin Echo yang akan menghasilkan sinyal HIGH. Durasi atau lebar waktu sinyal HIGH pada pin Echo merepresentasikan total waktu tempuh bolak-balik gelombang suara sejak dipancarkan hingga kembali diterima. Metode pengukuran berbasis waktu tempuh ini dikenal dengan istilah Time-of-Flight (ToF).
Secara konseptual, cepat rambat gelombang suara di udara dihitung sekitar 340 \text{ m/s} atau ekuivalen dengan 0,034 \text{ cm/}\mu\text{s}. Karena gelombang melakukan perjalanan bolak-balik (pergi dan kembali), total durasi waktu yang terukur harus dibagi dua. Nilai ini kemudian dikalikan dengan konstanta 0.017 untuk memperoleh kalkulasi jarak fisik objek dalam satuan sentimeter (cm) secara real-time.
Selain mempermudah perhitungan matematis, penggunaan konstanta 0.017 ini sangat hemat beban komputasi chip ATmega328P sehingga mikrokontroler dapat merespons pembacaan sensor secara sangat cepat tanpa lagging.
4. Kode Program Arduino
Kamu dapat memasukkan kode program C++ berikut ke dalam software Arduino IDE untuk dijalankan pada board Arduino Uno :
// Deklarasi pin
#define TRIG_PIN 9
#define ECHO_PIN 10
#define LED_HIJAU 2
#define LED_KUNING 3
#define LED_MERAH 4
#define BUZZER 5
void setup() {
// Memulai komunikasi Serial Monitor
Serial.begin(9600);
// Mengatur mode setiap pin
pinMode(TRIG_PIN, OUTPUT);
pinMode(ECHO_PIN, INPUT);
pinMode(LED_HIJAU, OUTPUT);
pinMode(LED_KUNING, OUTPUT);
pinMode(LED_MERAH, OUTPUT);
pinMode(BUZZER, OUTPUT);
}
void loop() {
long duration;
int distance;
// Mengirim pulsa Trigger selama 10 mikrodetik
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(TRIG_PIN, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
// Membaca durasi pantulan pada pin Echo
duration = pulseIn(ECHO_PIN, HIGH);
// Mengubah durasi pantulan menjadi jarak dalam cm
distance = duration * 0.017;
// Menampilkan hasil pengukuran
Serial.print("Jarak: ");
Serial.print(distance);
Serial.println(" cm");
// Kondisi aman
if (distance > 300) {
digitalWrite(LED_HIJAU, HIGH);
digitalWrite(LED_KUNING, LOW);
digitalWrite(LED_MERAH, LOW);
noTone(BUZZER);
}
// Kondisi waspada
else if (distance > 200 && distance <= 300) {
digitalWrite(LED_HIJAU, LOW);
digitalWrite(LED_KUNING, HIGH);
digitalWrite(LED_MERAH, LOW);
// Buzzer berbunyi putus-putus
tone(BUZZER, 1000);
delay(350);
noTone(BUZZER);
}
// Kondisi bahaya
else {
digitalWrite(LED_HIJAU, LOW);
digitalWrite(LED_KUNING, LOW);
digitalWrite(LED_MERAH, HIGH);
// Buzzer berbunyi terus-menerus
tone(BUZZER, 1000);
}
// Jeda sebelum pembacaan berikutnya
delay(100);
}
Struktur kode di atas menjalankan beberapa fungsi utama. Fungsi setup() digunakan untuk menginisialisasi komunikasi Serial Monitor pada baud rate 9600 (kecepatan transmisi data 9600 bit per detik) serta menetapkan mode pin sebagai masukan (INPUT) atau keluaran (OUTPUT).
Pada fungsi loop(), mikrokontroler mengirimkan pulsa pemicu 10 mikrodetik dan mengukur durasi pantulan gelombang menggunakan perintah pulseIn(). Selanjutnya, durasi tersebut dikalikan dengan konstanta 0.017 untuk memperoleh nilai jarak fisik. Terakhir, struktur percabangan if-else mengevaluasi jarak terhitung untuk menentukan kondisi mana yang aktif serta mengendalikan status indikator LED dan Buzzer.
5. Tiga Kondisi dan Indikator Peringatan Parkir

Sistem peringatan parkir ini dirancang untuk merespons jarak objek secara otomatis melalui tiga tingkatan zona operasional yang sinkron antara logika pemrograman dan tampilan hardware:
- Kondisi Aman (Jarak lebih dari 300 cm) Sistem mendeteksi bahwa rintangan masih sangat jauh dari kendaraan (
distance > 300). Pada kondisi ini, LED Hijau akan menyala, sedangkan LED Kuning, LED Merah, dan Buzzer berada dalam kondisi mati total. - Kondisi Waspada (Jarak 200 cm hingga 300 cm) Objek penghalang terdeteksi mulai mendekati kendaraan, tepatnya berada pada rentang 201 cm hingga 300 cm (
distance > 200 && distance <= 300). Mikrokontroler akan menyalakan LED Kuning, mematikan LED Hijau dan LED Merah, serta mengaktifkan Buzzer secara periodik sehingga menghasilkan suara putus-putus (beep… beep…) dengan jeda tone 350 ms sebagai peringatan awal bagi pengemudi. - Kondisi Bahaya (Jarak kurang dari atau sama dengan 200 cm) Posisi penghalang berada pada jarak kritis di bawah atau sama dengan 200 cm (
else). Sistem langsung menyalakan LED Merah, mematikan LED Hijau dan Kuning, serta membunyikan Buzzer secara terus-menerus tanpa henti (beeeep) sebagai sinyal utama agar kendaraan segera dihentikan.
6. Kesimpulan
Perancangan sistem peringatan jarak parkir berbasis Arduino Uno R3 dan sensor HC-SR04 berhasil membuktikan bahwa kombinasi pemrosesan sinyal ultrasonik dan logika mikrokontroler mampu bekerja secara presisi. Memanfaatkan prinsip fisika Time-of-Flight serta perkalian konstanta matematis 0.017, pembacaan waktu gelombang dapat dikonversi menjadi satuan jarak fisik secara real-time tanpa membebani pemrosesan chip. Pengalokasian logika pada aktuator visual tiga warna dan indikator suara juga terbukti efektif memberikan respons peringatan yang jelas pada zona aman, waspada, dan bahaya.
Proyek ini sangat cocok dijadikan sarana belajar praktis bagi kamu yang ingin mendalami dunia embedded systems dan elektronika dasar. Tertarik mempraktikkannya? Yuk, segera siapkan komponenmu dan mulai rakit sistem parkir otomatis karya kamu sendiri sekarang juga!
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
Pada kesempatan ini kita akan menggunakan esp-01 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban. Dimana kemarin kita sudah belajar cara menggunakan... selengkapnya
Modul Bluetooth DX-BT18 adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk menghubungkan suatu perangkat menggunakan koneksi bluetooth. Saat ini penggunaan sensor sidik... selengkapnya
Traffic Light atau lampu lalu lintas adalah lampu yang mampu menertibkan arus lalu lintas jalanan baik kendaraan bermotor, mobil,... selengkapnya
Memarkir kendaraan di ruang yang sempit sering kali bikin waswas. Jarak antara bemper kendaraan dan dinding atau penghalang lain sangat... selengkapnya
Pada artikel kali ini akan membahas tutorial mengakses sensor soil moisture pada Arduino. Nanti hasilnya akan ditampilkan dalam persen... selengkapnya
Bluetooth merupakan komunikasi wireles (nirkabel) menggunakan SPP (Serial Port Protocol) dengan frekusensi kerja 2.4 GHz. Dengan Bluetooth, kita dapat... selengkapnya
Android Intent adalah struktur data atau objek yang terdapat deskripsi dari tugas yang akan dijalankan. Salah satu keunggulan dari... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Sensor getar Piezoelectric Ceramic (Piezo) merupakan sensor getaran sederhana namun sangat sensitif yang mampu menghasilkan tegangan saat terjadi tekanan atau... selengkapnya
Kali ini kita akan mencoba menggunakan sensor DHT11 pada ESP32. Seperti yang kita ketahui sensor DHT11 ini berfungsi untuk... selengkapnya
Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm male to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.000Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Spesifikasi: 50mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 75.000Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.