● online
- LCD CHARACTER 16X2 1602 5V GREEN HIJAU BACKLIGHT M....
- Motor servo MG996R TowerPro Metal Gear....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah sensor PIR, yaitu sensor yang dapat mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari objek di sekitarnya. Dengan menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi, kita bisa membuat berbagai proyek seperti lampu otomatis, sistem alarm, monitoring ruangan, hingga perangkat IoT sederhana.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi mulai dari koneksi pin hingga program Python untuk membaca status sensor. Rangkaiannya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang baru belajar menggunakan GPIO Raspberry Pi. Setelah memahami dasarnya, sensor ini juga bisa dikembangkan menjadi bagian dari sistem otomatisasi yang lebih kompleks.
Alat dan Bahan Sensor PIR dengan Raspberry Pi
Untuk membuat rangkaian sensor PIR dengan Raspberry Pi, komponen yang dibutuhkan cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan Raspberry Pi sebagai pengendali, modul PIR sebagai sensor gerakan, serta beberapa kabel untuk menghubungkan keduanya. Pada tutorial ini, kita bisa menggunakan GPIO Raspberry Pi secara langsung tanpa tambahan mikrokontroler atau modul perantara.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan sensor ke GPIO |
| 4 | Kabel USB/Power Supply | 1 buah | Sumber daya Raspberry Pi |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk konfigurasi dan pemrograman |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa membuat sistem sederhana untuk mendeteksi gerakan menggunakan sensor PIR dan Raspberry Pi. Selanjutnya, kita tinggal menghubungkan pin VCC, GND, dan OUT dari sensor PIR ke GPIO Raspberry Pi sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada Raspberry Pi 5, pin VCC sensor dapat dihubungkan ke sumber 5V, GND ke pin ground, sedangkan pin OUT digunakan sebagai jalur sinyal untuk memberi tahu Raspberry Pi ketika gerakan terdeteksi. Untuk rangkaian ini, kita menggunakan GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal dari sensor PIR.
| Pin PIR HC-SR501 | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 5V | Catu daya sensor |
| GND | GND | Ground |
| OUT | GPIO 17 | Sinyal deteksi gerakan |
Berikut gambaran wiring sederhananya:
Pastikan kabel OUT sensor PIR tidak terhubung ke pin 5V, karena pin GPIO Raspberry Pi bekerja pada level logika 3,3V. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut membuat program Python untuk membaca perubahan status GPIO ketika sensor mendeteksi gerakan.
Program Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah wiring selesai, kita bisa membuat program sederhana menggunakan Python untuk membaca sinyal dari sensor PIR. Prinsipnya cukup sederhana: ketika tidak ada gerakan, GPIO akan membaca kondisi LOW, sedangkan saat sensor mendeteksi gerakan, GPIO akan berubah menjadi HIGH. Program kemudian menampilkan status tersebut melalui Terminal sehingga kita bisa mengetahui kapan gerakan terdeteksi.
Pada program ini kita menggunakan library GPIO Zero untuk membaca sinyal dari sensor PIR melalui GPIO Raspberry Pi. GPIO Zero menyediakan class MotionSensor yang memang dirancang untuk menangani sensor gerakan, sehingga program bisa dibuat lebih sederhana. Jika ingin mempelajari fungsi MotionSensor dan fitur GPIO Zero lainnya, kamu bisa melihat dokumentasi resmi GPIO Zero.
from gpiozero import MotionSensor
from time import sleep
pir = MotionSensor(17)
print("Menunggu sensor PIR...")
while True:
pir.wait_for_motion()
print("Gerakan terdeteksi!")
pir.wait_for_no_motion()
print("Tidak ada gerakan.")
sleep(0.5)
Cara Kerja Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bekerja dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah yang berasal dari objek, terutama manusia, yang bergerak di area jangkauannya. Ketika tidak ada perubahan yang terdeteksi, pin OUT berada pada kondisi LOW. Saat sensor mendeteksi gerakan, pin OUT berubah menjadi HIGH dan sinyal tersebut dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program Python kemudian menerjemahkan perubahan sinyal tersebut menjadi status “Gerakan terdeteksi!” atau “Tidak ada gerakan.”
Secara sederhana, alur kerjanya adalah objek bergerak → sensor PIR mendeteksi perubahan inframerah → pin OUT menghasilkan sinyal → GPIO Raspberry Pi membaca sinyal → program menentukan status gerakan. Konsep sederhana ini bisa dikembangkan menjadi berbagai aplikasi, seperti lampu otomatis, sistem alarm, penghitung aktivitas, maupun sistem monitoring ruangan berbasis Raspberry Pi.
Selain sensor PIR, Raspberry Pi dan ESP32-C3 Mini juga bisa digunakan untuk berbagai proyek sensor dan IoT. Kalau kamu ingin mempelajari komunikasi sensor menggunakan I2C pada ESP32-C3 Mini, kamu bisa membaca artikel Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi 5 cukup sederhana karena modul PIR hanya membutuhkan koneksi VCC, GND, dan OUT untuk mengirimkan informasi deteksi gerakan. Dengan memanfaatkan GPIO 17 sebagai input dan program Python, Raspberry Pi dapat membaca perubahan sinyal dari sensor dan mengetahui kapan terdapat gerakan di area yang dipantau.
Rangkaian sederhana ini bisa menjadi dasar untuk berbagai proyek IoT dan otomatisasi, seperti alarm, lampu otomatis, monitoring ruangan, maupun sistem keamanan sederhana. Setelah memahami cara kerja sensor PIR, kamu juga bisa mengembangkannya dengan menambahkan sensor atau perangkat lain sesuai kebutuhan proyek.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Semangat pagi, salam hangat dari saya untuk semua pengunjung indomaker.com. Kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan timer relay... selengkapnya
Hallo kali ini saya akan membahas mengenai relay lagi yaitu relay 2 channel. Di pasaran, relay ini sudah menggunakan... selengkapnya
Motor DC sering digunakan dalam proyek Raspberry Pi seperti robot, kipas otomatis, conveyor mini, dan berbagai sistem mekanik lainnya. Namun,... selengkapnya
Penggunaan LCD I2C sering kali gagal menampilkan teks karena deklarasi awal yaitu alamat I2C yang salah/keliru dikarenakan alamat yang... selengkapnya
Pada artikel kali ini akan membahas tutorial mengakses sensor soil moisture pada Arduino. Nanti hasilnya akan ditampilkan dalam persen... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Bagi orang-orang yang sering melihat konten-konten di aplikasi Instagram mungkin sudah tidak asing lagi, melihat gambar atau foto yang... selengkapnya
Artikel kali ini, akan membahas tentang mengontrol sebuah LED menggunakan remote. Remote apa yang digunakan? anda dapat menggunakan berbagai... selengkapnya
Sensor PIR (HC-SR501) digunakan untuk mendeteksi pergerakan yang ada di depannya. Sensor PIR (HC-SR501) terbuat dari bahan pyroelectric yang... selengkapnya
Mengendalikan LED dengan tombol bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kali ini, kamu akan mempelajari dua metode umum dan sangat berguna:... selengkapnya
sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Features: Brand new and high quality. Control the speed of a DC motor with this controller. High efficiency, high torque,… selengkapnya
Rp 25.400Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500Specifications: 1. supports sampling costs (KHz): 8/11.025/12/16/22.05/24/32/44.1/48 2. 24-bit DAC output, dynamic range aid: 90dB, SNR aid: 85dB 3. fully… selengkapnya
Rp 17.800Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Kategori
Artikel Terkait
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan

Saat ini belum tersedia komentar.