● online
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- ESR Meter Digital LCR-T4 Tester Transistor Diode M....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F....
- 10X RESISTOR 1K 1KOHM 1/4W 1% METAL FILM....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- B0505S-1W 5V to 5V converter DC DC power module co....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah sensor PIR, yaitu sensor yang dapat mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari objek di sekitarnya. Dengan menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi, kita bisa membuat berbagai proyek seperti lampu otomatis, sistem alarm, monitoring ruangan, hingga perangkat IoT sederhana.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi mulai dari koneksi pin hingga program Python untuk membaca status sensor. Rangkaiannya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang baru belajar menggunakan GPIO Raspberry Pi. Setelah memahami dasarnya, sensor ini juga bisa dikembangkan menjadi bagian dari sistem otomatisasi yang lebih kompleks.
Alat dan Bahan Sensor PIR dengan Raspberry Pi
Untuk membuat rangkaian sensor PIR dengan Raspberry Pi, komponen yang dibutuhkan cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan Raspberry Pi sebagai pengendali, modul PIR sebagai sensor gerakan, serta beberapa kabel untuk menghubungkan keduanya. Pada tutorial ini, kita bisa menggunakan GPIO Raspberry Pi secara langsung tanpa tambahan mikrokontroler atau modul perantara.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan sensor ke GPIO |
| 4 | Kabel USB/Power Supply | 1 buah | Sumber daya Raspberry Pi |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk konfigurasi dan pemrograman |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa membuat sistem sederhana untuk mendeteksi gerakan menggunakan sensor PIR dan Raspberry Pi. Selanjutnya, kita tinggal menghubungkan pin VCC, GND, dan OUT dari sensor PIR ke GPIO Raspberry Pi sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada Raspberry Pi 5, pin VCC sensor dapat dihubungkan ke sumber 5V, GND ke pin ground, sedangkan pin OUT digunakan sebagai jalur sinyal untuk memberi tahu Raspberry Pi ketika gerakan terdeteksi. Untuk rangkaian ini, kita menggunakan GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal dari sensor PIR.
| Pin PIR HC-SR501 | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 5V | Catu daya sensor |
| GND | GND | Ground |
| OUT | GPIO 17 | Sinyal deteksi gerakan |
Berikut gambaran wiring sederhananya:
Pastikan kabel OUT sensor PIR tidak terhubung ke pin 5V, karena pin GPIO Raspberry Pi bekerja pada level logika 3,3V. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut membuat program Python untuk membaca perubahan status GPIO ketika sensor mendeteksi gerakan.
Program Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah wiring selesai, kita bisa membuat program sederhana menggunakan Python untuk membaca sinyal dari sensor PIR. Prinsipnya cukup sederhana: ketika tidak ada gerakan, GPIO akan membaca kondisi LOW, sedangkan saat sensor mendeteksi gerakan, GPIO akan berubah menjadi HIGH. Program kemudian menampilkan status tersebut melalui Terminal sehingga kita bisa mengetahui kapan gerakan terdeteksi.
Pada program ini kita menggunakan library GPIO Zero untuk membaca sinyal dari sensor PIR melalui GPIO Raspberry Pi. GPIO Zero menyediakan class MotionSensor yang memang dirancang untuk menangani sensor gerakan, sehingga program bisa dibuat lebih sederhana. Jika ingin mempelajari fungsi MotionSensor dan fitur GPIO Zero lainnya, kamu bisa melihat dokumentasi resmi GPIO Zero.
from gpiozero import MotionSensor
from time import sleep
pir = MotionSensor(17)
print("Menunggu sensor PIR...")
while True:
pir.wait_for_motion()
print("Gerakan terdeteksi!")
pir.wait_for_no_motion()
print("Tidak ada gerakan.")
sleep(0.5)
Cara Kerja Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bekerja dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah yang berasal dari objek, terutama manusia, yang bergerak di area jangkauannya. Ketika tidak ada perubahan yang terdeteksi, pin OUT berada pada kondisi LOW. Saat sensor mendeteksi gerakan, pin OUT berubah menjadi HIGH dan sinyal tersebut dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program Python kemudian menerjemahkan perubahan sinyal tersebut menjadi status “Gerakan terdeteksi!” atau “Tidak ada gerakan.”
Secara sederhana, alur kerjanya adalah objek bergerak → sensor PIR mendeteksi perubahan inframerah → pin OUT menghasilkan sinyal → GPIO Raspberry Pi membaca sinyal → program menentukan status gerakan. Konsep sederhana ini bisa dikembangkan menjadi berbagai aplikasi, seperti lampu otomatis, sistem alarm, penghitung aktivitas, maupun sistem monitoring ruangan berbasis Raspberry Pi.
Selain sensor PIR, Raspberry Pi dan ESP32-C3 Mini juga bisa digunakan untuk berbagai proyek sensor dan IoT. Kalau kamu ingin mempelajari komunikasi sensor menggunakan I2C pada ESP32-C3 Mini, kamu bisa membaca artikel Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi 5 cukup sederhana karena modul PIR hanya membutuhkan koneksi VCC, GND, dan OUT untuk mengirimkan informasi deteksi gerakan. Dengan memanfaatkan GPIO 17 sebagai input dan program Python, Raspberry Pi dapat membaca perubahan sinyal dari sensor dan mengetahui kapan terdapat gerakan di area yang dipantau.
Rangkaian sederhana ini bisa menjadi dasar untuk berbagai proyek IoT dan otomatisasi, seperti alarm, lampu otomatis, monitoring ruangan, maupun sistem keamanan sederhana. Setelah memahami cara kerja sensor PIR, kamu juga bisa mengembangkannya dengan menambahkan sensor atau perangkat lain sesuai kebutuhan proyek.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Sensor level A01 Series adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan benda padat atau cairan menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini... selengkapnya
Potensiometer adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika ataupun kebutuhan pemakainya.... selengkapnya
Traffic Light atau lampu lalu lintas adalah lampu yang mampu menertibkan arus lalu lintas jalanan baik kendaraan bermotor, mobil,... selengkapnya
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca input dari tombol, tapi juga bisa digunakan untuk membuat simulasi lampu... selengkapnya
DHT11 adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi kelembapan dan suhu udara. Sensor ini dapat digunakan untuk mendeteksi suhu... selengkapnya
Melanjutkan tutorial dari postingan sebelumnya tentang cara memulai menggunakan telegram pada NodeMCU, kali kita akan membahas cara membuat notifikasinya... selengkapnya
Memarkir kendaraan di ruang yang sempit sering kali bikin waswas. Jarak antara bemper kendaraan dan dinding atau penghalang lain sangat... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca tombol, tapi juga bisa menghasilkan suara menggunakan komponen bernama buzzer. Buzzer... selengkapnya
Mengukur konsumsi listrik secara real-time bisa menjadi salah satu proyek menarik menggunakan ESP32. Dengan bantuan IC HLW8032, ESP32 dapat membaca... selengkapnya
1 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.50012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11
-
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04

Saat ini belum tersedia komentar.