● online
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resisto....
- E18-D80NK Infrared Obstacle Avoidance Sensor Proxi....
- ESR Meter Digital LCR-T4 Tester Transistor Diode M....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F....
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah sensor PIR, yaitu sensor yang dapat mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari objek di sekitarnya. Dengan menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi, kita bisa membuat berbagai proyek seperti lampu otomatis, sistem alarm, monitoring ruangan, hingga perangkat IoT sederhana.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi mulai dari koneksi pin hingga program Python untuk membaca status sensor. Rangkaiannya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang baru belajar menggunakan GPIO Raspberry Pi. Setelah memahami dasarnya, sensor ini juga bisa dikembangkan menjadi bagian dari sistem otomatisasi yang lebih kompleks.
Alat dan Bahan Sensor PIR dengan Raspberry Pi
Untuk membuat rangkaian sensor PIR dengan Raspberry Pi, komponen yang dibutuhkan cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan Raspberry Pi sebagai pengendali, modul PIR sebagai sensor gerakan, serta beberapa kabel untuk menghubungkan keduanya. Pada tutorial ini, kita bisa menggunakan GPIO Raspberry Pi secara langsung tanpa tambahan mikrokontroler atau modul perantara.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan sensor ke GPIO |
| 4 | Kabel USB/Power Supply | 1 buah | Sumber daya Raspberry Pi |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk konfigurasi dan pemrograman |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa membuat sistem sederhana untuk mendeteksi gerakan menggunakan sensor PIR dan Raspberry Pi. Selanjutnya, kita tinggal menghubungkan pin VCC, GND, dan OUT dari sensor PIR ke GPIO Raspberry Pi sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada Raspberry Pi 5, pin VCC sensor dapat dihubungkan ke sumber 5V, GND ke pin ground, sedangkan pin OUT digunakan sebagai jalur sinyal untuk memberi tahu Raspberry Pi ketika gerakan terdeteksi. Untuk rangkaian ini, kita menggunakan GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal dari sensor PIR.
| Pin PIR HC-SR501 | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 5V | Catu daya sensor |
| GND | GND | Ground |
| OUT | GPIO 17 | Sinyal deteksi gerakan |
Berikut gambaran wiring sederhananya:
Pastikan kabel OUT sensor PIR tidak terhubung ke pin 5V, karena pin GPIO Raspberry Pi bekerja pada level logika 3,3V. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut membuat program Python untuk membaca perubahan status GPIO ketika sensor mendeteksi gerakan.
Program Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah wiring selesai, kita bisa membuat program sederhana menggunakan Python untuk membaca sinyal dari sensor PIR. Prinsipnya cukup sederhana: ketika tidak ada gerakan, GPIO akan membaca kondisi LOW, sedangkan saat sensor mendeteksi gerakan, GPIO akan berubah menjadi HIGH. Program kemudian menampilkan status tersebut melalui Terminal sehingga kita bisa mengetahui kapan gerakan terdeteksi.
Pada program ini kita menggunakan library GPIO Zero untuk membaca sinyal dari sensor PIR melalui GPIO Raspberry Pi. GPIO Zero menyediakan class MotionSensor yang memang dirancang untuk menangani sensor gerakan, sehingga program bisa dibuat lebih sederhana. Jika ingin mempelajari fungsi MotionSensor dan fitur GPIO Zero lainnya, kamu bisa melihat dokumentasi resmi GPIO Zero.
from gpiozero import MotionSensor
from time import sleep
pir = MotionSensor(17)
print("Menunggu sensor PIR...")
while True:
pir.wait_for_motion()
print("Gerakan terdeteksi!")
pir.wait_for_no_motion()
print("Tidak ada gerakan.")
sleep(0.5)
Cara Kerja Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bekerja dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah yang berasal dari objek, terutama manusia, yang bergerak di area jangkauannya. Ketika tidak ada perubahan yang terdeteksi, pin OUT berada pada kondisi LOW. Saat sensor mendeteksi gerakan, pin OUT berubah menjadi HIGH dan sinyal tersebut dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program Python kemudian menerjemahkan perubahan sinyal tersebut menjadi status “Gerakan terdeteksi!” atau “Tidak ada gerakan.”
Secara sederhana, alur kerjanya adalah objek bergerak → sensor PIR mendeteksi perubahan inframerah → pin OUT menghasilkan sinyal → GPIO Raspberry Pi membaca sinyal → program menentukan status gerakan. Konsep sederhana ini bisa dikembangkan menjadi berbagai aplikasi, seperti lampu otomatis, sistem alarm, penghitung aktivitas, maupun sistem monitoring ruangan berbasis Raspberry Pi.
Selain sensor PIR, Raspberry Pi dan ESP32-C3 Mini juga bisa digunakan untuk berbagai proyek sensor dan IoT. Kalau kamu ingin mempelajari komunikasi sensor menggunakan I2C pada ESP32-C3 Mini, kamu bisa membaca artikel Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi 5 cukup sederhana karena modul PIR hanya membutuhkan koneksi VCC, GND, dan OUT untuk mengirimkan informasi deteksi gerakan. Dengan memanfaatkan GPIO 17 sebagai input dan program Python, Raspberry Pi dapat membaca perubahan sinyal dari sensor dan mengetahui kapan terdapat gerakan di area yang dipantau.
Rangkaian sederhana ini bisa menjadi dasar untuk berbagai proyek IoT dan otomatisasi, seperti alarm, lampu otomatis, monitoring ruangan, maupun sistem keamanan sederhana. Setelah memahami cara kerja sensor PIR, kamu juga bisa mengembangkannya dengan menambahkan sensor atau perangkat lain sesuai kebutuhan proyek.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Halo semuanya, di tutorial kali ini Saya akan berbagi tutorial tentang simulasi sistem smart home sederhana. Seperti yang kita... selengkapnya
LCD atau Liquid Crystal Display adalah Perangkat yang berfungsi sebagai media penampil dengan memanfaatkan kristal cair sebagai objek penampil utama.... selengkapnya
Sensor level A01 Series adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan benda padat atau cairan menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini... selengkapnya
Pada penggunaan mesin CNC router salah satu kegunaanya adalah dapat membuat layout atau jalur PCB. Cara penggunaanya kita memerlukan... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini Saya ingin membahas tentang simulasi penggunaan sensor LDR (sensor cahaya) menggunakan Arduino untuk... selengkapnya
LED adalah singkatan dari Light Emiting Diode, yang merupakan sebuah dioda yang dapat mengubah energi listrik menjadi cahaya, dan... selengkapnya
Pada artikel ini saya akan memberikan cara cepat menggunakan motor servo pada Arduino. Pasti tentunya anda sedang mencari tutorial-tutorial... selengkapnya
Sensor PIR (Passive Infrared) berfungsi sebagai pendeteksi gerakan berbasis suhu tubuh, khususnya radiasi inframerah yang dipancarkan oleh manusia dan hewan... selengkapnya
Bluetooth merupakan komunikasi wireles (nirkabel) menggunakan SPP (Serial Port Protocol) dengan frekusensi kerja 2.4 GHz. Dengan Bluetooth, kita dapat... selengkapnya
Siapa yang kenal dengan modul SIM? dengan modul ini kita bisa berkomunikasi dengan SIM GSM baik untuk mengirim... selengkapnya
Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000Specifications: 1. supports sampling costs (KHz): 8/11.025/12/16/22.05/24/32/44.1/48 2. 24-bit DAC output, dynamic range aid: 90dB, SNR aid: 85dB 3. fully… selengkapnya
Rp 17.800Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini

Saat ini belum tersedia komentar.