● online
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- B0505S-1W 5V to 5V converter DC DC power module co....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- Max7219 Led Dot Matrix 32x8 Display Module For Ard....
- LCD CHARACTER 16X2 1602 5V GREEN HIJAU BACKLIGHT M....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Mendeteksi keberadaan seseorang tidak selalu membutuhkan sensor yang rumit. Salah satu komponen yang paling sering digunakan untuk kebutuhan ini adalah sensor PIR, yaitu sensor yang dapat mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari objek di sekitarnya. Dengan menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi, kita bisa membuat berbagai proyek seperti lampu otomatis, sistem alarm, monitoring ruangan, hingga perangkat IoT sederhana.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi mulai dari koneksi pin hingga program Python untuk membaca status sensor. Rangkaiannya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang baru belajar menggunakan GPIO Raspberry Pi. Setelah memahami dasarnya, sensor ini juga bisa dikembangkan menjadi bagian dari sistem otomatisasi yang lebih kompleks.
Alat dan Bahan Sensor PIR dengan Raspberry Pi
Untuk membuat rangkaian sensor PIR dengan Raspberry Pi, komponen yang dibutuhkan cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan Raspberry Pi sebagai pengendali, modul PIR sebagai sensor gerakan, serta beberapa kabel untuk menghubungkan keduanya. Pada tutorial ini, kita bisa menggunakan GPIO Raspberry Pi secara langsung tanpa tambahan mikrokontroler atau modul perantara.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan sensor ke GPIO |
| 4 | Kabel USB/Power Supply | 1 buah | Sumber daya Raspberry Pi |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk konfigurasi dan pemrograman |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa membuat sistem sederhana untuk mendeteksi gerakan menggunakan sensor PIR dan Raspberry Pi. Selanjutnya, kita tinggal menghubungkan pin VCC, GND, dan OUT dari sensor PIR ke GPIO Raspberry Pi sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada Raspberry Pi 5, pin VCC sensor dapat dihubungkan ke sumber 5V, GND ke pin ground, sedangkan pin OUT digunakan sebagai jalur sinyal untuk memberi tahu Raspberry Pi ketika gerakan terdeteksi. Untuk rangkaian ini, kita menggunakan GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal dari sensor PIR.
| Pin PIR HC-SR501 | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 5V | Catu daya sensor |
| GND | GND | Ground |
| OUT | GPIO 17 | Sinyal deteksi gerakan |
Berikut gambaran wiring sederhananya:
Pastikan kabel OUT sensor PIR tidak terhubung ke pin 5V, karena pin GPIO Raspberry Pi bekerja pada level logika 3,3V. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut membuat program Python untuk membaca perubahan status GPIO ketika sensor mendeteksi gerakan.
Program Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah wiring selesai, kita bisa membuat program sederhana menggunakan Python untuk membaca sinyal dari sensor PIR. Prinsipnya cukup sederhana: ketika tidak ada gerakan, GPIO akan membaca kondisi LOW, sedangkan saat sensor mendeteksi gerakan, GPIO akan berubah menjadi HIGH. Program kemudian menampilkan status tersebut melalui Terminal sehingga kita bisa mengetahui kapan gerakan terdeteksi.
Pada program ini kita menggunakan library GPIO Zero untuk membaca sinyal dari sensor PIR melalui GPIO Raspberry Pi. GPIO Zero menyediakan class MotionSensor yang memang dirancang untuk menangani sensor gerakan, sehingga program bisa dibuat lebih sederhana. Jika ingin mempelajari fungsi MotionSensor dan fitur GPIO Zero lainnya, kamu bisa melihat dokumentasi resmi GPIO Zero.
from gpiozero import MotionSensor
from time import sleep
pir = MotionSensor(17)
print("Menunggu sensor PIR...")
while True:
pir.wait_for_motion()
print("Gerakan terdeteksi!")
pir.wait_for_no_motion()
print("Tidak ada gerakan.")
sleep(0.5)
Cara Kerja Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bekerja dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah yang berasal dari objek, terutama manusia, yang bergerak di area jangkauannya. Ketika tidak ada perubahan yang terdeteksi, pin OUT berada pada kondisi LOW. Saat sensor mendeteksi gerakan, pin OUT berubah menjadi HIGH dan sinyal tersebut dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program Python kemudian menerjemahkan perubahan sinyal tersebut menjadi status “Gerakan terdeteksi!” atau “Tidak ada gerakan.”
Secara sederhana, alur kerjanya adalah objek bergerak → sensor PIR mendeteksi perubahan inframerah → pin OUT menghasilkan sinyal → GPIO Raspberry Pi membaca sinyal → program menentukan status gerakan. Konsep sederhana ini bisa dikembangkan menjadi berbagai aplikasi, seperti lampu otomatis, sistem alarm, penghitung aktivitas, maupun sistem monitoring ruangan berbasis Raspberry Pi.
Selain sensor PIR, Raspberry Pi dan ESP32-C3 Mini juga bisa digunakan untuk berbagai proyek sensor dan IoT. Kalau kamu ingin mempelajari komunikasi sensor menggunakan I2C pada ESP32-C3 Mini, kamu bisa membaca artikel Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Menghubungkan sensor PIR ke Raspberry Pi 5 cukup sederhana karena modul PIR hanya membutuhkan koneksi VCC, GND, dan OUT untuk mengirimkan informasi deteksi gerakan. Dengan memanfaatkan GPIO 17 sebagai input dan program Python, Raspberry Pi dapat membaca perubahan sinyal dari sensor dan mengetahui kapan terdapat gerakan di area yang dipantau.
Rangkaian sederhana ini bisa menjadi dasar untuk berbagai proyek IoT dan otomatisasi, seperti alarm, lampu otomatis, monitoring ruangan, maupun sistem keamanan sederhana. Setelah memahami cara kerja sensor PIR, kamu juga bisa mengembangkannya dengan menambahkan sensor atau perangkat lain sesuai kebutuhan proyek.
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Hallo, kali ini akan membahas bagaimana cara untuk membuat dimmer menggunakan mosfet D4184 module. Mosfet mempunyai fungsi yaitu untuk... selengkapnya
Seperti yang kita ketahui, Raspberry Pi merupakan komputer mini yang powerful karena dengan ukurannya yang kecil tetapi bisa berfungsi layaknya... selengkapnya
Alarm sangat diperlukan untuk keamanan tertentu, misalnya pada rumah, toko, maupun yang berupa barang-barang berharga lainnya dari pencuri. Tentunya... selengkapnya
Thingspeak merupakan sebuah platform Internet of things yang memungkinkan anda untuk memonitoring/kontrol device menggunakan internet. Platform Iot ini gratis... selengkapnya
Pada beberapa profesi yang menggunakan bantuan suatu aplikasi ataupun perangkat lunak sangatlah banyak. Nyatanya dengan adanya berbagai macam perangkat... selengkapnya
Pada artikel sebelumnya kita sudah belajar untuk mendaftar ke thingspeak, jika belum silahkan bisa di lihat DISINI. Oke sip... selengkapnya
Raspberry Pi adalah komputer mini yang sangat populer di kalangan penggemar elektronika dan pemrograman. Salah satu kelebihan utamanya adalah pin... selengkapnya
Pada tutorial ini akan dijelaskan bagaimana memulai menggunakan NodeMCU Esp8266 pada Arduino IDE. Meskipun pada tutorial sebelumnya sudah menggunakan... selengkapnya
Selamat datang di indomaker.com, pada pembahasan kali ini admin akan mengupas tentang penggunaan ESP32-CAM. Module ini merupakan sebuah module... selengkapnya
I think I need to make a virtual personal assistant that can help me make a self-service video tutorial... selengkapnya
Ini yang Seri SN – DS3231 I2C RTC Module khusus DS3231SN – Include Baterai – Module jam digital – Keperluan… selengkapnya
Rp 34.900Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.00012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Fitur: -Dapat mendeteksi api atau panjang gelombang sumber cahaya dalam 760nm ~ 1100nm – Api lebih ringan mendeteksi jarak 80cm… selengkapnya
Rp 9.000Specifications: 1. supports sampling costs (KHz): 8/11.025/12/16/22.05/24/32/44.1/48 2. 24-bit DAC output, dynamic range aid: 90dB, SNR aid: 85dB 3. fully… selengkapnya
Rp 17.800Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
Kategori
Artikel Terkait
-
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135
-
Stabil Terus! Cara Bikin Kontrol Kelembapan Ruangan Otomatis Pakai Arduino dan PID
-
Bikin Robot Anti Tumbang Panduan Lengkap Self-Balancing Robot Pakai Arduino
-
Bikin Mobil Parkir Otomatis Pakai Arduino dan PID dengan Budget di Bawah 100 Ribu
-
Bikin Stabilizer 1-Axis Low Budget Pakai Arduino dan PID

Saat ini belum tersedia komentar.