● online
- LM35DZ Sensor Suhu - LM35....
- Kabel Jumper Dupont Pelangi 30 cm female to Female....
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4....
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Saat menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada satu hal yang sering bikin bingung, yaitu alamat I2C. Alamat ini digunakan oleh ESP32-C3 Mini untuk mengenali sensor yang terhubung pada jalur komunikasi I2C. Kalau alamatnya tidak diketahui atau konfigurasi programnya salah, sensor bisa saja tidak terdeteksi meskipun wiring SDA, SCL, VCC, dan GND sudah terpasang dengan benar. Kalau kamu belum mengetahui cara menghubungkan sensor ini, kamu bisa membaca tutorial Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan terlebih dahulu.
Nah, di artikel ini kita akan membahas cara mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini menggunakan program I2C Scanner. Caranya cukup sederhana dan bisa membantu memastikan apakah sensor sudah terhubung dengan benar sebelum digunakan dalam program utama. Jadi, daripada menebak-nebak alamat sensor, kita bisa langsung memindainya menggunakan ESP32-C3 Mini.
Alat dan Bahan untuk Cek Alamat I2C SHT40
Untuk mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini, alat yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak. Kita hanya perlu board ESP32-C3 Mini, sensor SHT40, kabel jumper, dan komputer yang sudah terpasang Arduino IDE. Karena prosesnya hanya menggunakan komunikasi I2C, tidak diperlukan komponen tambahan seperti resistor atau modul khusus.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Board utama untuk melakukan pemindaian I2C |
| 2 | SHT40 | 1 buah | Sensor suhu dan kelembapan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan SHT40 dengan ESP32-C3 Mini |
| 4 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Menghubungkan ESP32-C3 Mini ke komputer |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk menjalankan Arduino IDE |
Dengan alat dan bahan tersebut, kita sudah bisa melakukan pemindaian alamat I2C pada SHT40. Setelah semua tersedia, langkah berikutnya adalah menghubungkan pin VCC, GND, SDA, dan SCL sebelum menjalankan program I2C Scanner.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk I2C
SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga koneksinya cukup sederhana. Pada ESP32-C3 Mini, kita dapat menggunakan GPIO 8 sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL, sedangkan VCC dihubungkan ke 3.3V dan GND ke GND. Berikut tabel koneksi yang bisa digunakan sebagai acuan sebelum menjalankan program I2C Scanner.
| Pin SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO 8 | Jalur data I2C |
| SCL | GPIO 9 | Jalur clock I2C |
Wiring sederhana:
Pastikan koneksi SDA dan SCL tidak tertukar karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut menjalankan program I2C Scanner pada ESP32-C3 Mini untuk mencari perangkat yang terhubung pada bus I2C.
Program I2C Scanner untuk SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah wiring selesai, kita bisa menggunakan program I2C Scanner untuk mengetahui perangkat apa saja yang terhubung ke jalur I2C pada ESP32-C3 Mini. Program ini akan memindai alamat I2C satu per satu dan menampilkan perangkat yang berhasil ditemukan melalui Serial Monitor. Pada rangkaian ini, GPIO 8 digunakan sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL. SHT40 sendiri menggunakan komunikasi I2C, dan informasi mengenai alamat serta spesifikasinya dapat dilihat pada datasheet resmi SHT4x dari Sensirion.
#include <Wire.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
Serial.println("I2C Scanner");
Serial.println("Scanning...");
}
void loop() {
byte error;
byte address;
int devicesFound = 0;
for (address = 1; address < 127; address++) {
Wire.beginTransmission(address);
error = Wire.endTransmission();
if (error == 0) {
Serial.print("Perangkat ditemukan pada alamat 0x");
if (address < 16) {
Serial.print("0");
}
Serial.println(address, HEX);
devicesFound++;
}
}
if (devicesFound == 0) {
Serial.println("Tidak ada perangkat I2C ditemukan.");
} else {
Serial.print("Jumlah perangkat: ");
Serial.println(devicesFound);
}
Serial.println("--------------------");
delay(3000);
}
Setelah kode di-upload ke ESP32-C3 Mini, buka Serial Monitor dengan baud rate 115200. Jika SHT40 terhubung dengan benar, scanner akan menampilkan alamat I2C yang digunakan oleh sensor. Pada varian SHT40 yang umum digunakan, alamatnya adalah 0x44, tetapi beberapa varian lainnya dapat menggunakan 0x45 atau 0x46. Karena itu, hasil dari I2C Scanner dapat digunakan untuk mengetahui alamat yang benar-benar digunakan oleh sensor sebelum alamat tersebut dimasukkan ke program utama.
Kesimpulan Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini bisa dilakukan dengan mudah menggunakan program I2C Scanner. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui perangkat yang terdeteksi pada jalur I2C sebelum memasukkan alamatnya ke program utama. Pada SHT40, alamat yang tersedia bergantung pada varian sensor, sehingga proses scanning menjadi cara praktis untuk memastikan alamat yang digunakan. Datasheet resmi Sensirion mencantumkan varian SHT40 dengan alamat I2C 0x44, 0x45, dan 0x46.
Setelah alamat I2C berhasil diketahui, langkah berikutnya adalah menggunakan alamat tersebut dalam program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Kalau kamu mengikuti artikel sebelumnya tentang cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah lanjutan untuk memahami komunikasi I2C sebelum mengembangkan rangkaian menjadi proyek IoT yang lebih lengkap.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Tidak jauh-jauh dari shield ESP-01 lagi, kali ini akan membahas module shield untuk relay. Cukup praktis dan hemat size... selengkapnya
Javascript adalah scripting atau bahasa pemrograman yang digunakan pada suatu web pada level klien (Client side) agar web tersebut... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Pada umumnya sebuah output data dapat kita tampilkan di berbagai platform software maupun hardware. Misalnya pada web, aplikasi android,... selengkapnya
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris... selengkapnya
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor,... selengkapnya
Pernah suatu ketika axis X, Y, atau z CNC kita berubah, gcode yang sudah jadi setelah di running tidak... selengkapnya
Pada zaman yang semakin canggih ini banyak orang yang berbondog-bondong memajukan teknologi, salah satunya mengganti sumber daya listrik dengan menggunakan... selengkapnya
HK1600B merupakan salah satu sensor tekanan yang mudah kita temukan di pasaran, dengan output analog linear dari 0.5V hingga 4.5V,... selengkapnya
Sebagai seorang programmer tentu saja harus mempunyai kemampuan di bidang Bahasa pemograman karena landasan utama dalam membangun sebuah aplikasi... selengkapnya
Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Kategori
Artikel Terkait
-
Bikin Kipas Angin Pintar Sendiri Pakai Arduino dan Algoritma PID Biar Ruangan Makin Adem
-
Jaga Kolam Ikan Tetap Stabil Pakai Arduino dan PID Biar Ikan Makin Happy
-
Bikin Lampu Belajar Pintar Pake PID & Arduino Cahaya Sat-Set, Mata Anti-Lelah!
-
Stabil Terus! Cara Bikin Kontrol Kelembapan Ruangan Otomatis Pakai Arduino dan PID
-
Bikin Robot Anti Tumbang Panduan Lengkap Self-Balancing Robot Pakai Arduino

Saat ini belum tersedia komentar.