● online
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to F....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Jasa Cetak PCB....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Saat menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada satu hal yang sering bikin bingung, yaitu alamat I2C. Alamat ini digunakan oleh ESP32-C3 Mini untuk mengenali sensor yang terhubung pada jalur komunikasi I2C. Kalau alamatnya tidak diketahui atau konfigurasi programnya salah, sensor bisa saja tidak terdeteksi meskipun wiring SDA, SCL, VCC, dan GND sudah terpasang dengan benar. Kalau kamu belum mengetahui cara menghubungkan sensor ini, kamu bisa membaca tutorial Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan terlebih dahulu.
Nah, di artikel ini kita akan membahas cara mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini menggunakan program I2C Scanner. Caranya cukup sederhana dan bisa membantu memastikan apakah sensor sudah terhubung dengan benar sebelum digunakan dalam program utama. Jadi, daripada menebak-nebak alamat sensor, kita bisa langsung memindainya menggunakan ESP32-C3 Mini.
Alat dan Bahan untuk Cek Alamat I2C SHT40
Untuk mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini, alat yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak. Kita hanya perlu board ESP32-C3 Mini, sensor SHT40, kabel jumper, dan komputer yang sudah terpasang Arduino IDE. Karena prosesnya hanya menggunakan komunikasi I2C, tidak diperlukan komponen tambahan seperti resistor atau modul khusus.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Board utama untuk melakukan pemindaian I2C |
| 2 | SHT40 | 1 buah | Sensor suhu dan kelembapan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan SHT40 dengan ESP32-C3 Mini |
| 4 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Menghubungkan ESP32-C3 Mini ke komputer |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk menjalankan Arduino IDE |
Dengan alat dan bahan tersebut, kita sudah bisa melakukan pemindaian alamat I2C pada SHT40. Setelah semua tersedia, langkah berikutnya adalah menghubungkan pin VCC, GND, SDA, dan SCL sebelum menjalankan program I2C Scanner.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk I2C
SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga koneksinya cukup sederhana. Pada ESP32-C3 Mini, kita dapat menggunakan GPIO 8 sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL, sedangkan VCC dihubungkan ke 3.3V dan GND ke GND. Berikut tabel koneksi yang bisa digunakan sebagai acuan sebelum menjalankan program I2C Scanner.
| Pin SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO 8 | Jalur data I2C |
| SCL | GPIO 9 | Jalur clock I2C |
Wiring sederhana:
Pastikan koneksi SDA dan SCL tidak tertukar karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut menjalankan program I2C Scanner pada ESP32-C3 Mini untuk mencari perangkat yang terhubung pada bus I2C.
Program I2C Scanner untuk SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah wiring selesai, kita bisa menggunakan program I2C Scanner untuk mengetahui perangkat apa saja yang terhubung ke jalur I2C pada ESP32-C3 Mini. Program ini akan memindai alamat I2C satu per satu dan menampilkan perangkat yang berhasil ditemukan melalui Serial Monitor. Pada rangkaian ini, GPIO 8 digunakan sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL. SHT40 sendiri menggunakan komunikasi I2C, dan informasi mengenai alamat serta spesifikasinya dapat dilihat pada datasheet resmi SHT4x dari Sensirion.
#include <Wire.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
Serial.println("I2C Scanner");
Serial.println("Scanning...");
}
void loop() {
byte error;
byte address;
int devicesFound = 0;
for (address = 1; address < 127; address++) {
Wire.beginTransmission(address);
error = Wire.endTransmission();
if (error == 0) {
Serial.print("Perangkat ditemukan pada alamat 0x");
if (address < 16) {
Serial.print("0");
}
Serial.println(address, HEX);
devicesFound++;
}
}
if (devicesFound == 0) {
Serial.println("Tidak ada perangkat I2C ditemukan.");
} else {
Serial.print("Jumlah perangkat: ");
Serial.println(devicesFound);
}
Serial.println("--------------------");
delay(3000);
}
Setelah kode di-upload ke ESP32-C3 Mini, buka Serial Monitor dengan baud rate 115200. Jika SHT40 terhubung dengan benar, scanner akan menampilkan alamat I2C yang digunakan oleh sensor. Pada varian SHT40 yang umum digunakan, alamatnya adalah 0x44, tetapi beberapa varian lainnya dapat menggunakan 0x45 atau 0x46. Karena itu, hasil dari I2C Scanner dapat digunakan untuk mengetahui alamat yang benar-benar digunakan oleh sensor sebelum alamat tersebut dimasukkan ke program utama.
Kesimpulan Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini bisa dilakukan dengan mudah menggunakan program I2C Scanner. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui perangkat yang terdeteksi pada jalur I2C sebelum memasukkan alamatnya ke program utama. Pada SHT40, alamat yang tersedia bergantung pada varian sensor, sehingga proses scanning menjadi cara praktis untuk memastikan alamat yang digunakan. Datasheet resmi Sensirion mencantumkan varian SHT40 dengan alamat I2C 0x44, 0x45, dan 0x46.
Setelah alamat I2C berhasil diketahui, langkah berikutnya adalah menggunakan alamat tersebut dalam program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Kalau kamu mengikuti artikel sebelumnya tentang cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah lanjutan untuk memahami komunikasi I2C sebelum mengembangkan rangkaian menjadi proyek IoT yang lebih lengkap.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai 7 segment. Berbeda dengan tutorial sebelumnya yang membahas 1 digit... selengkapnya
Arduino Pro Micro adalah jenis arduino yang berukuran kecil, ukuranya hampir sama seperti Arduino Pro Mini. Secara fungsi dan... selengkapnya
Pada umumnya sebuah output data dapat kita tampilkan di berbagai platform software maupun hardware. Misalnya pada web, aplikasi android,... selengkapnya
LoRa merupakan singkatan dari Long Range, dimana module ini menggunakan frekuensi radio dengan jarak yang jauh dan konsumsi daya... selengkapnya
Bagi pegiat teknologi, komputer, elektronika, dan Internet Of Things (IoT) maka sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu... selengkapnya
Untuk membuat sebuah perangkat otomatis (di artikel ini lampu LED) sebenarnya dapat menggunakan berbagai macam sensor misalnya sensor suhu,... selengkapnya
Hallo semua, pada artikel kali saya ini akan membahas kembali seputar push button switch dimana pada artikel yang sebelumnya... selengkapnya
TM1637 merupakan sebuah komponen elektronika yang terdiri dari 4 digit 7 segment. Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mempelajari apa itu... selengkapnya
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris... selengkapnya
Motor servo merupakan salah satu aktuator yang paling sering digunakan dalam dunia robotika, terutama untuk gerakan yang membutuhkan ketelitian posisi.... selengkapnya
this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Dimmer AC 220 Volt 4000 Watt + Casing Aluminium Potensiometer untuk mengatur tegangan output min/max pada tegangan AC PLN 220V…. selengkapnya
Rp 52.500Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.000Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900Case patern: Solid Warna : Merah dan Hijau Current: 10-20 mA Diameter: 3mm
Rp 300Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
-
Cara Menggunakan HLW8032 dengan ESP32 untuk Monitoring Konsumsi Energi
-
Tutorial Menggerakkan Motor Servo sebagai Leher Robot Menggunakan Arduino Uno
-
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
-
Tutorial Membaca Input Analog Menggunakan ADC MCP3008 pada Arduino Uno

Saat ini belum tersedia komentar.