● online
- E18-D80NK Infrared Obstacle Avoidance Sensor Proxi....
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- PWM DC 10A Motor 12V-40V Pulse Width Modulation Sp....
- 5V 700mA (3.5W) Isolated switch Power Supply Modul....
- Jasa Cetak PCB....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Saat menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada satu hal yang sering bikin bingung, yaitu alamat I2C. Alamat ini digunakan oleh ESP32-C3 Mini untuk mengenali sensor yang terhubung pada jalur komunikasi I2C. Kalau alamatnya tidak diketahui atau konfigurasi programnya salah, sensor bisa saja tidak terdeteksi meskipun wiring SDA, SCL, VCC, dan GND sudah terpasang dengan benar. Kalau kamu belum mengetahui cara menghubungkan sensor ini, kamu bisa membaca tutorial Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan terlebih dahulu.
Nah, di artikel ini kita akan membahas cara mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini menggunakan program I2C Scanner. Caranya cukup sederhana dan bisa membantu memastikan apakah sensor sudah terhubung dengan benar sebelum digunakan dalam program utama. Jadi, daripada menebak-nebak alamat sensor, kita bisa langsung memindainya menggunakan ESP32-C3 Mini.
Alat dan Bahan untuk Cek Alamat I2C SHT40
Untuk mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini, alat yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak. Kita hanya perlu board ESP32-C3 Mini, sensor SHT40, kabel jumper, dan komputer yang sudah terpasang Arduino IDE. Karena prosesnya hanya menggunakan komunikasi I2C, tidak diperlukan komponen tambahan seperti resistor atau modul khusus.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Board utama untuk melakukan pemindaian I2C |
| 2 | SHT40 | 1 buah | Sensor suhu dan kelembapan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan SHT40 dengan ESP32-C3 Mini |
| 4 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Menghubungkan ESP32-C3 Mini ke komputer |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk menjalankan Arduino IDE |
Dengan alat dan bahan tersebut, kita sudah bisa melakukan pemindaian alamat I2C pada SHT40. Setelah semua tersedia, langkah berikutnya adalah menghubungkan pin VCC, GND, SDA, dan SCL sebelum menjalankan program I2C Scanner.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk I2C
SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga koneksinya cukup sederhana. Pada ESP32-C3 Mini, kita dapat menggunakan GPIO 8 sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL, sedangkan VCC dihubungkan ke 3.3V dan GND ke GND. Berikut tabel koneksi yang bisa digunakan sebagai acuan sebelum menjalankan program I2C Scanner.
| Pin SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO 8 | Jalur data I2C |
| SCL | GPIO 9 | Jalur clock I2C |
Wiring sederhana:
Pastikan koneksi SDA dan SCL tidak tertukar karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut menjalankan program I2C Scanner pada ESP32-C3 Mini untuk mencari perangkat yang terhubung pada bus I2C.
Program I2C Scanner untuk SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah wiring selesai, kita bisa menggunakan program I2C Scanner untuk mengetahui perangkat apa saja yang terhubung ke jalur I2C pada ESP32-C3 Mini. Program ini akan memindai alamat I2C satu per satu dan menampilkan perangkat yang berhasil ditemukan melalui Serial Monitor. Pada rangkaian ini, GPIO 8 digunakan sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL. SHT40 sendiri menggunakan komunikasi I2C, dan informasi mengenai alamat serta spesifikasinya dapat dilihat pada datasheet resmi SHT4x dari Sensirion.
#include <Wire.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
Serial.println("I2C Scanner");
Serial.println("Scanning...");
}
void loop() {
byte error;
byte address;
int devicesFound = 0;
for (address = 1; address < 127; address++) {
Wire.beginTransmission(address);
error = Wire.endTransmission();
if (error == 0) {
Serial.print("Perangkat ditemukan pada alamat 0x");
if (address < 16) {
Serial.print("0");
}
Serial.println(address, HEX);
devicesFound++;
}
}
if (devicesFound == 0) {
Serial.println("Tidak ada perangkat I2C ditemukan.");
} else {
Serial.print("Jumlah perangkat: ");
Serial.println(devicesFound);
}
Serial.println("--------------------");
delay(3000);
}
Setelah kode di-upload ke ESP32-C3 Mini, buka Serial Monitor dengan baud rate 115200. Jika SHT40 terhubung dengan benar, scanner akan menampilkan alamat I2C yang digunakan oleh sensor. Pada varian SHT40 yang umum digunakan, alamatnya adalah 0x44, tetapi beberapa varian lainnya dapat menggunakan 0x45 atau 0x46. Karena itu, hasil dari I2C Scanner dapat digunakan untuk mengetahui alamat yang benar-benar digunakan oleh sensor sebelum alamat tersebut dimasukkan ke program utama.
Kesimpulan Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini bisa dilakukan dengan mudah menggunakan program I2C Scanner. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui perangkat yang terdeteksi pada jalur I2C sebelum memasukkan alamatnya ke program utama. Pada SHT40, alamat yang tersedia bergantung pada varian sensor, sehingga proses scanning menjadi cara praktis untuk memastikan alamat yang digunakan. Datasheet resmi Sensirion mencantumkan varian SHT40 dengan alamat I2C 0x44, 0x45, dan 0x46.
Setelah alamat I2C berhasil diketahui, langkah berikutnya adalah menggunakan alamat tersebut dalam program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Kalau kamu mengikuti artikel sebelumnya tentang cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah lanjutan untuk memahami komunikasi I2C sebelum mengembangkan rangkaian menjadi proyek IoT yang lebih lengkap.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
BFD-1000 atau modul Sensor Pelacak Garis 5 Channel adalah sensor yang dirancang untuk digunakan pada robot line follower. Modul ini... selengkapnya
Sensor PIR (HC-SR501) digunakan untuk mendeteksi pergerakan yang ada di depannya. Sensor PIR (HC-SR501) terbuat dari bahan pyroelectric yang... selengkapnya
Kalau kamu tertarik belajar elektronika, robotika, atau ingin membuat proyek-proyek interaktif sendiri, Arduino adalah salah satu platform terbaik untuk memulainya.... selengkapnya
SW-420 adalah sensor untuk mendeteksi getaran, cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 1 buah pelampung logam yang berisi 2... selengkapnya
Raspberry Pi tidak hanya bisa menyalakan LED atau membaca tombol, tapi juga bisa menghasilkan suara menggunakan komponen bernama buzzer. Buzzer... selengkapnya
Pulse sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur banyaknya detak jantung dengan satuan menit atau BPM (Beats Per Minutes). Pada... selengkapnya
Android merupakan sistem operasi untuk perangkat seluler dengan pengguna terbesar di dunia termasuk di Indonesia, dengan market share 90%... selengkapnya
Bagi orang-orang yang sering melihat konten-konten di aplikasi Instagram mungkin sudah tidak asing lagi, melihat gambar atau foto yang... selengkapnya
RFID merupakan suatu teknologi yang dapat mengidentifikasi sebuah objek menggunakan frekuensi radio. Untuk dapat menggunakanya kita membutuhkan sebuah ID... selengkapnya
Modul Led Dot Matrix 32×16 adalah modul display yang menggunakan kumpulan – kumpulan LED yang dirangkai dengan susunan 32... selengkapnya
Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm male to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.000ESR meter/LCR meter dengan layar lebar lebih jelas dan mantap dan dengan tempat batre jd lebih rapih batre lebih aman… selengkapnya
Rp 131.000 Rp 134.000Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Dimmer AC 220 Volt 4000 Watt + Casing Aluminium Potensiometer untuk mengatur tegangan output min/max pada tegangan AC PLN 220V…. selengkapnya
Rp 52.500Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspeberry Pi 20 cm Female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Case patern: Solid Warna : Merah dan Hijau Current: 10-20 mA Diameter: 3mm
Rp 300Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan

Saat ini belum tersedia komentar.