● online
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Punya SHT40 dan ESP32-C3 Mini tapi masih bingung cara menghubungkannya? Tenang, prosesnya sebenarnya cukup simpel karena SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga hanya membutuhkan beberapa koneksi utama untuk bisa berkomunikasi dengan ESP32-C3 Mini. Sensor ini juga menarik digunakan untuk proyek IoT karena mampu membaca suhu dan kelembapan dengan ukuran sensor yang kecil.
Di artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini mulai dari koneksi pin, kebutuhan komponen, hingga contoh program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Jadi, kalau kamu sedang membuat proyek monitoring lingkungan atau perangkat IoT berbasis ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah awal sebelum mengembangkan rangkaiannya menjadi perangkat yang lebih lengkap.
Alat dan Bahan SHT40 untuk ESP32-C3 Mini
Sebelum mulai menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada beberapa komponen sederhana yang perlu disiapkan. Karena sensor SHT40 menggunakan komunikasi I2C, rangkaiannya tidak membutuhkan banyak kabel atau komponen tambahan. Berikut alat dan bahan yang bisa kamu siapkan untuk mengikuti tutorial ini.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Estimasi Harga |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Rp25.000 – Rp45.000 |
| 2 | Sensor SHT40 | 1 buah | Rp20.000 – Rp50.000 |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Rp5.000 – Rp10.000 |
| 4 | Breadboard | 1 buah | Rp8.000 – Rp15.000 |
| 5 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Rp10.000 – Rp20.000 |
| 6 | Komputer/laptop | 1 buah | — |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa melakukan pengujian dasar SHT40 dengan ESP32-C3 Mini. Untuk tahap awal, breadboard digunakan agar koneksi lebih mudah diubah saat melakukan percobaan. Setelah sensor berhasil membaca suhu dan kelembapan dengan baik, rangkaian ini bisa dikembangkan menjadi PCB yang lebih ringkas dan permanen.
Cara Menghubungkan Pin SHT40 ke ESP32-C3 Mini
1. Tabel koneksi
| SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO SDA | Data I2C |
| SCL | GPIO SCL | Clock I2C |
2. Skematik Rangkaian

Program SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah koneksi SHT40 ke ESP32-C3 Mini selesai, langkah berikutnya adalah membuat program untuk membaca data sensor. Pada contoh ini, kita akan menggunakan library SHT4x agar ESP32-C3 Mini dapat berkomunikasi dengan sensor melalui I2C dan menampilkan hasil pembacaan suhu serta kelembapan melalui Serial Monitor.
Pada contoh program ini, kita menggunakan library Adafruit SHT4x untuk memudahkan komunikasi antara ESP32-C3 Mini dan sensor SHT40 melalui I2C. Library tersebut sudah menyediakan fungsi untuk membaca data suhu dan kelembapan, sehingga kita tidak perlu membuat komunikasi sensor dari awal. Jika ingin melihat dokumentasi dan contoh penggunaan library secara lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi dokumentasi Adafruit SHT4x.
Sebelum melakukan upload program, pastikan board ESP32-C3 sudah terhubung ke komputer dan library yang dibutuhkan sudah tersedia di Arduino IDE. Setelah semuanya siap, gunakan kode berikut:
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_SHT4x.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
Adafruit_SHT4x sht4 = Adafruit_SHT4x();
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
if (!sht4.begin(&Wire)) {
Serial.println("Sensor SHT40 tidak terdeteksi!");
while (1) {
delay(10);
}
}
sht4.setPrecision(SHT4X_HIGH_PRECISION);
sht4.setHeater(SHT4X_NO_HEATER);
}
void loop() {
sensors_event_t humidity, temp;
sht4.getEvent(&humidity, &temp);
Serial.print("Suhu: ");
Serial.print(temp.temperature);
Serial.println(" °C");
Serial.print("Kelembapan: ");
Serial.print(humidity.relative_humidity);
Serial.println(" %");
delay(2000);
}
Kalau kamu ingin mengembangkan ESP32-C3 Mini ke proyek IoT lainnya, masih banyak sensor dan modul yang bisa digunakan. Salah satunya adalah HLW8032, yang dapat dimanfaatkan untuk membaca parameter listrik menggunakan ESP32. Kamu bisa melihat contoh penerapannya pada artikel Cara Menggunakan HLW8032 dengan ESP32 untuk Mengukur Tegangan, Arus, dan Daya.
Setelah program berhasil di-upload, buka Serial Monitor pada baud rate 115200. Jika wiring dan sensor sudah benar, ESP32-C3 Mini akan menampilkan nilai suhu dalam derajat Celsius dan kelembapan dalam persen secara berkala.
Jika muncul pesan “Sensor SHT40 tidak terdeteksi!”, jangan langsung menganggap sensornya rusak. Periksa kembali koneksi VCC, GND, SDA, dan SCL, kemudian pastikan nomor GPIO yang digunakan sesuai dengan board ESP32-C3 Mini yang kamu pakai.
Kesimpulan
Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini ternyata cukup sederhana karena sensor menggunakan komunikasi I2C dengan koneksi utama berupa VCC, GND, SDA, dan SCL. Dengan wiring yang tepat dan library yang sesuai, ESP32-C3 Mini dapat membaca data suhu dan kelembapan dari SHT40 secara berkala melalui program yang sederhana.
Kombinasi ini cocok untuk berbagai proyek IoT monitoring, terutama yang membutuhkan pembacaan suhu dan kelembapan dengan ukuran rangkaian yang tetap ringkas. Setelah berhasil diuji menggunakan breadboard, rangkaian juga bisa dikembangkan menjadi PCB custom agar lebih rapi, compact, dan siap digunakan sebagai perangkat IoT.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Sensor ultrasonik adalah salah satu sensor yang sering digunakan untuk mengukur jarak objek tanpa kontak langsung. Sensor ini bekerja dengan... selengkapnya
Jumpa lagi dengan indomaker, salam hangat untuk anda-anda diluar sana yang selalu semangat belajar Arduino. Pada tutorial kali ini... selengkapnya
Halo Sobat Maker! Teman-teman pernah ngerasa ribet gak sih kalau harus bolak-balik ngecek ketinggian air kolam ikan secara manual? Apalagi... selengkapnya
Kalau kamu baru mulai belajar Arduino, percobaan pertama yang paling wajib dicoba adalah menyalakan LED. Percobaan ini kelihatannya simpel, tapi... selengkapnya
Di dalam dunia elektronika, dikenal dua jenis input dan output (I/O) yaitu, analog dan digital. Untuk yang digital itu gampang... selengkapnya
Mengukur konsumsi listrik secara real-time bisa menjadi salah satu proyek menarik menggunakan ESP32. Dengan bantuan IC HLW8032, ESP32 dapat membaca... selengkapnya
Semangat pagi, kali ini kita akan belajar untuk mengontrol LED melalui wifi menggunakan NodeMCU. Mengapa LED? nggak langsung ke... selengkapnya
Jumpa lagi dengan tutorial mengenai thingspeak, kali ini akan dibahas cara menampilkan data suhu pada Thingspeak menggunakan ESP-01 dan... selengkapnya
Siapa yang nggak kenal dengan running text? Running text merupakan sebuah teks berjalan pada sebuah papan yang berisi led-led... selengkapnya
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris... selengkapnya
this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspeberry Pi 20 cm Female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Features and Specs: Dual-Core, 32-bit ARM Cortex M0+ Processor Clocked at 48MHz (default), configurable max to 133MHz. Ready with USB… selengkapnya
Rp 82.900TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.