● online
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- MP3 TF 16P Alternatif DFPlayer mini MP3 Player Ard....
- LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resisto....
- DS3231SN DS3231 SN I2C RTC Module & Baterai Mo....
- Raspberry Pi Pico Microcontroller Board....
- LCD 16x2 / 1602 Display Arduino Raspberry LCD 16 x....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- E18-D80NK Infrared Obstacle Avoidance Sensor Proxi....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Punya SHT40 dan ESP32-C3 Mini tapi masih bingung cara menghubungkannya? Tenang, prosesnya sebenarnya cukup simpel karena SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga hanya membutuhkan beberapa koneksi utama untuk bisa berkomunikasi dengan ESP32-C3 Mini. Sensor ini juga menarik digunakan untuk proyek IoT karena mampu membaca suhu dan kelembapan dengan ukuran sensor yang kecil.
Di artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini mulai dari koneksi pin, kebutuhan komponen, hingga contoh program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Jadi, kalau kamu sedang membuat proyek monitoring lingkungan atau perangkat IoT berbasis ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah awal sebelum mengembangkan rangkaiannya menjadi perangkat yang lebih lengkap.
Alat dan Bahan SHT40 untuk ESP32-C3 Mini
Sebelum mulai menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada beberapa komponen sederhana yang perlu disiapkan. Karena sensor SHT40 menggunakan komunikasi I2C, rangkaiannya tidak membutuhkan banyak kabel atau komponen tambahan. Berikut alat dan bahan yang bisa kamu siapkan untuk mengikuti tutorial ini.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Estimasi Harga |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Rp25.000 – Rp45.000 |
| 2 | Sensor SHT40 | 1 buah | Rp20.000 – Rp50.000 |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Rp5.000 – Rp10.000 |
| 4 | Breadboard | 1 buah | Rp8.000 – Rp15.000 |
| 5 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Rp10.000 – Rp20.000 |
| 6 | Komputer/laptop | 1 buah | — |
Dengan komponen tersebut, kita sudah bisa melakukan pengujian dasar SHT40 dengan ESP32-C3 Mini. Untuk tahap awal, breadboard digunakan agar koneksi lebih mudah diubah saat melakukan percobaan. Setelah sensor berhasil membaca suhu dan kelembapan dengan baik, rangkaian ini bisa dikembangkan menjadi PCB yang lebih ringkas dan permanen.
Cara Menghubungkan Pin SHT40 ke ESP32-C3 Mini
1. Tabel koneksi
| SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO SDA | Data I2C |
| SCL | GPIO SCL | Clock I2C |
2. Skematik Rangkaian

Program SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah koneksi SHT40 ke ESP32-C3 Mini selesai, langkah berikutnya adalah membuat program untuk membaca data sensor. Pada contoh ini, kita akan menggunakan library SHT4x agar ESP32-C3 Mini dapat berkomunikasi dengan sensor melalui I2C dan menampilkan hasil pembacaan suhu serta kelembapan melalui Serial Monitor.
Pada contoh program ini, kita menggunakan library Adafruit SHT4x untuk memudahkan komunikasi antara ESP32-C3 Mini dan sensor SHT40 melalui I2C. Library tersebut sudah menyediakan fungsi untuk membaca data suhu dan kelembapan, sehingga kita tidak perlu membuat komunikasi sensor dari awal. Jika ingin melihat dokumentasi dan contoh penggunaan library secara lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi dokumentasi Adafruit SHT4x.
Sebelum melakukan upload program, pastikan board ESP32-C3 sudah terhubung ke komputer dan library yang dibutuhkan sudah tersedia di Arduino IDE. Setelah semuanya siap, gunakan kode berikut:
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_SHT4x.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
Adafruit_SHT4x sht4 = Adafruit_SHT4x();
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
if (!sht4.begin(&Wire)) {
Serial.println("Sensor SHT40 tidak terdeteksi!");
while (1) {
delay(10);
}
}
sht4.setPrecision(SHT4X_HIGH_PRECISION);
sht4.setHeater(SHT4X_NO_HEATER);
}
void loop() {
sensors_event_t humidity, temp;
sht4.getEvent(&humidity, &temp);
Serial.print("Suhu: ");
Serial.print(temp.temperature);
Serial.println(" °C");
Serial.print("Kelembapan: ");
Serial.print(humidity.relative_humidity);
Serial.println(" %");
delay(2000);
}
Kalau kamu ingin mengembangkan ESP32-C3 Mini ke proyek IoT lainnya, masih banyak sensor dan modul yang bisa digunakan. Salah satunya adalah HLW8032, yang dapat dimanfaatkan untuk membaca parameter listrik menggunakan ESP32. Kamu bisa melihat contoh penerapannya pada artikel Cara Menggunakan HLW8032 dengan ESP32 untuk Mengukur Tegangan, Arus, dan Daya.
Setelah program berhasil di-upload, buka Serial Monitor pada baud rate 115200. Jika wiring dan sensor sudah benar, ESP32-C3 Mini akan menampilkan nilai suhu dalam derajat Celsius dan kelembapan dalam persen secara berkala.
Jika muncul pesan “Sensor SHT40 tidak terdeteksi!”, jangan langsung menganggap sensornya rusak. Periksa kembali koneksi VCC, GND, SDA, dan SCL, kemudian pastikan nomor GPIO yang digunakan sesuai dengan board ESP32-C3 Mini yang kamu pakai.
Kesimpulan
Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini ternyata cukup sederhana karena sensor menggunakan komunikasi I2C dengan koneksi utama berupa VCC, GND, SDA, dan SCL. Dengan wiring yang tepat dan library yang sesuai, ESP32-C3 Mini dapat membaca data suhu dan kelembapan dari SHT40 secara berkala melalui program yang sederhana.
Kombinasi ini cocok untuk berbagai proyek IoT monitoring, terutama yang membutuhkan pembacaan suhu dan kelembapan dengan ukuran rangkaian yang tetap ringkas. Setelah berhasil diuji menggunakan breadboard, rangkaian juga bisa dikembangkan menjadi PCB custom agar lebih rapi, compact, dan siap digunakan sebagai perangkat IoT.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Push button switch merupakan sebuah saklar dimana komponen ini berfungsi untuk mengubungkan atau memutus arus listrik. Saklar jenis ini... selengkapnya
Pada postingan sebelumnya sudah membahas tentang kontrol relay menggunakan Arduino di sini. Nah untuk kali ini saya akan membahasnya... selengkapnya
Seorang web programmer agar dapat mengembangkan website agar lebih menarik dan nyaman saat digunakan serta memenuhi kebutuhan user wajib... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Penggunaan LCD I2C sering kali gagal menampilkan teks karena deklarasi awal yaitu alamat I2C yang salah/keliru dikarenakan alamat yang... selengkapnya
Alarm sangat diperlukan untuk keamanan tertentu, misalnya pada rumah, toko, maupun yang berupa barang-barang berharga lainnya dari pencuri. Tentunya... selengkapnya
Hari ini kita akan mencoba untuk menampilkan data sensor ldr ke web server dengan koneksi WIFI menggunakan board NodeMCU.... selengkapnya
Setelah kemarin-kemarin sudah sering membahas board esp8266 dengan jenis NodeMCU. Kali ini kita belajar dengan jenis lain yaitu ESP-01,... selengkapnya
Push Button dan LED (Light Emitting Diode) menjadi sebuah komponen yang umum ditemukan pada piranti elektronik sehingga menjadikan... selengkapnya
UI (User Interface) dan UX (User Experience) dalam sebuah pengembangan website dan aplikasi sangat penting dan saling berkaitan. Tetapi... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.00012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
Kategori
Artikel Terkait
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
-
Cara Menggunakan HLW8032 dengan ESP32 untuk Monitoring Konsumsi Energi
-
Tutorial Menggerakkan Motor Servo sebagai Leher Robot Menggunakan Arduino Uno
-
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
-
Tutorial Membaca Input Analog Menggunakan ADC MCP3008 pada Arduino Uno

Saat ini belum tersedia komentar.