● online
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B....
- Relay Module 1 Channel Modul Relay 5V 10A 1 Channe....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Dimmer AC 4000W 220 Volt 4000 Watt 220V + Casing A....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bisa digunakan untuk mendeteksi gerakan manusia dan mengirimkan sinyal ke Raspberry Pi 5. Jika ditambahkan buzzer, rangkaian sederhana ini dapat dikembangkan menjadi alarm pendeteksi gerakan yang memberikan bunyi peringatan ketika ada aktivitas di area yang dipantau. Konsepnya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang ingin mencoba membuat sistem keamanan berbasis Raspberry Pi.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR dan buzzer ke Raspberry Pi 5, kemudian membuat program Python untuk mengaktifkan alarm ketika gerakan terdeteksi. Jika ingin memahami penggunaan sensor PIR pada Raspberry Pi secara lebih dasar, kamu juga bisa membaca artikel Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan sebagai referensi tambahan.
Alat dan Bahan Alarm Sensor PIR Raspberry Pi 5
Untuk membuat alarm pendeteksi gerakan dengan sensor PIR dan Raspberry Pi 5, kita hanya membutuhkan beberapa komponen dasar. Raspberry Pi 5 berfungsi sebagai pengendali, sensor PIR digunakan untuk mendeteksi gerakan, sedangkan buzzer menjadi output yang menghasilkan bunyi peringatan. Selain itu, kita membutuhkan kabel jumper dan media untuk menjalankan program Python.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi 5 | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Buzzer | 1 buah | Menghasilkan bunyi alarm |
| 4 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan komponen |
| 5 | Breadboard | 1 buah | Media perakitan rangkaian |
| 6 | Kabel USB-C | 1 buah | Sumber daya dan koneksi Raspberry Pi 5 |
Untuk rangkaian sederhana ini, sensor PIR akan menggunakan GPIO 17 sebagai input, sedangkan buzzer akan dihubungkan ke salah satu GPIO sebagai output. Selanjutnya, kita akan membahas wiring agar setiap komponen terhubung dengan benar sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR dan Buzzer ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada rangkaian ini, VCC sensor dihubungkan ke 5V Raspberry Pi 5, GND ke GND, dan OUT ke GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal deteksi gerakan. Sementara itu, buzzer digunakan sebagai output alarm dan dihubungkan ke GPIO 18, sehingga Raspberry Pi dapat mengaktifkan atau mematikannya melalui program Python.
| Komponen | Pin | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|---|
| PIR HC-SR501 | VCC | 5V | Catu daya |
| PIR HC-SR501 | GND | GND | Ground |
| PIR HC-SR501 | OUT | GPIO 17 | Input deteksi gerakan |
| Buzzer | (+) | GPIO 18 | Output alarm |
| Buzzer | (-) | GND | Ground |
Gambaran wiring:
Catatan: GPIO Raspberry Pi menggunakan level logika 3,3 V. Pastikan buzzer yang digunakan sesuai untuk dikendalikan dari GPIO dan tidak membutuhkan arus melebihi kemampuan pin. Jika menggunakan buzzer yang membutuhkan daya lebih besar, gunakan rangkaian driver seperti transistor agar GPIO tidak terbebani.
Program Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah sensor PIR dan buzzer terhubung, Raspberry Pi 5 dapat diprogram untuk memantau kondisi sensor dan mengaktifkan buzzer ketika gerakan terdeteksi. Pada program ini, MotionSensor digunakan untuk membaca sensor PIR pada GPIO 17, sedangkan Buzzer digunakan untuk mengendalikan buzzer pada GPIO 18. Library GPIO Zero membuat proses tersebut lebih sederhana karena kita tidak perlu mengatur GPIO secara manual. Untuk melihat fungsi MotionSensor dan Buzzer secara lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi dokumentasi resmi GPIO Zero.
Berikut program Python yang digunakan:
from gpiozero import MotionSensor, Buzzer
from signal import pause
pir = MotionSensor(17)
buzzer = Buzzer(18)
def gerakan_terdeteksi():
print("Gerakan terdeteksi! Alarm aktif.")
buzzer.on()
def tidak_ada_gerakan():
print("Tidak ada gerakan. Alarm mati.")
buzzer.off()
pir.when_motion = gerakan_terdeteksi
pir.when_no_motion = tidak_ada_gerakan
print("Sistem alarm aktif. Menunggu gerakan...")
pause()
Program tersebut akan terus memantau kondisi sensor PIR. Ketika gerakan terdeteksi, Raspberry Pi 5 akan mengaktifkan buzzer dan menampilkan pesan “Gerakan terdeteksi! Alarm aktif.” pada Terminal. Saat tidak ada gerakan, buzzer akan dimatikan dan status berubah menjadi “Tidak ada gerakan. Alarm mati.”
Cara Kerja Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Ketika sensor PIR mendeteksi adanya gerakan, pin OUT akan memberikan sinyal HIGH yang dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program kemudian menjalankan perintah untuk mengaktifkan buzzer melalui GPIO 18 sehingga terdengar bunyi alarm. Ketika gerakan tidak lagi terdeteksi, status sensor berubah dan program mematikan buzzer. Secara sederhana, alurnya adalah gerakan terdeteksi → PIR mengirim sinyal → GPIO 17 membaca sinyal → Raspberry Pi memprosesnya → GPIO 18 mengaktifkan buzzer.
Kesimpulan Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Membuat alarm pendeteksi gerakan dengan sensor PIR dan Raspberry Pi 5 dapat dilakukan dengan rangkaian yang sederhana. Sensor PIR berfungsi sebagai input untuk mendeteksi gerakan, sedangkan buzzer digunakan sebagai output untuk memberikan peringatan. Dengan memanfaatkan GPIO dan library GPIO Zero, Raspberry Pi 5 dapat mengaktifkan buzzer secara otomatis ketika gerakan terdeteksi.
Rangkaian ini juga bisa menjadi dasar untuk sistem keamanan yang lebih kompleks. Buzzer dapat dikembangkan dengan menambahkan LED, notifikasi melalui jaringan, kamera, atau penyimpanan log sehingga Raspberry Pi 5 tidak hanya memberikan alarm, tetapi juga dapat melakukan monitoring secara lebih lengkap.
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
LED adalah singkatan dari Light Emiting Diode, yang merupakan sebuah dioda yang dapat mengubah energi listrik menjadi cahaya, dan... selengkapnya
Gyroscope adalah alat yang mengukur seberapa cepat sebuah benda berputar, yaitu kecepatan rotasinya di sumbu X, Y, dan Z. Modul L3G4200D adalah salah satu gyroscope tiga sumbu yang populer di kalangan para... selengkapnya
SW-420 adalah sensor untuk mendeteksi getaran, cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 1 buah pelampung logam yang berisi 2... selengkapnya
IC AtMega328p pada Arduino Uno anda rusak? panas? atau anda ingin membuat sistem minimum sendiri? tenang solusinya adalah dengan... selengkapnya
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-harinya tentu tidak jauh dari mendengarkan musik, menonton film atau streaming youtube baik untuk... selengkapnya
Secara bawaan, Arduino Uno sebenarnya sudah memiliki pin analog. Tapi pada beberapa proyek, terutama saat jumlah sensor analog semakin banyak,... selengkapnya
Sedikit kembali ke awal pembelajaran, pembahasan kali ini diperuntukan untuk anda yang masih bingung untuk belajar Arduino dari mana.... selengkapnya
Rotary encoder adalah sebuah perangkat elektronik yang mampu mengkonversi gerakan mekanis berputar menjadi sinyal listrik, menjadi elemen kunci dalam memenuhi... selengkapnya
Sudah pernah menyalakan LED menggunakan Python? Atau membaca input dari tombol? Di proyek kali ini, kamu akan menggabungkan dua fungsi... selengkapnya
Telegram? ya dengan fitur robot chat di telegram kita bisa mengontrol device dengan mudah dan praktis. Misal kita kelupaan... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.570.000Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Description: TP5100 is a double switch buck 8.4V, single cell 4. 2V lithium battery charge management chip. Its ultra-compact QFN16… selengkapnya
Rp 10.600Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini

Saat ini belum tersedia komentar.