● online
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- Motor servo MG996R TowerPro Metal Gear....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- Tilt Sensor SW-520D Module Modul Sensor Kemiringan....
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Motor Servo MG995 TowerPro Metal Gear....
- Raspberry Pi 4 Model B 4GB Original UK E14 Raspi 4....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135
Halo, Sobat Makers! Pernah nggak sih ngerasa pusing atau pengap pas lagi asyik nyolder project atau eksperimen kimia di kamar/lab? Seringkali kita nggak sadar kalau asap timah atau bahan kimia yang kita pakai itu bikin kualitas udara menurun drastis. Nah, biar paru-paru tetap aman dan produktivitas nggak terganggu, penting banget buat punya sistem monitoring kualitas udara ESP32 di ruangan kita. Sambil nyiapin alatnya, jangan lupa intip juga cara bikin kipas angin pintar sendiri pakai arduino dan algoritma pid biar ruangan makin adem buat referensi tambahan sistem pendingin ruangan kamu.
Kenalan Sama Sistem Monitoring Udara Pintar

Project kali ini bukan sekadar alat pemantau (monitoring) pasif yang cuma kasih info di layar, tapi sudah naik level ke fungsi kontrol (controlling). Konsepnya adalah sebuah sistem tertutup yang mendeteksi polutan dan langsung bertindak secara otomatis jika udara sudah dianggap “Toxic”.
Otak dari sistem ini adalah ESP32. Kita sengaja pilih mikrokontroler ini karena fiturnya yang gahar: dual-core Xtensa LX6. Dengan bantuan FreeRTOS (Real-Time Operating System), kita bisa membagi tugas secara paralel tanpa latency atau bottleneck. Bayangin aja, satu core fokus ngurusin sensor dan kipas secara real-time, sementara core satunya sibuk “ngobrol” sama internet via WiFi/MQTT. Hasilnya? Performa sistem jadi seamless dan nggak ada istilah lag pas kirim data ke cloud.
Alat dan Bahan
Berikut adalah komponen yang kamu butuhkan untuk merakit sistem ini sesuai dengan spesifikasi teknis:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| ESP32 38-pin | 1 | Mikrokontroler utama (Dual-core 240 MHz) |
| Sensor MQ-135 | 1 | Pendeteksi gas (NH3, NOx, Alkohol, Benzena, CO2, Asap) |
| Sensor DHT11 | 1 | Pengukur suhu dan kelembaban ruangan |
| OLED SSD1306 0.96″ | 1 | Layar I2C untuk menampilkan data lokal |
| Relay 1-Channel 5V | 1 | Saklar elektronik dengan isolasi galvanik (Optocoupler) |
| Kipas DC 5V | 1 | Aktuator exhaust fan untuk membuang polutan |
| Resistor 10kΩ & 20kΩ | @1 | Komponen Voltage Divider (Wajib!) |
| LED (4 Warna) | 4 | Hijau, Kuning, Merah (Status), Biru (Jaringan) |
| Buzzer Aktif | 1 | Alarm audio 5V untuk kondisi udara buruk |
Skematik Rangkaian

Pastikan pemasangan kabel kamu rapi dan teliti ya, Sobat. Berikut panduan pinout-nya:
- OLED SSD1306: SDA (GPIO 21), SCL (GPIO 22).
- Sensor DHT11: DATA (GPIO 4).
- Sensor MQ-135: AOUT ke Voltage Divider, lalu ke GPIO 34 (ADC1).
- Relay Kipas: GPIO 13.
- Indikator Visual: Hijau (GPIO 25), Kuning (GPIO 26), Merah (GPIO 27), Biru (GPIO 33).
- Buzzer: GPIO 14.
PRO-TIP: JANGAN “MASAK” ESP32 KAMU! Sensor MQ-135 bekerja pada tegangan 5V dan mengeluarkan output analog hingga 5V juga. Padahal, pin ADC ESP32 cuma toleran maksimal 3.3V. Kamu wajib pasang resistor 10kΩ (R1) dan 20kΩ (R2) sebagai voltage divider untuk menurunkan 5V menjadi sekitar 3.33V. Salah sedikit di sini, pin ADC kamu bisa rusak permanen! Cek detailnya di datasheet MQ-135 untuk memahami kurva sensitivitasnya.
Logika dan Cara Kerja Sistem
Sistem ini dirancang dengan logika yang ketat agar tidak terjadi false alarm. Berikut tahapannya:
- Warmup Phase (30 Detik): Sensor MQ-135 punya heater internal yang butuh waktu buat stabil. Selama 30 detik pertama, sistem akan memblokir semua pembacaan sensor agar data nggak ngaco. OLED akan menampilkan countdown untuk memberitahu kamu kapan sistem siap.
- Division of Labor (Dual-Core):
- Core 0 (Physical/Local): Tugasnya berat di lapangan. Dia yang baca DHT11 & MQ-135, ngitung persentase polutan, update layar OLED, dan ngontrol Relay/Buzzer.
- Core 1 (Virtual/Cloud): Fokus urusan komunikasi. Dia yang jaga koneksi WiFi, konek ke broker MQTT, dan publish data JSON.
- Indikator Jaringan (Blue LED):
- Berkedip (300ms): Lagi usaha cari sinyal WiFi/MQTT.
- Statis Menyala: Mantap, sudah online dan data terkirim!
- Mati: Koneksi gagal atau putus.
- Threshold & Respons Aktuator:
- Kondisi Baik (ADC < 1000): LED Hijau ON. Udara segar!
- Kondisi Sedang (ADC 1000-2000): LED Kuning ON. Ada polusi tipis-tipis.
- Kondisi Buruk (ADC > 2000): LED Merah ON, Buzzer bunyi beep pattern 200ms, dan Relay Kipas Exhaust aktif otomatis.

Pemrograman dan Dashboard IoT
Kita menggunakan Arduino IDE dengan bantuan library FreeRTOS. Satu hal yang krusial di sini adalah penggunaan Mutex. Karena dua core mengakses data sensor yang sama secara bergantian, Mutex berfungsi mencegah “Race Condition” (tabrakan data) yang bisa bikin ESP32 kamu crash.
// Contoh inisialisasi task FreeRTOS pada ESP32
void setup() {
// Membuat Mutex untuk mencegah konflik akses data antar-core
dataMutex = xSemaphoreCreateMutex();
// Task sensor dan kontrol berjalan pada Core 0
xTaskCreatePinnedToCore(
taskSensor,
"SensorTask",
4096,
NULL,
1,
NULL,
0
);
// Task WiFi dan MQTT berjalan pada Core 1
xTaskCreatePinnedToCore(
taskMQTT,
"MQTTTask",
4096,
NULL,
1,
NULL,
1
);
}
Untuk tampilan lokal, layar OLED akan menampilkan 6 baris info secara detail: Header, Suhu, Kelembaban, Indeks Polusi, Status Udara/Kipas, dan Status MQTT.
Sementara untuk monitoring jarak jauh, kita menggunakan protokol MQTT via broker HiveMQ. Data dikirim dalam format JSON yang kemudian dibaca oleh Web Dashboard. Dashboard ini dibuat menggunakan MQTT.js dan Chart.js supaya tampilannya pro, lengkap dengan animasi kipas yang berputar kalau status di ruangan kamu lagi “Buruk”.
Pengujian dengan Miniatur Rumah
Biar makin realistis, sistem ini diuji dalam miniatur rumah berukuran 30x20x20 cm. Sensor diletakkan di sudut ruangan untuk mendeteksi akumulasi gas, sementara kipas dipasang di dinding sebagai exhaust fan.
Catatan Kalibrasi: Karena ada voltage divider, nilai ADC yang terbaca pasti bergeser. Tips buat kamu: setelah masa warmup 30 detik selesai, cek Serial Monitor di kondisi udara bersih. Jadikan angka tersebut sebagai baseline untuk menentukan threshold (1000/2000) yang paling pas dengan kondisi sensor kamu masing-masing.
Kesimpulan
Bikin sistem monitoring kualitas udara ESP32 itu bukan cuma soal hobi, tapi soal keamanan kerja. Dengan membagi tugas via dual-core, sistem tetap responsif menyalakan kipas saat udara buruk meski WiFi lagi reconnecting. Ruangan jadi lebih aman, sirkulasi udara terjaga, dan kamu pun bisa lanjut berkarya dengan tenang. Yuk, langsung dicoba rakit!
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai 7 segment. Berbeda dengan tutorial sebelumnya yang membahas 1 digit... selengkapnya
Dulu kita sudah belajar untuk mengisi bootloader Arduino Uno ke IC Atmega328 juga, namun dengan jenis DIP (LIHAT DISINI).... selengkapnya
Dalam dunia elektronika untuk hobi dan prototyping, Arduino sering kali dianggap sebagai jalan termudah untuk mulai mengerjakan proyek mikrokontroler. Namun, ketika proyek mulai lebih komplikatif misalnya, jika ingin mengecilkan ukuran papan, mengurangi biaya produksi, atau membuat casing yang khusus,... selengkapnya
Android merupakan sistem operasi untuk perangkat seluler dengan pengguna terbesar di dunia termasuk di Indonesia, dengan market share 90%... selengkapnya
Oke kali ini akan membahas seputar sensor fingerprint, dimana fungsi dari fingerprint ini adalah sebagai validasi data identitas dengan... selengkapnya
LED adalah singkatan dari Light Emiting Diode, yang merupakan sebuah dioda yang dapat mengubah energi listrik menjadi cahaya, dan... selengkapnya
Tutorial kali ini akan membahas mengenai penggunaan sensor IR (infrared) untuk mengontrol AC / pendingin udara menggunakan jaringan... selengkapnya
Pemanfaatan sebuah sensor bisa dijadikan berbagai fungsi, nah kali ini kita akan belajar untuk memonitoring sensor menggunakan WIFI yang... selengkapnya
Motor DC sering digunakan dalam proyek Raspberry Pi seperti robot, kipas otomatis, conveyor mini, dan berbagai sistem mekanik lainnya. Namun,... selengkapnya
Kalau kamu baru mulai belajar Arduino, percobaan pertama yang paling wajib dicoba adalah menyalakan LED. Percobaan ini kelihatannya simpel, tapi... selengkapnya
Dimmer AC 220 Volt 4000 Watt + Casing Aluminium Potensiometer untuk mengatur tegangan output min/max pada tegangan AC PLN 220V…. selengkapnya
Rp 52.500Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspeberry Pi 20 cm Female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Mini Solderless Breadboard 400 Tie Points adalah breadboard 400 titik lubang, dengan ukuran yang compact sangat cocok untuk anda yang… selengkapnya
Rp 7.800TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Modul sensor tegangan AC bolak balik 1 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 21.000Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.3001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.570.000Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135
Kategori
Artikel Terkait
-
Bikin Kipas Angin Pintar Sendiri Pakai Arduino dan Algoritma PID Biar Ruangan Makin Adem
-
Jaga Kolam Ikan Tetap Stabil Pakai Arduino dan PID Biar Ikan Makin Happy
-
Bikin Lampu Belajar Pintar Pake PID & Arduino Cahaya Sat-Set, Mata Anti-Lelah!
-
Stabil Terus! Cara Bikin Kontrol Kelembapan Ruangan Otomatis Pakai Arduino dan PID
-
Bikin Robot Anti Tumbang Panduan Lengkap Self-Balancing Robot Pakai Arduino

Saat ini belum tersedia komentar.