● online
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4....
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to M....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Pernah nggak lagi asyik nge-game atau mabar di kamar, eh tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras? Yang paling bikin panik jelas jemuran di luar yang langsung basah kuyup! Selain menjaga kualitas udara di rumah agar tetap sehat dan segar, kita juga butuh sistem “early warning” buat urusan cuaca. Nah, solusinya adalah bikin alat pendeteksi hujan sendiri pakai Arduino Uno. Selain keren buat dipajang di meja, alat ini bakal jadi asisten pribadi yang kasih tahu kamu kapan harus lari angkat jemuran.
Kenapa Harus Pakai Arduino
Bikin alat canggih itu nggak harus mahal dan ribet. Menggunakan Arduino Uno dan sensor hujan itu pilihan paling pas buat kita yang hobi oprek elektronika. Komponennya murah meriah, gampang diprogram, dan responnya real-time. Begitu ada satu tetes air menyentuh panel sensor, alarm bakal langsung teriak. Ini adalah proyek pembuka yang seru banget buat kamu yang mau belajar gimana teknologi mikrokontroler bisa beneran ngebantu urusan sehari-hari.
Alat dan Bahan
Siapkan komponen-komponen berikut di atas meja kerjamu sebelum mulai merakit:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno R3 | 1 buah | Otak utama sebagai pusat kendali sistem |
| Rain Sensor Module | 1 set | Terdiri dari panel sensor (plate) dan modul komparator |
| LCD 16×2 I2C | 1 buah | Layar untuk menampilkan teks status cuaca |
| LED Merah | 1 buah | Indikator visual saat hujan mulai turun |
| LED Kuning | 1 buah | Indikator visual saat cuaca masih cerah |
| Buzzer | 1 buah | Alarm suara biar kamu nggak ketinggalan info |
| Resistor 100Ω | 2 buah | Penahan arus supaya LED kamu nggak cepat putus |
| Kabel Jumper | Secukupnya | Pilih tipe Male to Female untuk menghubungkan komponen |
| Breadboard | 1 buah | Papan tempat merangkai komponen tanpa perlu solder |
| Kabel USB Arduino | 1 buah | Untuk upload program dari laptop ke Arduino |
Skematik Rangkaian

Waktunya menghubungkan kabel-kabel pelangi jumper kamu! Ikuti urutan pinout ini agar sistem berjalan lancar:
- Sensor Hujan: Hubungkan pin keluaran analog (A0) pada modul sensor ke pin A0 di Arduino Uno. Jangan lupa, sensor ini punya dua bagian: panel plate (yang kena air) dan modul kecilnya.
- LCD 16×2 I2C: Untuk jalur datanya, hubungkan pin SDA pada LCD ke pin A4 dan pin SCL ke pin A5 Arduino.
- LED Merah: Colokkan kaki positif (yang lebih panjang) ke pin digital D8 melalui resistor 100Ω.
- LED Kuning: Pasangkan kaki panjangnya ke pin digital D9, juga melalui resistor 100Ω agar tetap aman.
- Buzzer: Hubungkan si berisik ini ke pin digital D10 dan kaki satunya lagi ke Ground (GND).
Pemasangan resistor sangat krusial biar LED nggak kena arus berlebih. Kalau kamu ragu soal posisi pin lainnya, kamu bisa cek langsung di dokumentasi resmi Arduino sebagai referensi pinout terlengkap.
Cara Kerja Sistem

Sistem ini bekerja dengan membaca konduktivitas listrik pada permukaan sensor. Nilai yang dibaca oleh Arduino adalah data analog dengan rentang 0 hingga 1023. Aturan mainnya simpel: semakin kecil nilainya, berarti semakin banyak air yang terdeteksi (karena air bersifat konduktif).
Arduino bakal terus memantau angka ini. Jika nilai sensor turun di bawah ambang batas 1018, Arduino bakal tahu kalau ada air yang nempel dan langsung mengaktifkan mode siaga. Oh iya, kalau menurutmu sensornya terlalu sensitif atau malah telat merespon, kamu bisa putar baut kecil (trimpot) pada modul sensor untuk mengatur tingkat sensitivitasnya secara manual.
Pemrograman Arduino
Salin kode sakti di bawah ini ke Arduino IDE kamu, lalu klik upload:
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
// Inisialisasi LCD I2C
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
// Konfigurasi pin
const int pinAO = A0;
const int ledKuning = 9;
const int ledMerah = 8;
const int buzzer = 10;
// Variabel sistem
int nilaiSensor;
bool kondisiHujan = false;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(ledKuning, OUTPUT);
pinMode(ledMerah, OUTPUT);
pinMode(buzzer, OUTPUT);
// Inisialisasi LCD
lcd.init();
lcd.backlight();
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("SENSOR HUJAN");
delay(1500);
lcd.clear();
}
void loop() {
// Membaca nilai sensor hujan
nilaiSensor = analogRead(pinAO);
Serial.print("Nilai Sensor: ");
Serial.println(nilaiSensor);
// Deteksi hujan
if (nilaiSensor < 1018) {
kondisiHujan = true;
}
// Deteksi kembali ke kondisi cerah
// Menggunakan hysteresis agar status tidak berubah terlalu cepat
if (nilaiSensor >= 1022) {
kondisiHujan = false;
}
// Menentukan respons berdasarkan kondisi cuaca
if (kondisiHujan) {
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, LOW);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("HUJAN TERDETEKSI");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("SIAGA!!! ");
}
else {
digitalWrite(ledMerah, LOW);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(buzzer, LOW);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("CUACA CERAH ");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("AMAN ");
}
delay(50);
}
Program ini menggunakan library LiquidCrystal_I2C.h untuk mengendalikan layar LCD secara efisien. Setelah inisialisasi pin input-output, ada logika if-else yang menentukan status cuaca. Perhatikan bahwa kita menggunakan angka 1022 untuk kembali ke mode cerah; teknik ini namanya hysteresis, tujuannya supaya buzzer nggak bunyi “mati-nyala” dengan cepat kalau nilai sensor cuma goyang sedikit di angka 1018.
Kondisi Saat Langit Masih Cerah

Dalam pengujian, selama panel sensor dalam keadaan kering, sistem akan berada pada mode standby. LED Kuning akan menyala kalem, sementara layar LCD bakal menampilkan tulisan “CUACA CERAH”. Di kondisi ini, Buzzer bakal diam seribu bahasa karena nggak ada air yang mengganggu permukaan sensor.
Hujan Turun Dan Alarm Berbunyi

Coba teteskan sedikit air ke panel sensor, dan bam! Sistem langsung bereaksi seketika. LED Merah akan menyala terang sebagai peringatan visual, LCD langsung berganti tulisan jadi “HUJAN TERDETEKSI”, dan yang paling penting, Buzzer akan berbunyi nyaring. Ini adalah tanda buat kamu supaya segera cabut dari depan layar monitor dan selamatkan jemuran!
Kesimpulan
Membuat alat pendeteksi hujan pakai Arduino Uno adalah cara paling asyik buat belajar dasar-dasar sensor dan mikrokontroler. Selain praktis, proyek ini melatih logika pemrograman kamu tentang bagaimana menangani data di dunia nyata. Jangan cuma berhenti di sini, kamu bisa bereksperimen lebih jauh dengan menambahkan modul Wi-Fi biar notifikasinya bisa muncul langsung di HP kamu. Selamat mencoba!
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Pernahkah Anda melihat katalog busana muslimah ataupun lainnya, lalu ada objek orang yang sama dengan mengunakan baju berwarna tetapi... selengkapnya
LCD 128×64 merupakan sebuah display yang diatur berdasarakn graphic (pixel) bukan karakter. Jadi kita bisa memposisikan pada setiap titik... selengkapnya
Mengapa disebut buzzer passive? karena sensor ini tidak mempunyai suara sendiri, melainkan buzzer ini perlu dikontrol dengan kontroler seperti... selengkapnya
Sensor PIR (Passive Infrared) berfungsi sebagai pendeteksi gerakan berbasis suhu tubuh, khususnya radiasi inframerah yang dipancarkan oleh manusia dan hewan... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
TM1637 merupakan sebuah komponen elektronika yang terdiri dari 4 digit 7 segment. Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mempelajari apa itu... selengkapnya
Hari ini kita akan mencoba untuk menampilkan data sensor ldr ke web server dengan koneksi WIFI menggunakan board NodeMCU.... selengkapnya
Sensor INA219 merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur 2 parameter sekaligus yaitu tegangan (volt) dan arus (ampere). Tegangan yang... selengkapnya
Phyton merupakan bahasa yang sangat populer saat ini. Bahasa yang dibuat oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991 ini... selengkapnya
Selamat datang di indomaker.com, pada pembahasan kali ini admin akan mengupas tentang penggunaan ESP32-CAM. Module ini merupakan sebuah module... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.570.000Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Tang Crimping Press Skun Ratchet YTH SN-48B Model YTH SN-48B FOR NON INSULATED TERMINAL YTH SN-48B dengan mata Press 0.5… selengkapnya
Rp 150.000This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.