● online
- SG90 Motor Servo For Arduino Uno Mega SG 90 Biru S....
- Dimmer SCR 2000W Motor Speed Controller 220V AC PW....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- LCD 16x2 / 1602 Display Arduino Raspberry LCD 16 x....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- USB To RS485 High Speed Converter RS-485 RS 485 Ad....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Pernah nggak lagi asyik nge-game atau mabar di kamar, eh tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras? Yang paling bikin panik jelas jemuran di luar yang langsung basah kuyup! Selain menjaga kualitas udara di rumah agar tetap sehat dan segar, kita juga butuh sistem “early warning” buat urusan cuaca. Nah, solusinya adalah bikin alat pendeteksi hujan sendiri pakai Arduino Uno. Selain keren buat dipajang di meja, alat ini bakal jadi asisten pribadi yang kasih tahu kamu kapan harus lari angkat jemuran.
Kenapa Harus Pakai Arduino
Bikin alat canggih itu nggak harus mahal dan ribet. Menggunakan Arduino Uno dan sensor hujan itu pilihan paling pas buat kita yang hobi oprek elektronika. Komponennya murah meriah, gampang diprogram, dan responnya real-time. Begitu ada satu tetes air menyentuh panel sensor, alarm bakal langsung teriak. Ini adalah proyek pembuka yang seru banget buat kamu yang mau belajar gimana teknologi mikrokontroler bisa beneran ngebantu urusan sehari-hari.
Alat dan Bahan
Siapkan komponen-komponen berikut di atas meja kerjamu sebelum mulai merakit:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno R3 | 1 buah | Otak utama sebagai pusat kendali sistem |
| Rain Sensor Module | 1 set | Terdiri dari panel sensor (plate) dan modul komparator |
| LCD 16×2 I2C | 1 buah | Layar untuk menampilkan teks status cuaca |
| LED Merah | 1 buah | Indikator visual saat hujan mulai turun |
| LED Kuning | 1 buah | Indikator visual saat cuaca masih cerah |
| Buzzer | 1 buah | Alarm suara biar kamu nggak ketinggalan info |
| Resistor 100Ω | 2 buah | Penahan arus supaya LED kamu nggak cepat putus |
| Kabel Jumper | Secukupnya | Pilih tipe Male to Female untuk menghubungkan komponen |
| Breadboard | 1 buah | Papan tempat merangkai komponen tanpa perlu solder |
| Kabel USB Arduino | 1 buah | Untuk upload program dari laptop ke Arduino |
Skematik Rangkaian

Waktunya menghubungkan kabel-kabel pelangi jumper kamu! Ikuti urutan pinout ini agar sistem berjalan lancar:
- Sensor Hujan: Hubungkan pin keluaran analog (A0) pada modul sensor ke pin A0 di Arduino Uno. Jangan lupa, sensor ini punya dua bagian: panel plate (yang kena air) dan modul kecilnya.
- LCD 16×2 I2C: Untuk jalur datanya, hubungkan pin SDA pada LCD ke pin A4 dan pin SCL ke pin A5 Arduino.
- LED Merah: Colokkan kaki positif (yang lebih panjang) ke pin digital D8 melalui resistor 100Ω.
- LED Kuning: Pasangkan kaki panjangnya ke pin digital D9, juga melalui resistor 100Ω agar tetap aman.
- Buzzer: Hubungkan si berisik ini ke pin digital D10 dan kaki satunya lagi ke Ground (GND).
Pemasangan resistor sangat krusial biar LED nggak kena arus berlebih. Kalau kamu ragu soal posisi pin lainnya, kamu bisa cek langsung di dokumentasi resmi Arduino sebagai referensi pinout terlengkap.
Cara Kerja Sistem

Sistem ini bekerja dengan membaca konduktivitas listrik pada permukaan sensor. Nilai yang dibaca oleh Arduino adalah data analog dengan rentang 0 hingga 1023. Aturan mainnya simpel: semakin kecil nilainya, berarti semakin banyak air yang terdeteksi (karena air bersifat konduktif).
Arduino bakal terus memantau angka ini. Jika nilai sensor turun di bawah ambang batas 1018, Arduino bakal tahu kalau ada air yang nempel dan langsung mengaktifkan mode siaga. Oh iya, kalau menurutmu sensornya terlalu sensitif atau malah telat merespon, kamu bisa putar baut kecil (trimpot) pada modul sensor untuk mengatur tingkat sensitivitasnya secara manual.
Pemrograman Arduino
Salin kode sakti di bawah ini ke Arduino IDE kamu, lalu klik upload:
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
// Inisialisasi LCD I2C
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
// Konfigurasi pin
const int pinAO = A0;
const int ledKuning = 9;
const int ledMerah = 8;
const int buzzer = 10;
// Variabel sistem
int nilaiSensor;
bool kondisiHujan = false;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(ledKuning, OUTPUT);
pinMode(ledMerah, OUTPUT);
pinMode(buzzer, OUTPUT);
// Inisialisasi LCD
lcd.init();
lcd.backlight();
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("SENSOR HUJAN");
delay(1500);
lcd.clear();
}
void loop() {
// Membaca nilai sensor hujan
nilaiSensor = analogRead(pinAO);
Serial.print("Nilai Sensor: ");
Serial.println(nilaiSensor);
// Deteksi hujan
if (nilaiSensor < 1018) {
kondisiHujan = true;
}
// Deteksi kembali ke kondisi cerah
// Menggunakan hysteresis agar status tidak berubah terlalu cepat
if (nilaiSensor >= 1022) {
kondisiHujan = false;
}
// Menentukan respons berdasarkan kondisi cuaca
if (kondisiHujan) {
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, LOW);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("HUJAN TERDETEKSI");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("SIAGA!!! ");
}
else {
digitalWrite(ledMerah, LOW);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(buzzer, LOW);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("CUACA CERAH ");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("AMAN ");
}
delay(50);
}
Program ini menggunakan library LiquidCrystal_I2C.h untuk mengendalikan layar LCD secara efisien. Setelah inisialisasi pin input-output, ada logika if-else yang menentukan status cuaca. Perhatikan bahwa kita menggunakan angka 1022 untuk kembali ke mode cerah; teknik ini namanya hysteresis, tujuannya supaya buzzer nggak bunyi “mati-nyala” dengan cepat kalau nilai sensor cuma goyang sedikit di angka 1018.
Kondisi Saat Langit Masih Cerah

Dalam pengujian, selama panel sensor dalam keadaan kering, sistem akan berada pada mode standby. LED Kuning akan menyala kalem, sementara layar LCD bakal menampilkan tulisan “CUACA CERAH”. Di kondisi ini, Buzzer bakal diam seribu bahasa karena nggak ada air yang mengganggu permukaan sensor.
Hujan Turun Dan Alarm Berbunyi

Coba teteskan sedikit air ke panel sensor, dan bam! Sistem langsung bereaksi seketika. LED Merah akan menyala terang sebagai peringatan visual, LCD langsung berganti tulisan jadi “HUJAN TERDETEKSI”, dan yang paling penting, Buzzer akan berbunyi nyaring. Ini adalah tanda buat kamu supaya segera cabut dari depan layar monitor dan selamatkan jemuran!
Kesimpulan
Membuat alat pendeteksi hujan pakai Arduino Uno adalah cara paling asyik buat belajar dasar-dasar sensor dan mikrokontroler. Selain praktis, proyek ini melatih logika pemrograman kamu tentang bagaimana menangani data di dunia nyata. Jangan cuma berhenti di sini, kamu bisa bereksperimen lebih jauh dengan menambahkan modul Wi-Fi biar notifikasinya bisa muncul langsung di HP kamu. Selamat mencoba!
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Pada komponen tertentu dibutuhkan sebuah library agar komponen tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Apa itu library? library adalah sekumpulan... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Hari ini kita akan mencoba untuk menampilkan data sensor ldr ke web server dengan koneksi WIFI menggunakan board NodeMCU.... selengkapnya
Detektor arus AC adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya arus listrik AC pada suatu rangkaian.... selengkapnya
Pada postingan sebelumnya sudah membahas tentang kontrol relay menggunakan Arduino di sini. Nah untuk kali ini saya akan membahasnya... selengkapnya
Siapa yang nggak kenal dengan running text? Running text merupakan sebuah teks berjalan pada sebuah papan yang berisi led-led... selengkapnya
Oke sekarang kita akan belajar menyalakan LED dengan Blynk NodeMCU. Tentunya anda semua sudah menginstal aplikasi Blynk kan ya…... selengkapnya
Oke kali ini kita akan membahas salah satu board wifi yaitu kakak dari NodeMcu yang memiliki fungsi lebih +... selengkapnya
Tutorial kali ini akan membahas mengenai penggunaan sensor IR (infrared) untuk mengontrol AC / pendingin udara menggunakan jaringan... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tutorial tentang simulasi penggunaan sensor PIR (Passive Infra Red) untuk... selengkapnya
12A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.5001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspeberry Pi 20 cm Female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000This is a set of transmitter and receiver in one of the photoelectric sensor. Detection distance can be adjusted according… selengkapnya
Rp 37.500The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Kategori
Artikel Terkait
-
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135
-
Bikin Kipas Angin Pintar Sendiri Pakai Arduino dan Algoritma PID Biar Ruangan Makin Adem
-
Jaga Kolam Ikan Tetap Stabil Pakai Arduino dan PID Biar Ikan Makin Happy
-
Bikin Lampu Belajar Pintar Pake PID & Arduino Cahaya Sat-Set, Mata Anti-Lelah!
-
Stabil Terus! Cara Bikin Kontrol Kelembapan Ruangan Otomatis Pakai Arduino dan PID

Saat ini belum tersedia komentar.