● online
- LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resisto....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- Dimmer AC 4000W 220 Volt 4000 Watt 220V + Casing A....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- IIC I2C LCD 1602 16x2 2004 20x4 Backpack for LCD A....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Pernah nggak lagi asyik nge-game atau mabar di kamar, eh tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras? Yang paling bikin panik jelas jemuran di luar yang langsung basah kuyup! Selain menjaga kualitas udara di rumah agar tetap sehat dan segar, kita juga butuh sistem “early warning” buat urusan cuaca. Nah, solusinya adalah bikin alat pendeteksi hujan sendiri pakai Arduino Uno. Selain keren buat dipajang di meja, alat ini bakal jadi asisten pribadi yang kasih tahu kamu kapan harus lari angkat jemuran.
Kenapa Harus Pakai Arduino
Bikin alat canggih itu nggak harus mahal dan ribet. Menggunakan Arduino Uno dan sensor hujan itu pilihan paling pas buat kita yang hobi oprek elektronika. Komponennya murah meriah, gampang diprogram, dan responnya real-time. Begitu ada satu tetes air menyentuh panel sensor, alarm bakal langsung teriak. Ini adalah proyek pembuka yang seru banget buat kamu yang mau belajar gimana teknologi mikrokontroler bisa beneran ngebantu urusan sehari-hari.
Alat dan Bahan
Siapkan komponen-komponen berikut di atas meja kerjamu sebelum mulai merakit:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno R3 | 1 buah | Otak utama sebagai pusat kendali sistem |
| Rain Sensor Module | 1 set | Terdiri dari panel sensor (plate) dan modul komparator |
| LCD 16×2 I2C | 1 buah | Layar untuk menampilkan teks status cuaca |
| LED Merah | 1 buah | Indikator visual saat hujan mulai turun |
| LED Kuning | 1 buah | Indikator visual saat cuaca masih cerah |
| Buzzer | 1 buah | Alarm suara biar kamu nggak ketinggalan info |
| Resistor 100Ω | 2 buah | Penahan arus supaya LED kamu nggak cepat putus |
| Kabel Jumper | Secukupnya | Pilih tipe Male to Female untuk menghubungkan komponen |
| Breadboard | 1 buah | Papan tempat merangkai komponen tanpa perlu solder |
| Kabel USB Arduino | 1 buah | Untuk upload program dari laptop ke Arduino |
Skematik Rangkaian

Waktunya menghubungkan kabel-kabel pelangi jumper kamu! Ikuti urutan pinout ini agar sistem berjalan lancar:
- Sensor Hujan: Hubungkan pin keluaran analog (A0) pada modul sensor ke pin A0 di Arduino Uno. Jangan lupa, sensor ini punya dua bagian: panel plate (yang kena air) dan modul kecilnya.
- LCD 16×2 I2C: Untuk jalur datanya, hubungkan pin SDA pada LCD ke pin A4 dan pin SCL ke pin A5 Arduino.
- LED Merah: Colokkan kaki positif (yang lebih panjang) ke pin digital D8 melalui resistor 100Ω.
- LED Kuning: Pasangkan kaki panjangnya ke pin digital D9, juga melalui resistor 100Ω agar tetap aman.
- Buzzer: Hubungkan si berisik ini ke pin digital D10 dan kaki satunya lagi ke Ground (GND).
Pemasangan resistor sangat krusial biar LED nggak kena arus berlebih. Kalau kamu ragu soal posisi pin lainnya, kamu bisa cek langsung di dokumentasi resmi Arduino sebagai referensi pinout terlengkap.
Cara Kerja Sistem

Sistem ini bekerja dengan membaca konduktivitas listrik pada permukaan sensor. Nilai yang dibaca oleh Arduino adalah data analog dengan rentang 0 hingga 1023. Aturan mainnya simpel: semakin kecil nilainya, berarti semakin banyak air yang terdeteksi (karena air bersifat konduktif).
Arduino bakal terus memantau angka ini. Jika nilai sensor turun di bawah ambang batas 1018, Arduino bakal tahu kalau ada air yang nempel dan langsung mengaktifkan mode siaga. Oh iya, kalau menurutmu sensornya terlalu sensitif atau malah telat merespon, kamu bisa putar baut kecil (trimpot) pada modul sensor untuk mengatur tingkat sensitivitasnya secara manual.
Pemrograman Arduino
Salin kode sakti di bawah ini ke Arduino IDE kamu, lalu klik upload:
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
// Inisialisasi LCD I2C
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
// Konfigurasi pin
const int pinAO = A0;
const int ledKuning = 9;
const int ledMerah = 8;
const int buzzer = 10;
// Variabel sistem
int nilaiSensor;
bool kondisiHujan = false;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(ledKuning, OUTPUT);
pinMode(ledMerah, OUTPUT);
pinMode(buzzer, OUTPUT);
// Inisialisasi LCD
lcd.init();
lcd.backlight();
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("SENSOR HUJAN");
delay(1500);
lcd.clear();
}
void loop() {
// Membaca nilai sensor hujan
nilaiSensor = analogRead(pinAO);
Serial.print("Nilai Sensor: ");
Serial.println(nilaiSensor);
// Deteksi hujan
if (nilaiSensor < 1018) {
kondisiHujan = true;
}
// Deteksi kembali ke kondisi cerah
// Menggunakan hysteresis agar status tidak berubah terlalu cepat
if (nilaiSensor >= 1022) {
kondisiHujan = false;
}
// Menentukan respons berdasarkan kondisi cuaca
if (kondisiHujan) {
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, LOW);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("HUJAN TERDETEKSI");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("SIAGA!!! ");
}
else {
digitalWrite(ledMerah, LOW);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(buzzer, LOW);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("CUACA CERAH ");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("AMAN ");
}
delay(50);
}
Program ini menggunakan library LiquidCrystal_I2C.h untuk mengendalikan layar LCD secara efisien. Setelah inisialisasi pin input-output, ada logika if-else yang menentukan status cuaca. Perhatikan bahwa kita menggunakan angka 1022 untuk kembali ke mode cerah; teknik ini namanya hysteresis, tujuannya supaya buzzer nggak bunyi “mati-nyala” dengan cepat kalau nilai sensor cuma goyang sedikit di angka 1018.
Kondisi Saat Langit Masih Cerah

Dalam pengujian, selama panel sensor dalam keadaan kering, sistem akan berada pada mode standby. LED Kuning akan menyala kalem, sementara layar LCD bakal menampilkan tulisan “CUACA CERAH”. Di kondisi ini, Buzzer bakal diam seribu bahasa karena nggak ada air yang mengganggu permukaan sensor.
Hujan Turun Dan Alarm Berbunyi

Coba teteskan sedikit air ke panel sensor, dan bam! Sistem langsung bereaksi seketika. LED Merah akan menyala terang sebagai peringatan visual, LCD langsung berganti tulisan jadi “HUJAN TERDETEKSI”, dan yang paling penting, Buzzer akan berbunyi nyaring. Ini adalah tanda buat kamu supaya segera cabut dari depan layar monitor dan selamatkan jemuran!
Kesimpulan
Membuat alat pendeteksi hujan pakai Arduino Uno adalah cara paling asyik buat belajar dasar-dasar sensor dan mikrokontroler. Selain praktis, proyek ini melatih logika pemrograman kamu tentang bagaimana menangani data di dunia nyata. Jangan cuma berhenti di sini, kamu bisa bereksperimen lebih jauh dengan menambahkan modul Wi-Fi biar notifikasinya bisa muncul langsung di HP kamu. Selamat mencoba!
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Software dari keluarga adobe, yaitu salah satunya Adobe Photoshop. Adobe Photoshop ini di ciptakan secara multi fungsi, mulai untuk... selengkapnya
Motor servo merupakan salah satu aktuator yang paling sering digunakan dalam dunia robotika, terutama untuk gerakan yang membutuhkan ketelitian posisi.... selengkapnya
Sensor suara merupakan sensor yang dapat mengubah besaran suara menjadi besaran listrik dimana nilai diperoleh dari besarnya gelombang suara... selengkapnya
Sensor Waterflow adalah sensor yang dapat membaca aliran air pada suatu tempat/saluran air. Sensor ini digunakan untuk membaca... selengkapnya
Pada tutorial ini akan dijelaskan bagaimana memulai menggunakan NodeMCU Esp8266 pada Arduino IDE. Meskipun pada tutorial sebelumnya sudah menggunakan... selengkapnya
Detektor arus AC adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya arus listrik AC pada suatu rangkaian.... selengkapnya
Flow meter yaitu sebuah sensor yang berfungsi untuk menghitung aliran air (debit) dan volume air dalam suatu alur dan... selengkapnya
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini Saya ingin berbagi tutorial tentang simulasi penggunaan sensor suhu TMP36 untuk mengukur suhu... selengkapnya
Sensor PIR bisa digunakan untuk mendeteksi gerakan manusia dan mengirimkan sinyal ke Raspberry Pi 5. Jika ditambahkan buzzer, rangkaian sederhana... selengkapnya
Menjaga kondisi lingkungan ruang server tetap stabil adalah hal yang sangat krusial bagi kelangsungan operasional sistem TI. Jika suhu dan... selengkapnya
Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Kabel jumper Dupont untuk jumper Arduino atau Raspberry Pi 20 cm Male to Male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300ESR meter/LCR meter dengan layar lebar lebih jelas dan mantap dan dengan tempat batre jd lebih rapih batre lebih aman… selengkapnya
Rp 131.000 Rp 134.000Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000Specifications: Operating voltage: DC3-5V Operating current: less than 20mA Sensor Type: Analog Detection Area: 40mmx16mm Production process: FR4 double-sided HASL… selengkapnya
Rp 3.000Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500Warna : biru dan merah Bahan Alumunium 25T include baut 2 pcs
Rp 8.750Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.