● online
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- PWM DC 10A Motor 12V-40V Pulse Width Modulation Sp....
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- LED 3mm Lampu LED 3 mm....
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult....
- Jasa Cetak PCB....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
Halo teman-teman tech enthusiast! Di era industri modern dan pembangunan infrastruktur yang serba cepat, aspek pemantauan kondisi struktur fisik (structural health monitoring) pada objek vital seperti jembatan, gedung bertingkat, hingga mesin pabrik berputar menjadi hal yang sangat krusial. Selama ini, pengecekan kondisi fisik atau kestabilan objek masih sering mengandalkan cara manual atau pemeriksaan berkala. Padahal, metode konvensional ini punya kelemahan fatal: tingkat subjektivitasnya tinggi dan tidak bisa menyajikan data secara kontinu maupun real-time. Kalau ada getaran berlebih atau pergeseran sudut kemiringan yang terlewat sedikit saja, risikonya bisa berujung pada kerusakan sistem mekanis hingga keruntuhan bangunan.

Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa membuat solusi cerdas berbasis embedded system yang bekerja secara otomatis! Kalau kamu sebelumnya pernah mencoba belajar membuat sistem monitoring kelembapan tanah berbasis Arduino, proyek kali ini bakal membawa kamu ke tingkat yang lebih seru dan canggih. Kita akan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 berkecepatan tinggi dan sensor inersial MEMS MPU-6050 yang menggabungkan 3-axis accelerometer dan 3-axis gyroscope. Data hasil pemantauan akan ditampilkan secara lokal pada Layar LCD 16×2 I2C dan dikirimkan secara wireless via Bluetooth Low Energy (BLE) ke dashboard monitoring berbasis web. Yuk, kita bedah panduan lengkapnya!
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk merakit proyek ini (baik di dunia nyata maupun lewat platform simulasi Wokwi), berikut adalah komponen utama yang wajib kamu siapkan beserta spesifikasi teknisnya:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Mikrokontroler ESP32 DevKit V1 | 1 buah | Pusat pengolah data, Tensilica Xtensa Dual-Core 32-bit (clock 240 MHz), 520 KB SRAM, 4 MB Flash, logika 3.3V, serta mendukung WiFi dan Bluetooth Low Energy (BLE). |
| Modul Sensor MPU-6050 | 1 buah | Sensor inersial MEMS (3-axis Accel + 3-axis Gyro), ADC internal 16-bit, antarmuka I2C (alamat 0x68), rentang akselerasi \pm 2g–\pm 16g, dan gyroscope \pm 250^\circ/\text{s}–\pm 2000^\circ/\text{s}. |
| Layar LCD 16×2 + Modul I2C PCF8574 | 1 buah | Tampilan teks lokal 2 baris 16 karakter, hemat pin menggunakan komunikasi I2C. |
| Kabel Jumper & Breadboard / Simulator Wokwi | Secukupnya | Media penghubung antar pin komponen atau platform simulasi sirkuit digital. |
Skematik Rangkaian

Proses perakitan komponen tergolong simpel karena sensor MPU-6050 dan LCD 16×2 sama-sama menggunakan komunikasi I2C. Sensor MPU-6050 berfungsi membaca percepatan dan kecepatan sudut pada tiga sumbu, sehingga cocok digunakan untuk memantau getaran serta perubahan kemiringan objek. Kalau kamu ingin mempelajari spesifikasi teknis dan karakteristik sensor ini lebih lengkap, kamu bisa membaca datasheet resmi MPU-6050 dari TDK InvenSense. Selanjutnya, hubungkan setiap pin komponen ke GPIO ESP32 sesuai tabel koneksi berikut:
| Nama Komponen | Pin Komponen | Pin ESP32 | Fungsi |
| MPU-6050 | VCC | 3V3 | Catu daya sensor (3.3V) |
| MPU-6050 | GND | GND | Jalur ground/massa |
| MPU-6050 | SDA | GPIO 21 | Jalur data I2C (Serial Data) |
| MPU-6050 | SCL | GPIO 22 | Jalur clock I2C (Serial Clock) |
| LCD 16×2 | VCC | 3V3 | Catu daya modul display |
| LCD 16×2 | GND | GND | Jalur ground/massa |
| LCD 16×2 | SDA | GPIO 21 | Jalur data I2C (Serial Data) |
| LCD 16×2 | SCL | GPIO 22 | Jalur clock I2C (Serial Clock) |
Cara Kerja Sistem dan Konsep Sensor

Nah, sekarang gimana sih cara sistem ini mengubah getaran fisik menjadi data digital yang presisi? Penasaran nggak gimana ESP32 ngolah data dari MPU-6050? Yuk, simak alur kerja sistemnya berikut ini:
- Pembacaan Register Sensor via I2C: Sensor MPU-6050 mendeteksi percepatan linier pada sumbu X, Y, Z dan kecepatan sudut menggunakan struktur mikro MEMS internal. Sinyal analog diubah oleh ADC 16-bit bawaan sensor menjadi data registrasi digital, lalu dikirimkan ke ESP32 melalui protokol I2C pada alamat bus
0x68. - Kalkulasi Data oleh ESP32: Setelah raw data diterima, prosesor dual-core ESP32 akan menghitung magnitudo percepatan linier menjadi nilai resultan getaran (dalam satuan m/s² atau g). Di saat yang bersamaan, data laju kecepatan sudut diintegrasikan untuk menghitung estimasi posisi derajat kemiringan objek, yaitu posisi Pitch (kemiringan depan-belakang) dan Roll (kemiringan kiri-kanan).
- Transmisi Wireless BLE & Display: ESP32 secara instan membagi data hasil olahan ke dua jalur keluaran: mengirimkan teks ringkas ke modul LCD 16×2 I2C lokal dan mentransmisikan paket data secara wireless via Bluetooth Low Energy (BLE) ke Web Dashboard Monitoring.
- Klasifikasi Tingkat Keamanan: Berdasarkan ambang batas getaran yang telah diprogram, sistem mengelompokkan kondisi objek ke dalam 3 status keselamatan: Stabil/Aman, Waspada, dan Bahaya.
Pengujian dan Analisis Hasil Monitoring
Biar makin kebayang dengan performa sistem ini, yuk kita bedah data hasil pengujian dan simulasinya! Pengujian dilakukan dengan memberikan berbagai tingkat variasi getaran mekanis pada sensor MPU-6050.
Berikut adalah tabel hasil pengujian nilai ambang batas getaran beserta penetapan status kondisinya:
| Kondisi Sensor | Nilai Vibrasi (m/s²) | Kondisi Struktur |
| Sensor Diam | 0,06 | Stabil |
| Getaran Ringan | 0,85 | Stabil |
| Getaran Sedang | 1,45 | Stabil |
| Getaran Kuat | 2,00 | Waspada |
| Getaran Sangat Kuat | > 2,50 | Bahaya |
Catatan: Pada saat pengujian simulasi getaran ekstrem, sistem mencatat puncak guncangan maksimum hingga 2,12 m/s² dan berhasil merekam peristiwa tersebut secara akurat pada log riwayat.
Verifikasi Output Tampilan Monitoring
Sistem monitoring ini memberikan hasil verifikasi pengujian tampilan yang sangat responsif di kedua saluran output:
- Tampilan Lokal LCD 16×2: Setelah diverifikasi, modul LCD 16×2 berhasil menampilkan 4 parameter utama secara bergiliran dan real-time, yaitu:
- Nilai percepatan Sumbu Z
- Nilai total Vibrasi (m/s²)
- Status Bluetooth (BLE) (Terhubung/Terputus)
- Status Sistem (Stabil / Waspada / Bahaya)
- Tampilan Web Dashboard (BLE): Antarmuka dashboard jarak jauh berhasil memverifikasi berbagai fitur pemantauan canggih, meliputi:
- Indikator Status Perangkat (Connected/Disconnected)
- Grafik Akselerasi Real-Time untuk memantau gelombang getaran secara dinamis
- Visualisasi 3D Kemiringan Struktur yang bergerak merespons sudut Pitch dan Roll
- Fitur Pengaturan Batas Getaran (threshold settings) interaktif
- Log Riwayat Getaran yang menyimpan rekaman riwayat anomali guncangan
Kesimpulan dan Saran Pengembangan
Sistem monitoring getaran dan stabilitas kemiringan objek berbasis ESP32 dan MPU-6050 ini terbukti sukses mendeteksi, mengolah, serta mengklasifikasikan tingkat getaran objek secara presisi dan real-time. Integrasi antara tampilan lokal LCD 16×2 dan dashboard interaktif via BLE memberikan kemudahan ekstra bagi pengguna untuk mengawasi kesehatan struktur fisik secara praktis.
Buat kamu yang mau mengembangkan proyek ini lebih jauh untuk kebutuhan industri atau tugas akhir, ada beberapa saran dan tips mantap yang bisa diterapkan:
- Penambahan Data Logging Cloud: Memanfaatkan koneksi Wi-Fi bawaan ESP32 untuk mengirim data ke database cloud IoT (seperti Firebase atau ThingsBoard) agar data historis bisa disimpan jangka panjang.
- Penerapan Algoritma Filtering: Mengintegrasikan algoritma penyaringan data seperti Kalman Filter atau Complementary Filter untuk meredam noise pembacaan sensor MPU-6050 sehingga grafik getaran jauh lebih mulus dan stabil.
- Sistem Notifikasi Otomatis: Menambahkan fitur notifikasi push langsung ke smartphone, email, atau bot Telegram ketika indikator mendeteksi status Bahaya.
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
BFD-1000 atau modul Sensor Pelacak Garis 5 Channel adalah sensor yang dirancang untuk digunakan pada robot line follower. Modul ini... selengkapnya
Seperti yang kita ketahui, Raspberry Pi merupakan komputer mini yang powerful karena dengan ukurannya yang kecil tetapi bisa berfungsi layaknya... selengkapnya
Mau membuat LED-mu berkedip tanpa perlu menekannya secara manual? Di tutorial ini, kamu akan belajar cara mengatur LED menyala dan... selengkapnya
Pernah nggak sih kamu lagi asik-asiknya nugas atau belajar pas sore hari, eh tiba-tiba cahaya ruangan jadi redup gara-gara cuaca... selengkapnya
Keypad 4×4 berfungsi sebagai penghubung antara perangkat (mesin) elektronik dengan manusia atau dikenal dengan istilah Human Machine Interface (HMI). Papan... selengkapnya
CNC router merupakan sebuah mesin yang mempunyai kegunaan untuk memotong, mengukir/grafir dan membuat marking. Semua proses itu dapat dilakukan... selengkapnya
Setelah sebelumnya kamu belajar menyalakan LED, sekarang saatnya Arduino mulai menerima perintah langsung dari kamu. Salah satu cara paling sederhana... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Android Intent adalah struktur data atau objek yang terdapat deskripsi dari tugas yang akan dijalankan. Salah satu keunggulan dari... selengkapnya
Phyton merupakan bahasa yang sangat populer saat ini. Bahasa yang dibuat oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991 ini... selengkapnya
TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Warna : biru dan merah Bahan Alumunium 25T include baut 2 pcs
Rp 8.750Kabel jumper 20 cm merk Dupont untuk Arduino Female to male 1 lembar = 40 kabel
Rp 11.300Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.5001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Support terus UKM indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. Untuk kualitas tidak usah diragukan, udah kita tes QC dengan sangat… selengkapnya
Rp 8.500Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500Product Name: Tactile Switch; Material: Metal, Plastic Package Content: 30 Pcs x Tactile Switch; Main Color: Black, Silver Tone Total… selengkapnya
Rp 400Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11
-
Bikin Sensor Parkir Otomatis Pakai Arduino Uno dan HC SR04

Saat ini belum tersedia komentar.