● online
- Breadboard 400 titik lubang Bread board Projectboa....
- RC Servo ARM Horn M3 Metal 25T MG995 MG946R MG996R....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- Dimmer SCR 2000W Motor Speed Controller 220V AC PW....
- B0505S-1W 5V to 5V converter DC DC power module co....
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter....
- Raspberry Pi 4 Model B - 2GB RAM Raspberry Pi 4B....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Akses Data Sensor Water Flow Menggunakan Arduino Uno
Sensor Waterflow adalah sensor yang dapat membaca aliran air pada suatu tempat/saluran air. Sensor ini digunakan untuk membaca kecepatan putaran rotor yang berputar disebabkan oleh adanya aliran air. Salah satu sensor waterflow yang banyak tersedia di pasaran seperti terlihat pada gambar di bawah ini, yakni tipe YF-S201

Sensor waterflow YF-S201 terdapat 3 kabel yaitu Merah (Vcc), Hitam (GND), dan Kuning (Signal). Prinsip kerja sensor ini adalah dengan mengukur debit air dengan menghitung putaran kincir yang terdapat pada alat. Jika air mengenai kincir air, maka kincir berputar. Di dalam kincir terdapat sebuah rotor dengan magnet dan ketika berputar menghasilkan magnet berdasarkan fenomena Hall effect. Semakin cepat aliran air melalui sensor ini, semakin cepat putaran rotor dan oleh karena itu semakin tinggi angka yang terbaca pada sensor. Angka ini merupakan sinyal keluaran berupa gelombang kotak, yang nantinya akan dihitung sehingga kita dapat mengetahui aliran dan volume air yang melewati alat tersebut. Untuk lebih memahami cara akses data sensor marilah buat percobaan sederhana, sebelum itu persiapkan:
Alat dan Bahan Percobaan Water Flow – Uno
Buatlah rangkaian seperti pada gambar dibawah ini dengan konfigurasi pin:
- Arduino Uno
- Sensor waterflow YF-S201
- Jumper secukupnya (Male to Male)
Buatlah rangkaian seperti pada gambar dibawah ini dengan konfigurasi pin:
- VCC dihubungkan dengan 5V Arduino Uno.
- GND dihubungkan dengan GND Arduino Uno.
- Signal dihubungkan dengan pin 2 Arduino Uno

Contoh Program YF-S201 – Uno
Selanjutnya buka IDE Arduino Anda, dan copy-kan contoh program akses data sensor water flow dengan Arduino sebagai berikut :
volatile int pulsa_sensor;
unsigned int literPerjam;
unsigned char pinFlowsensor = 2; //Pin sensor terhubung pada pin 2 Arduino Uno
unsigned long waktuAktual;
unsigned long waktuLoop;
double liter;
void cacahPulsa()
{
pulsa_sensor++;
}
void setup()
{
pinMode(pinFlowsensor, INPUT); //Deklarasi sensor sebagai input
digitalWrite(pinFlowsensor, HIGH);
Serial.begin(9600);
attachInterrupt(0, cacahPulsa, RISING);
sei();
waktuAktual = millis();
waktuLoop = waktuAktual;
}
void loop()
{
waktuAktual = millis();
if(waktuAktual >= (waktuLoop + 1000))
{
waktuLoop = waktuAktual;
literPerjam = (pulsa_sensor*60/7.5); //instruksi untuk mengukur debit air
pulsa_sensor = 0;
Serial.print(literPerjam, DEC);
Serial.println(" L/jam"); //menampilkan nilai debit air pada Serial Monitor
}
}
Setelah berhasil mengupload program di atas ke Arduino, seharusnya tampilan Serial Monitor Anda akan seperti berikut: (sambil tiup sensor waterflow nya ya 😂🤭)

Berdasarkan Gambar di atas pada saat sensor tidak mendeteksi adanya aliran air (simulasi: tidak ada tiupan angin) maka memunculkan nilai 0 L/jam pada serial monitor, namun saat sensor mendeteksi adanya aliran air (simulasi: ada tiupan angin) maka akan memunculkan nilai seperti pada gambar di atas. Semakin deras aliran air (simulasi: semakin kencang tiupan angin) maka nilai yang di tampilkan pada serial monitor akan semakin besar.
Demikian sedikit percobaan bagaimana mengakses data pada sensor water flow menggunakan Arduino Uno, semoga dapat bermanfaat. Anda dapat pula mengembangkan tutorial sederhana di atas untuk membuat sistem yang lebih kompleks. Ditunggu ya project-project briliannya 😊
Tutorial Akses Data Sensor Water Flow Menggunakan Arduino Uno
Android Intent adalah struktur data atau objek yang terdapat deskripsi dari tugas yang akan dijalankan. Salah satu keunggulan dari... selengkapnya
Salah satu fitur paling menarik dari Raspberry Pi adalah deretan pin GPIO (General-Purpose Input/Output) yang terletak di sepanjang sisi atas... selengkapnya
SW-420 adalah sensor untuk mendeteksi getaran, cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 1 buah pelampung logam yang berisi 2... selengkapnya
Hallo semua, pada artikel kali saya ini akan membahas kembali seputar push button switch dimana pada artikel yang sebelumnya... selengkapnya
Sensor ultrasonik merupakan sensor yang menggunakan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik yaitu gelombang yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu benda... selengkapnya
Hallo semuanya, kali ini saya akan mendemonstrasikan penggunaan RFID RC522 untuk membaca e-KTP maupun e-Toll. Pada postingan sebelumnya sudah... selengkapnya
Blynk menawarkan beragam fungsi ya, salah satunya untuk mengontrol perangkat. Penggunaan Blynk ini bisa kapan dan dimana saja ya,... selengkapnya
Modul Led Dot Matrix 32×16 adalah modul display yang menggunakan kumpulan – kumpulan LED yang dirangkai dengan susunan 32... selengkapnya
Ketemu lagi dengan sensor DS18b20, kali ini akan kita monitoring menggunakan aplikasi Blynk dan ESP-01. Langsung saja ya kita... selengkapnya
Rotary encoder adalah sebuah perangkat elektronik yang mampu mengkonversi gerakan mekanis berputar menjadi sinyal listrik, menjadi elemen kunci dalam memenuhi... selengkapnya
POTENSIOMETER LINEAR MONO 10K ohm
Rp 1.900The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000Modul sensor tegangan AC bolak balik 3 fasa ini menggunakan optocoupler sehingga tegangan input (AC) tidak akan mengganggu/membahayakan tegangan output… selengkapnya
Rp 57.000MERK : TOWER PRO MG995 180 derajat Specifications Weight: 55 g Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. Stall… selengkapnya
Rp 36.300Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Tutorial Akses Data Sensor Water Flow Menggunakan Arduino Uno
Kategori
Artikel Terkait
-
Sistem Kendali Suhu pada Inkubator Penetasan Telur Berbasis PID Diskrit Menggunakan Sensor DHT11 dan Aktuator Lampu Pijar
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
-
Tutorial Menggerakkan Motor Servo sebagai Leher Robot Menggunakan Arduino Uno
-
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508

Saat ini belum tersedia komentar.