● online
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol....
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Male to Mal....
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- ADS1115 16 Bit I2C Module ADC 4 channel with Pro G....
- LCD 16x2 / 1602 Display Biru + I2C Backpack Sudah ....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Kabel Jumper arduino Dupont Pelangi 30 cm Male to ....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Optocoupler atau photo interrupter merupakan sensor optik slot tipe U yang menggunakan cahaya infra merah (IR) untuk mendeteksi ada atau tidaknya objek yang menghalangi jalur cahaya. Sensor ini memiliki dua bagian utama, yaitu:

Gambar 1. Schematic Komponen Optocoupler
-
Pemancar
Bagian ini berupa LED infra merah yang berfungsi memancarkan sinar infra merah secara terus-menerus ke arah detektor. Cahaya ini tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi oleh komponen Photodetector di sisi seberangnya. -
Penerima
Bagian penerima terdiri dari Phototransistor yang peka terhadap cahaya infra merah dari LED pemancar.
Ketika cahaya infra merah mengenai Phototransistor, maka transistor akan aktif dan menghasilkan sinyal pada output.
Sebaliknya, ketika sinar terhalang oleh objek seperti bagian gelap dari disk encoder, maka transistor akan nonaktif, dan output akan berubah ke kondisi logika berlawanan.
Kedua bagian ini dipasang berhadapan di dalam bentuk celah huruf “U”, sehingga sebuah benda seperti disk encoder bisa bergerak di antara keduanya dan memutus atau menghubungkan jalur cahaya infra merah. Dalam tutorial ini, kita akan membuat sistem sederhana yang menghitung jarak berdasarkan pulsa dari rotasi disk encoder, di mana 1 pulsa mewakili 1 mm pergerakan. Sistem ini sangat cocok untuk robot, mesin penghitung panjang kabel, konveyor, dan aplikasi otomasi lainnya.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Untuk menjalankan proyek ini, berikut yang kamu butuhkan :
- Optocoupler ITR960
- Arduino nano
- Push button
- LED
- Resistor
- Breadboard dan kabel jumper
Wiring Rangkaian Optocoupler
Susun rangkaian dengan panduan seperti ini:
- Pin 5v ke positif Breadboard
- Pin GND ke negatif Breadboard
- Pin D2 ke emitter optocoupler
- Pin D3 ke positif button
- Pin D4 ke positif LED 2 melalui resistor
- Kaki anoda optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda optocouplerke GND
- Kaki collector optocouplerke GND
- Kaki emitter optocouplerke 5v melalui resistor
- Kaki katoda LED 1 ke resistor emitter optocoupler
- Kaki anoda LED 2 ke 5v

Gambar 2. Wiring Rangkaian Optocoupler dengan Arduino Nano
Menulis Program Data Optocoupler
Setelah semua komponen terpasang, buka software Arduino IDE dan tulis kode berikut :
/*
Penghitung Jarak berbasis Encoder
Versi: Arduino Nano
Encoder: 1 slot = 1 mm
*/
const byte sensorPin = 2; // Pin interrupt dari sensor encoder
const byte resetButtonPin = 3; // Tombol reset
const byte ledPin = 4; // LED indikator
// Spesifikasi encoder
const unsigned int slotsPerRevolution = 88; // jumlah slot per putaran
// Masukkan perkiraan RPM maksimum alatmu di sini
const unsigned int maxRPM = 600; // ubah sesuai kebutuhan (contoh: 600, 3000, dst)
volatile unsigned long pulseCount = 0;
volatile unsigned long lastPulseTime = 0; // untuk debounce di ISR
unsigned long debounceMicros = 500; // dihitung otomatis di setup()
const unsigned long minDebounceMicros = 50; // batas bawah praktis (μs)
// ISR (Interrupt Service Routine) — menghitung pulsa dari encoder
void handleSensorPulse() {
unsigned long now = micros();
if (now - lastPulseTime > debounceMicros) {
pulseCount++;
lastPulseTime = now;
}
}
void setup() {
Serial.begin(115200);
Serial.println("=== Encoder Distance Counter (Arduino Nano) ===");
pinMode(sensorPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(resetButtonPin, INPUT_PULLUP);
pinMode(ledPin, OUTPUT);
digitalWrite(ledPin, LOW);
// Hitung debounceMicros berdasarkan maxRPM & slots
float pulsesPerSec = ((float)maxRPM / 60.0) * (float)slotsPerRevolution;
if (pulsesPerSec <= 0.0001) pulsesPerSec = 1.0; // safety
float tMin_us = 1000000.0 / pulsesPerSec; // mikrodetik antar pulsa
unsigned long computed = (unsigned long)(tMin_us * 0.35f); // 35% dari interval
if (computed < minDebounceMicros) computed = minDebounceMicros;
debounceMicros = computed;
// Info ke Serial
Serial.print("Slots per Revolution: ");
Serial.println(slotsPerRevolution);
Serial.print("Max RPM: ");
Serial.println(maxRPM);
Serial.print("Estimated min interval (us): ");
Serial.println((unsigned long)tMin_us);
Serial.print("Debounce interval (us): ");
Serial.println(debounceMicros);
if (tMin_us * 0.35f < minDebounceMicros) {
Serial.println("⚠️ WARNING: maxRPM terlalu tinggi, bisa kehilangan pulsa!");
}
// Gunakan interrupt 0 (pin D2 di Nano)
attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(sensorPin), handleSensorPulse, RISING);
Serial.println(">> Encoder siap: 1 slot = 1 mm\n");
}
void loop() {
// Tombol reset ditekan (aktif LOW)
if (digitalRead(resetButtonPin) == LOW) {
noInterrupts();
pulseCount = 0;
interrupts();
digitalWrite(ledPin, HIGH);
Serial.println(">> Penghitung di-reset ke 0 mm");
delay(300); // debounce tombol
digitalWrite(ledPin, LOW);
}
// Ambil data dari variabel volatile
noInterrupts();
unsigned long pulseCopy = pulseCount;
interrupts();
// Hitung jarak (1 pulsa = 1 mm)
unsigned long jarakMM = pulseCopy;
Serial.print("Jarak Terdeteksi: ");
Serial.print(jarakMM);
Serial.println(" mm");
delay(100); // Update tiap 100 ms
}
Penjelasan Kode
slotsPerRevolution: jumlah lubang pada disk encoder.maxRPM: kecepatan maksimum perkiraan putaran disk (digunakan untuk menentukan waktu antar pulsa).pulseCount: jumlah total pulsa (setiap 1 pulsa = 1 mm).lastPulseTime: waktu mikrodetik dari pulsa terakhir untuk menghitung jeda antar pulsa (debounce).
Apa yang Akan Terjadi dengan Optocoupler?


Ketika disk encorder diputar secara perlahan maka sensor akan mendeteksi tiap pulsa nya sebagaia 1mm yang akan ditampilkan pada serial monitor secara berurutan tanpa adanya lonjakan yang tidak wajar, hal ini menunjukkan bahwa mekanisme debounce waktu mikrodetik (micros) pada ISR bekerja efektif untuk menyaring pulsa ganda akibat noise optik dari sensor. Saat tombol reset ditekan, LED indikator menyala sesaat dan penghitung kembali ke nol.
Tutorial Mengitung Jarak dengan Pulsa Rotasi Disk Encorder dan Sensor Optocoupler ITR 9608
Sensor MQ-2 merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kandungan gas seperti Lpg, CO, asap dan masih banyak lainnya. Sensor... selengkapnya
Semangat pagi semua, kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan LCD pada Arduino tanpa module I2C. Kenapa perlu belajar... selengkapnya
LCD atau Liquid Crystal Display adalah Perangkat yang berfungsi sebagai media penampil dengan memanfaatkan kristal cair sebagai objek penampil utama.... selengkapnya
Pemanfaatan sebuah sensor bisa dijadikan berbagai fungsi, nah kali ini kita akan belajar untuk memonitoring sensor menggunakan WIFI yang... selengkapnya
HK1600B merupakan salah satu sensor tekanan yang mudah kita temukan di pasaran, dengan output analog linear dari 0.5V hingga 4.5V,... selengkapnya
BFD-1000 atau modul Sensor Pelacak Garis 5 Channel adalah sensor yang dirancang untuk digunakan pada robot line follower. Modul ini... selengkapnya
Arduino Pro Mini merupakan jenis Arduino yang berukuran kecil dibandingkan dengan Nano, Unodan Mega. Dengan ukuran yang kecil ini... selengkapnya
Pada artikel kali ini akan membahas tutorial mengakses sensor soil moisture pada Arduino. Nanti hasilnya akan ditampilkan dalam persen... selengkapnya
Bagi pegiat teknologi, komputer, elektronika, dan Internet Of Things (IoT) maka sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu... selengkapnya
LED RGB adalah lampu led yang mempunyai 3 warna utama yaitu RED/merah, GREEN/hijau dan BLUE/biru. Namun dengan kombinasi dari... selengkapnya
Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.570.000Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter 10A 0-100V Ammeter Dilengkapi dengan pengukuran Voltmeter dan Amperemeter dalam 1 display… selengkapnya
Rp 26.500Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v Digunakan untuk keperluan display project seperti Arduino, Raspberry,… selengkapnya
Rp 17.000Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Warna : biru dan merah Bahan Alumunium 25T include baut 2 pcs
Rp 8.750this is another great IIC/I2C/TWI/SPI Serial Interface. As the pin resources of for Arduino controller is limited, your project may… selengkapnya
Rp 12.400

Saat ini belum tersedia komentar.