● online
- Motor servo MG996R TowerPro Metal Gear....
- Kabel Jumper Dupont Pelangi 30 cm female to Female....
- TANG CRIMPING PRESS SKUN RATCHET YTH SN-48B....
- Sensor Api Flame detector sensor....
- Kabel Jumper Arduino Dupont 20 cm Female to Male P....
- 10mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isol....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Bikin Alat Monitoring Kelembapan Tanah Otomatis Berbasis Arduino Uno
Halo Sobat! Punya tanaman kesayangan di rumah atau lagi berniat mencoba proyek smart garden? Sering kali kita merasa bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman. Kalau cuma mengandalkan perkiraan visual atau jadwal rutin semata, tanah bisa saja tanpa disadari terlalu kering (under-watering) atau justru terlalu basah (over-watering). Hal ini berisiko merusak kesehatan akar hingga membuat tanaman layu. Nah, solusinya adalah dengan membuat sistem monitoring kelembapan tanah sederhana berbasis Arduino Uno dan soil moisture sensor. Alat ini bakal membantu kamu memantau kadar air tanah secara real-time dan presisi!

1. Kenal Lebih Dekat Sistem Monitoring Kelembapan Tanah
Dalam konsep smart garden, penggunaan teknologi otomasi memungkinkan kita mengelola tanaman secara lebih terukur dan efisien. Sistem monitoring kelembapan tanah ini dirancang untuk membaca kadar air dalam tanah secara real-time. Hasil pembacaan tersebut akan langsung ditampilkan pada layar LCD 16×2 I2C berupa persentase kadar air beserta status kondisi tanah, serta diperjelas oleh indikator visual berupa lampu LED RGB.
Manfaat praktis dari alat ini adalah menghilangkan faktor tebak-tebakan saat merawat tanaman. Kamu bisa mencegah kerusakan tanaman akibat kesalahan penanganan seperti over-watering atau under-watering, sekaligus mengoptimalkan penggunaan air agar lebih hemat berdasarkan data yang presisi. Mencoba proyek mikrokontroler seperti ini sama asyiknya dengan mencoba proyek otomasi lainnya seperti bikin smart medicine box otomatis pakai arduino nano dan sensor suhu dht11 yang juga memanfaatkan sensor dan mikrokontroler.
2. Alat dan Bahan
Berikut adalah daftar komponen yang kamu butuhkan untuk merangkai alat ini:
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
| Arduino Uno | 1 buah | Otak/mikrokontroler utama berbasis ATmega328P. |
| Sensor Soil Moisture | 1 buah | Probe dan modul elektronik pemindai kelembapan tanah (input analog pin A0). |
| LCD 16×2 I2C | 1 buah | Layar penampil karakter 2 baris x 16 kolom dengan modul backpack PCF8574 (alamat 0x27). |
| LED RGB | 1 buah | Indikator warna visual kondisi tanah (Pin 2 Merah, Pin 3 Hijau, Pin 4 Biru). |
| Catu Daya 5V / Kabel USB | 1 buah | Sumber daya listrik sistem. |
3. Skematik Rangkaian

Menghubungkan antar komponen pada proyek ini sangat mudah dan cocok untuk pemula. Secara fisik, soil moisture sensor terdiri dari dua bagian utama, yaitu probe bercabang dua yang ditancapkan ke media tanah dan modul rangkaian elektronik (driver) yang memproses sinyal serta mengeluarkan output analog. Kalau kamu ingin memahami karakteristik dan cara kerja sensor ini lebih detail sebelum merangkainya, kamu bisa melihat referensi teknis soil moisture sensor sebagai bahan tambahan.
Berikut detail jalur koneksi pin yang perlu kamu pasang:
- Sensor Soil Moisture: Pin Output Analog (AO) modul terhubung ke Pin Analog A0 pada Arduino Uno. Pin VCC disambungkan ke 5V dan GND ke GND.
- LED RGB:
- Pin Merah (Red) \rightarrow Pin Digital 2 Arduino Uno.
- Pin Hijau (Green) \rightarrow Pin Digital 3 Arduino Uno.
- Pin Biru (Blue) \rightarrow Pin Digital 4 Arduino Uno.
- LCD 16×2 I2C: Terhubung ke bus I2C Arduino Uno (SDA ke Pin SDA/A4, SCL ke Pin SCL/A5), serta pin VCC ke 5V dan GND ke GND.
- Sumber Daya: Menggunakan Catu Daya 5V via kabel USB atau adaptor/baterai eksternal.
Pro Tip untuk Pemula: Karena beberapa komponen (LCD, Sensor, dan LED RGB) membutuhkan jalur Ground dan Daya, gunakan breadboard untuk membagi pin 5V dan GND dari Arduino Uno. Pastikan semua GND terhubung ke satu jalur (common ground) agar pembacaan sinyal sensor tidak mengalami noise atau ketidakstabilan!
4. Cara Kerja Sistem dan Alur Program

Alur kerja sistem monitoring kelembapan tanah ini dibagi menjadi beberapa tahapan utama dari awal dinyalakan hingga terus berjalan:
- Tahap Inisialisasi: Saat daya menyala, fungsi
setup()mengonfigurasi Pin 2, 3, dan 4 sebagai OUTPUT dengan kondisi awal LOW (0/mati). Layar LCD menyalakan backlight dan menampilkan pesan welcome berupa" Monitoring "di baris pertama dan"Kelembapan Tanah"di baris kedua selama 2 detik sebelum layar dibersihkan (lcd.clear()). - Tahap Pembacaan Data Analog: Soil moisture sensor membaca kandungan air volumetrik di dalam tanah dan mengirimkan data analog mentah (raw data) berkisar antara 0 hingga 1023 ke Pin A0 Arduino melalui instruksi
analogRead(A0). - Tahap Pemrosesan Konversi: Nilai analog diubah menjadi skala persentase (0% hingga 100%) menggunakan fungsi pemetaan
map(sensor, 0, 850, 0, 100). Batas atas 850 digunakan untuk penyesuaian sensitivitas pada kondisi tanah paling basah. Digunakan juga instruksiconstrain(nilai, 0, 100)agar pembacaan stabil dan tidak bernilai minus atau melebihi 100%. - Tahap Keputusan Output:
- Kondisi Basah (Nilai > 50%): Layar LCD menampilkan persentase dan teks
BASAH (WET). Arduino memanggil fungsirgb(0, 1, 0)yang mengaktifkan Pin 3 (HIGH/Hijau) sementara Pin 2 (Merah) dan Pin 4 (Biru) tetap LOW (Mati). LED RGB menyala warna Hijau menandakan kondisi tanah aman atau cukup air. - Kondisi Kering (Nilai \le 50%): Layar LCD menampilkan persentase dan teks
KERING (DRY). Arduino memanggil fungsirgb(1, 0, 0)yang mengaktifkan Pin 2 (HIGH/Merah) sementara Pin 3 (Hijau) dan Pin 4 (Biru) tetap LOW (Mati). LED RGB menyala warna Merah sebagai peringatan bahwa tanah membutuhkan penyiraman.
- Kondisi Basah (Nilai > 50%): Layar LCD menampilkan persentase dan teks
5. Kode Program Arduino
Sebelum memasukkan kode di bawah ini ke Arduino IDE, pastikan kamu sudah menginstal pustaka (library) LiquidCrystal_I2C. Jika belum, kamu bisa menginstalnya dengan mudah melalui menu Sketch \rightarrow Include Library \rightarrow Manage Libraries…, lalu cari LiquidCrystal_I2C dan klik Install.
Berikut adalah skrip kode C/C++ lengkap yang dapat kamu salin dan upload:
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
// Inisialisasi LCD I2C
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
// Fungsi untuk mengatur warna LED RGB
void rgb(bool merah, bool hijau, bool biru) {
digitalWrite(2, merah);
digitalWrite(3, hijau);
digitalWrite(4, biru);
}
void setup() {
// Konfigurasi pin LED RGB sebagai output
pinMode(2, OUTPUT);
pinMode(3, OUTPUT);
pinMode(4, OUTPUT);
// Mematikan semua warna LED saat awal
digitalWrite(2, LOW);
digitalWrite(3, LOW);
digitalWrite(4, LOW);
// Inisialisasi LCD
lcd.init();
lcd.backlight();
// Menampilkan pesan pembuka
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print(" Monitoring ");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("Kelembapan Tanah");
delay(2000);
lcd.clear();
}
void loop() {
// Membaca nilai kelembapan dari sensor pada pin A0
int sensor = analogRead(A0);
// Mengubah nilai sensor menjadi persentase 0-100%
int nilai = map(sensor, 0, 850, 0, 100);
nilai = constrain(nilai, 0, 100);
// Menampilkan nilai kelembapan pada LCD
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("Nilai: ");
lcd.print(nilai);
lcd.print("% ");
// Menentukan kondisi tanah berdasarkan nilai kelembapan
lcd.setCursor(0, 1);
if (nilai > 50) {
// Kondisi tanah basah
lcd.print(" BASAH (WET) ");
// LED hijau menyala
rgb(LOW, HIGH, LOW);
}
else {
// Kondisi tanah kering
lcd.print(" KERING (DRY) ");
// LED merah menyala
rgb(HIGH, LOW, LOW);
}
// Jeda pembacaan selama 1 detik
delay(1000);
}
Ulasan Kode Singkat: Fungsi tambahan rgb() dibuat untuk mempermudah pengaturan status pin digital 2, 3, dan 4 secara bersamaan pada LED RGB. Penentuan ambang batas (threshold) sebesar 50% menjadi titik acuan status tanah. Selain itu, terdapat penambahan delay(1000) di dalam fungsi loop() untuk memberikan jeda pembacaan sampel selama 1 detik agar tampilan karakter pada layar LCD tetap stabil dan tidak berkedip (flicker).
6. Pengujian dan Hasil Pembacaan

Gimana Sobat, gampang banget kan perangkainnya? Begitu probe sensor kamu tancapkan ke media tanah, kamu bisa langsung melihat respons sistem secara real-time. Pengujian membuktikan bahwa sistem ini bekerja secara presisi dan efektif!
Transisi indikator visual berjalan sangat mulus: saat sensor berada di tanah yang cukup basah dengan kelembapan di atas 50%, layar LCD akan menampilkan persentase bersama status BASAH (WET) dan LED RGB menyala hijau. Ketika sensor dipindahkan ke tanah kering sehingga kelembapan turun ke 50% atau di bawahnya, status pada layar LCD akan langsung berubah menjadi KERING (DRY) dan LED RGB seketika berganti warna menjadi merah sebagai peringatan visual.
7. Kesimpulan dan Pengembangan Lanjut
Kesimpulan: Sistem monitoring kelembapan tanah berbasis Arduino Uno, sensor soil moisture, LCD 16×2 I2C, dan LED RGB berhasil bekerja akurat menghilangkan faktor menebak-nebak kondisi media tanam. Pemeliharaan tanaman pada smart garden pun menjadi jauh lebih efisien, terukur, dan berbasis data riil.
Saran Pengembangan (Smart Irrigation): Karena sistem ini masih terbatas pada pemantauan visual, pengembangan berikutnya dapat ditambahkan aktuator berupa modul relay dan pompa air DC mini. Dengan begitu, sistem bisa bertransformasi menjadi penyiram otomatis (smart irrigation) yang memicu pompa menyiram tanaman saat tanah terdeteksi kering dan otomatis berhenti menyiram saat kelembapan tanah sudah kembali ideal (basah).
Cara Bikin Alat Monitoring Kelembapan Tanah Otomatis Berbasis Arduino Uno
Hallo, kali ini akan membahas bagaimana cara untuk membuat dimmer menggunakan mosfet D4184 module. Mosfet mempunyai fungsi yaitu untuk... selengkapnya
Blynk menawarkan beragam fungsi ya, salah satunya untuk mengontrol perangkat. Penggunaan Blynk ini bisa kapan dan dimana saja ya,... selengkapnya
Secara bawaan, Arduino Uno sebenarnya sudah memiliki pin analog. Tapi pada beberapa proyek, terutama saat jumlah sensor analog semakin banyak,... selengkapnya
8×8 LED dot matrix merupakan sebuah display yang terdiri dari kumpulan led yang disusun secara simetris sejumlah 8 baris... selengkapnya
Motor jadi salah satu komponen elektronik yang seru buat kita pelajari, dengan motor kita bahkan bisa buat mobil mainan yang... selengkapnya
Raspberry Pi adalah komputer mini yang sangat populer di kalangan penggemar elektronika dan pemrograman. Salah satu kelebihan utamanya adalah pin... selengkapnya
Motor merupakan salah satu komponen paling penting dalam dunia robotika karena memungkinkan sebuah sistem untuk bergerak secara fisik. Dengan motor,... selengkapnya
Halo Sobat Maker! Pernah nggak sih kalian lagi semangat-semangatnya menekuni hobi smart farming atau sekadar merawat tanaman di rumah, tapi... selengkapnya
Hallo apa kabar pada artikel ini saya berbagi cara kontrol led menggunakan potensiometer pada NodeMCU. Jadi nanti akan mengatur... selengkapnya
Pulse sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur banyaknya detak jantung dengan satuan menit atau BPM (Beats Per Minutes). Pada... selengkapnya
TECHNICAL SPECIFICATIONS: – Broadcom BCM2711, Quad core Cortex-A72 (ARM v8) 64-bit SoC @ 1.5GHz – 2GB LPDDR4-2400 SDRAM – 2.4… selengkapnya
Rp 940.000Menerima jasa cetak PCB FR2 (pertinax) / FR4 (double) single / double layer. Silahkan ke web kalkulator biaya cetak pcb… selengkapnya
Rp 1.000Dimmer AC 220 Volt 4000 Watt + Casing Aluminium Potensiometer untuk mengatur tegangan output min/max pada tegangan AC PLN 220V…. selengkapnya
Rp 52.500Penurun tegangan DC-DC ekonomis yang bisa distel tegangan output nya. Cocok untuk pemasangan variasi mobil dan sepeda motor, dijadikan charger… selengkapnya
Rp 9.000Harga untuk 10pcs Resistance: 1K Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film
Rp 1.500Compatibility: USB v2.0 standard Interface: Network: USB Series: RS-485 Port: an independent RS-485 Connector: Network: USB type A connector Series:… selengkapnya
Rp 38.800Buruan dibeli gan….barang murah-berkualitas SIAPA CEPAT DIA DAPAT Spesifikasi: LCD 1602 / 16×2 (16 karakter, 2 baris) merek QAPASS (cek… selengkapnya
Rp 24.500The power supply is isolated industrial power modules, with a temperature protection, overcurrent and short circuit full protection, high and… selengkapnya
Rp 15.900Features: It is of high power density, high efficiency, high-reliability, small size and lightweight. It can isolate unsteady single-way voltage… selengkapnya
Rp 18.500Spesifikasi: 50mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 75.000Cara Bikin Alat Monitoring Kelembapan Tanah Otomatis Berbasis Arduino Uno
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Getaran Gempa dan Stabilitas Kemiringan Pakai ESP32 dan MPU 6050
-
Cara Bikin Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Arduino Uno dan Sensor YL69
-
Bikin Sistem Monitor Volume Air Tandon Otomatis Pakai Arduino Uno dan Sensor Ultrasonik
-
Cara Bikin Kipas Angin Otomatis Berbasis Suhu Pakai Arduino Uno dan Sensor LM35
-
Bikin Smart Medicine Box Otomatis Pakai Arduino Nano dan Sensor Suhu DHT11

Saat ini belum tersedia komentar.