● online
- Water Level sensor ketinggian air - deteksi air
- Dual Volt Amp Meter Digital Ampere Meter Voltmeter
- Kabel Jumper 10cm Dupont Pelangi 10 cm Female to M
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte
- Sensor Ultrasonik HC-SR04 HC SR04 Sensor Jarak Ult
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Female to Female Pe
- 5V 700mA (3.5W) Isolated switch Power Supply Modul
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Tutorial Kendali Kecepatan Motor DC Arduino PID
Pernah gak sih motor kamu mendadak “loyo” pas dikasih beban? Atau mungkin kamu lagi eksperimen bikin robot, tapi kecepatan motornya naik-turun gak jelas dan susah diatur? Masalah ini sering banget terjadi karena kita biasanya pakai sistem open-loop alias kontrol satu arah tanpa peduli apa yang terjadi di output.
Nah, solusinya adalah dengan menerapkan sistem kendali kecepatan motor DC berbasis lingkaran tertutup (closed-loop). Dengan bantuan algoritma PID (Proportional-Integral-Derivative), motor kamu bakal punya “otak” untuk mengoreksi dirinya sendiri supaya kecepatannya tetap stabil sesuai target (setpoint), seberat apa pun beban mekanisnya!

Alat dan Bahan (Belanja Maker)
Gak perlu ngerogoh kocek dalam-dalam buat bikin sistem standar industri ini. Projek ini ramah banget di kantong mahasiswa atau pelajar dengan total estimasi biaya sekitar Rp 265.000. Cek tabel belanjaannya di bawah ini:
| Nama Komponen | Spesifikasi | Fungsi Utama |
| Arduino Uno | Mikrokontroler ATmega328P | Otak utama untuk menjalankan algoritma PID dan baca sensor. |
| Motor DC | Type YX DC12V 880 (14150) | Aktuator utama yang kecepatannya bakal kita kendalikan. |
| Driver Motor BTS7960 | High Power H-Bridge 43A | Penguat daya agar Arduino bisa menggerakkan motor arus besar. |
| Sensor Rotary Encoder | Optocoupler + Piringan 20 Lubang | “Mata” sistem untuk membaca RPM aktual motor. |
| Adaptor 12V | Output 12V DC (Min. 5-10A) | Sumber tenaga utama buat motor DC. |
| Kabel Jumper | Tipe Male-to-Male / Female | Penghubung logika antar komponen. |
| Kabel USB Data | Tipe USB A-to-B | Jalur program dan komunikasi data ke Web HMI. |
Hanya dengan modal segini, kamu sudah bisa belajar sistem kontrol yang dipakai di mesin CNC dan lengan robotik profesional!
Skematik Rangkaian Jalur Logika vs Jalur Tenaga
Bikin rangkaian ini sebenarnya simpel, tapi ada aturan mainnya supaya Arduino kamu gak kena short circuit atau mendadak freeze. Berdasarkan topologi sistemnya, kita wajib memisahkan jalur menjadi dua:
- Jalur Logika (Arus Lemah): Ini jalur 5V dari USB laptop khusus buat Arduino dan sensor. Regulator USB laptop biasanya lebih “bersih” dari fluktuasi, jadi proses hitung PID gak bakal keganggu noise.
- Jalur Tenaga (Arus Kuat): Ini jalur 12V dari adaptor langsung ke driver BTS7960 High Power Bridge. Isolasi ini penting karena motor DC sering bikin “sampah” listrik (electrical noise) yang bisa bikin mikrokontroler kamu error atau langsung bau sangit kalau dipaksa satu jalur daya.
Mapping Pin Penting:
- Pin 2 (Hardware Interrupt): Jalur wajib untuk sensor encoder. Arduino bakal jadi “satpam” yang sigap mencatat setiap pulsa dari piringan sensor tanpa ada yang terlewat, bahkan saat motor lari kencang.
- Pin 5 (Enable): Dihubungkan ke R_EN dan L_EN di driver untuk “buka pintu” aliran listrik.
- Pin 9 (PWM): Jalur “pedal gas” untuk mengatur tegangan ke motor via driver.

Cara Kerja Rahasia Feedback Loop
Sistem ini keren karena komunikasinya dua arah. Alurnya: Kamu input target di Web HMI -> Perintah dikirim ke Arduino via USB -> Arduino menggerakkan Motor -> Sensor Encoder lapor kecepatan asli -> Arduino hitung koreksi -> Kecepatan stabil!

Kunci akurasinya ada di sampling time (\Delta t) sebesar 200ms. Kenapa harus 200ms? Kalau terlalu lambat, motor telat ngerespon beban. Kalau terlalu cepat, Arduino belum sempat dapet cukup pulsa dari encoder buat ngitung RPM yang akurat. Dengan interval ini, sistem punya waktu pas buat mikir dan bertindak.
Mengenal Si Jenius PID
PID itu cara motor “berpikir” lewat tiga komponen yang saling melengkapi. Buat projek ini, kamu bisa pakai nilai tuning awal: Kp = 0.003, Ki = 0.01, dan Kd = 0.002.
- Proporsional (P): Tugasnya bikin motor gas pol biar cepat sampai ke target RPM. Tapi hati-hati, kalau P kegedean, motor bisa “bablas” (overshoot).
- Integral (I): Si “penghapus dosa” kesalahan. Dia bakal narik RPM pelan-pelan sampai benar-benar pas di target, bukan cuma sekadar mendekati.
- Derivatif (D): Bertindak sebagai “rem elektrik” atau peredam kejut supaya motor gak goyang-goyang atau bergetar parah saat sudah dekat target.
FYI, logika PID yang sama juga bisa kamu pakai buat kontrol suhu lho, contohnya di sistem kendali suhu pada inkubator agar telur menetas dengan suhu stabil.
HMI Web Serial API Monitoring Real-Time ala Pro
Salah satu fitur paling up-to-date di projek ini adalah penggunaan Web Serial API. Kamu bisa kontrol Arduino langsung dari Google Chrome tanpa perlu install software tambahan. Pro-tip: Gunakan baudrate 115200 bps (jangan 9600 ya!) supaya grafik di dashboard Chart.js kamu lancar jaya tanpa lagging.
Untuk komunikasi datanya, kita pakai format JSON yang rapi banget kayak gini:
{"rpm": 1500, "setpoint": 1500, "pwm": 120, "error": 0, "status": "START"}
Ada juga fitur cerdik di sisi JavaScript bernama cleanInput. Fungsi ini bertugas mengubah tanda koma (,) dari input regional Indonesia menjadi titik (.) standar C++ Arduino secara otomatis. Jadi, gak ada lagi cerita sistem crash cuma gara-gara salah ketik tanda baca!
Fitur Proteksi Anti-Stall
Pernah denger motor DC bunyi “nginggg” tapi gak mutar? Itu namanya stall. Di projek ini, kita pakai motor DC tipe seri yang punya torsi kuat tapi rawan macet kalau dikasih tegangan terlalu rendah. Makanya, di dalam firmware Arduino ada logika Batas Bawah PWM 40. Jadi, meskipun hasil hitungan PID minta tenaga kecil, sistem bakal mengunci di angka 40 supaya motor tetap mutar stabil dan kumparannya gak panas karena terjebak macet.

Hasil Pengujian & Kesimpulan
Setelah diuji, sistem ini terbukti sangat tangguh mempertahankan kecepatan di atas 1500 RPM dengan sangat stabil berkat sampling time 200ms. Buat kamu yang mau terjun ke dunia robotika atau otomasi, menguasai PID adalah skill wajib. Kendalinya presisi, visualisasinya modern, dan yang pasti low budget!
Kira-kira kalau sistem PID ini kamu terapin ke robot penyeimbang (Self-Balancing Robot), menurutmu parameter PID-nya perlu se-agresif apa ya biar gak gampang jatuh? Tulis idemu di kolom komentar!
Tutorial Kendali Kecepatan Motor DC Arduino PID
Pada umumnya sebuah output data dapat kita tampilkan di berbagai platform software maupun hardware. Misalnya pada web, aplikasi android,... selengkapnya
Pada zaman yang semakin canggih ini banyak orang yang berbondog-bondong memajukan teknologi, salah satunya mengganti sumber daya listrik dengan menggunakan... selengkapnya
Sensor PIR berfungsi untuk mendeteksi benda (manusia/hewan) dengan cara mendeteksi energi panas dalam bentuk radiasi inframerah. Jadi sensor ini... selengkapnya
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai 7 segment. Berbeda dengan tutorial sebelumnya yang membahas 1 digit... selengkapnya
Semangat pagi, kali ini kita akan belajar untuk mengontrol LED melalui wifi menggunakan NodeMCU. Mengapa LED? nggak langsung ke... selengkapnya
LDR (Light Dependent Resistor) adalah sensor cahaya yang berbasis nilai resistansi. Semakin banyak intensitas cahaya yang diterima maka semakin... selengkapnya
Bluetooth merupakan komunikasi wireles (nirkabel) menggunakan SPP (Serial Port Protocol) dengan frekusensi kerja 2.4 GHz. Dengan Bluetooth, kita dapat... selengkapnya
Motor servo adalah salah satu jenis motor listrik yang memiliki feedback berupa sensor posisi. Dengan adanya feedback tersebut, motor... selengkapnya
Seorang web programmer agar dapat mengembangkan website agar lebih menarik dan nyaman saat digunakan serta memenuhi kebutuhan user wajib... selengkapnya
Sensor PIR (Passive Infrared) berfungsi sebagai pendeteksi gerakan berbasis suhu tubuh, khususnya radiasi inframerah yang dipancarkan oleh manusia dan hewan... selengkapnya
Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm Male to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000TILT SENSOR adalah sensor untuk mendeteksi sudut kemiringan / derajat, dimana cara kerja sensor ini adalah dengan menggunakan 2 buah… selengkapnya
Rp 9.800Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm.. male to female 1 lembar isi 40 kabel
Rp 9.0002000W SCR Electronic Voltage Regulator Speed Controller Dimmer Thermostat Aplikasi : Kontrol temperature heater, kontrol kecepatan fan/bor tangan/gurinda tangan, kompor… selengkapnya
Rp 19.500Features – Calibrated directly in Celsius (Centigrade) – Linear + 10.0 mV/C scale factor – 0.5C accuracy guaranteeable (at +25C)… selengkapnya
Rp 8.000ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400sg90 towerpro penggerak pada robot-robot kecil, dan bisa digunakan sebagai alat untuk hobi membuat robot dsb, dengan berat sekitar 9g… selengkapnya
Rp 15.500Spesifikasi: 20mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 219.000Tutorial Kendali Kecepatan Motor DC Arduino PID
Kategori
Artikel Terkait
-
Biar Dapur Anti Kebakaran Yuk Bikin Detektor Gas dan Asap Sederhana Pakai Arduino Uno
-
Jaga Rumah dari Kebakaran dengan Sistem Monitoring Arduino yang Satset dan Akurat
-
Pantau Tandon Air Gak Pake Ribet dengan ESP32 dan Sensor Water Level
-
Bikin Sendiri Alat Pendeteksi Hujan Pakai Arduino Uno Biar Gak Kaget Pas Jemuran Basah
-
Jaga Kualitas Udara Kamar Tetap Sehat Pakai ESP32 dan Sensor MQ-135

Saat ini belum tersedia komentar.