● online
- Kapton Tape Polymide Film 20mm Polimida 20 mm Isol....
- Raspberry Pi 4 Model B 8GB Original UK E14 Raspi 4....
- TP5100 4.2v 8.4v 1S 2S Single / Double Cell Lithiu....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- LM2596 Module Step Down DC-DC Ultra compact in 3-4....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- IIC I2C LCD 1602 16x2 2004 20x4 Backpack for LCD A....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
Sensor PIR bisa digunakan untuk mendeteksi gerakan manusia dan mengirimkan sinyal ke Raspberry Pi 5. Jika ditambahkan buzzer, rangkaian sederhana ini dapat dikembangkan menjadi alarm pendeteksi gerakan yang memberikan bunyi peringatan ketika ada aktivitas di area yang dipantau. Konsepnya cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang ingin mencoba membuat sistem keamanan berbasis Raspberry Pi.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan sensor PIR dan buzzer ke Raspberry Pi 5, kemudian membuat program Python untuk mengaktifkan alarm ketika gerakan terdeteksi. Jika ingin memahami penggunaan sensor PIR pada Raspberry Pi secara lebih dasar, kamu juga bisa membaca artikel Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan sebagai referensi tambahan.
Alat dan Bahan Alarm Sensor PIR Raspberry Pi 5
Untuk membuat alarm pendeteksi gerakan dengan sensor PIR dan Raspberry Pi 5, kita hanya membutuhkan beberapa komponen dasar. Raspberry Pi 5 berfungsi sebagai pengendali, sensor PIR digunakan untuk mendeteksi gerakan, sedangkan buzzer menjadi output yang menghasilkan bunyi peringatan. Selain itu, kita membutuhkan kabel jumper dan media untuk menjalankan program Python.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Raspberry Pi 5 | 1 buah | Pengendali utama |
| 2 | Sensor PIR HC-SR501 | 1 buah | Mendeteksi gerakan |
| 3 | Buzzer | 1 buah | Menghasilkan bunyi alarm |
| 4 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan komponen |
| 5 | Breadboard | 1 buah | Media perakitan rangkaian |
| 6 | Kabel USB-C | 1 buah | Sumber daya dan koneksi Raspberry Pi 5 |
Untuk rangkaian sederhana ini, sensor PIR akan menggunakan GPIO 17 sebagai input, sedangkan buzzer akan dihubungkan ke salah satu GPIO sebagai output. Selanjutnya, kita akan membahas wiring agar setiap komponen terhubung dengan benar sebelum masuk ke program Python.
Wiring Sensor PIR dan Buzzer ke Raspberry Pi 5
Sensor PIR HC-SR501 memiliki tiga pin utama, yaitu VCC, GND, dan OUT. Pada rangkaian ini, VCC sensor dihubungkan ke 5V Raspberry Pi 5, GND ke GND, dan OUT ke GPIO 17 sebagai input untuk membaca sinyal deteksi gerakan. Sementara itu, buzzer digunakan sebagai output alarm dan dihubungkan ke GPIO 18, sehingga Raspberry Pi dapat mengaktifkan atau mematikannya melalui program Python.
| Komponen | Pin | Raspberry Pi 5 | Fungsi |
|---|---|---|---|
| PIR HC-SR501 | VCC | 5V | Catu daya |
| PIR HC-SR501 | GND | GND | Ground |
| PIR HC-SR501 | OUT | GPIO 17 | Input deteksi gerakan |
| Buzzer | (+) | GPIO 18 | Output alarm |
| Buzzer | (-) | GND | Ground |
Gambaran wiring:
Catatan: GPIO Raspberry Pi menggunakan level logika 3,3 V. Pastikan buzzer yang digunakan sesuai untuk dikendalikan dari GPIO dan tidak membutuhkan arus melebihi kemampuan pin. Jika menggunakan buzzer yang membutuhkan daya lebih besar, gunakan rangkaian driver seperti transistor agar GPIO tidak terbebani.
Program Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Setelah sensor PIR dan buzzer terhubung, Raspberry Pi 5 dapat diprogram untuk memantau kondisi sensor dan mengaktifkan buzzer ketika gerakan terdeteksi. Pada program ini, MotionSensor digunakan untuk membaca sensor PIR pada GPIO 17, sedangkan Buzzer digunakan untuk mengendalikan buzzer pada GPIO 18. Library GPIO Zero membuat proses tersebut lebih sederhana karena kita tidak perlu mengatur GPIO secara manual. Untuk melihat fungsi MotionSensor dan Buzzer secara lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi dokumentasi resmi GPIO Zero.
Berikut program Python yang digunakan:
from gpiozero import MotionSensor, Buzzer
from signal import pause
pir = MotionSensor(17)
buzzer = Buzzer(18)
def gerakan_terdeteksi():
print("Gerakan terdeteksi! Alarm aktif.")
buzzer.on()
def tidak_ada_gerakan():
print("Tidak ada gerakan. Alarm mati.")
buzzer.off()
pir.when_motion = gerakan_terdeteksi
pir.when_no_motion = tidak_ada_gerakan
print("Sistem alarm aktif. Menunggu gerakan...")
pause()
Program tersebut akan terus memantau kondisi sensor PIR. Ketika gerakan terdeteksi, Raspberry Pi 5 akan mengaktifkan buzzer dan menampilkan pesan “Gerakan terdeteksi! Alarm aktif.” pada Terminal. Saat tidak ada gerakan, buzzer akan dimatikan dan status berubah menjadi “Tidak ada gerakan. Alarm mati.”
Cara Kerja Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Ketika sensor PIR mendeteksi adanya gerakan, pin OUT akan memberikan sinyal HIGH yang dibaca oleh GPIO 17 pada Raspberry Pi 5. Program kemudian menjalankan perintah untuk mengaktifkan buzzer melalui GPIO 18 sehingga terdengar bunyi alarm. Ketika gerakan tidak lagi terdeteksi, status sensor berubah dan program mematikan buzzer. Secara sederhana, alurnya adalah gerakan terdeteksi → PIR mengirim sinyal → GPIO 17 membaca sinyal → Raspberry Pi memprosesnya → GPIO 18 mengaktifkan buzzer.
Kesimpulan Alarm Sensor PIR dengan Raspberry Pi 5
Membuat alarm pendeteksi gerakan dengan sensor PIR dan Raspberry Pi 5 dapat dilakukan dengan rangkaian yang sederhana. Sensor PIR berfungsi sebagai input untuk mendeteksi gerakan, sedangkan buzzer digunakan sebagai output untuk memberikan peringatan. Dengan memanfaatkan GPIO dan library GPIO Zero, Raspberry Pi 5 dapat mengaktifkan buzzer secara otomatis ketika gerakan terdeteksi.
Rangkaian ini juga bisa menjadi dasar untuk sistem keamanan yang lebih kompleks. Buzzer dapat dikembangkan dengan menambahkan LED, notifikasi melalui jaringan, kamera, atau penyimpanan log sehingga Raspberry Pi 5 tidak hanya memberikan alarm, tetapi juga dapat melakukan monitoring secara lebih lengkap.
Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
Arduino Pro Mini merupakan jenis Arduino yang berukuran kecil dibandingkan dengan Nano, Unodan Mega. Dengan ukuran yang kecil ini... selengkapnya
Oke Hallo semua pada kesempatan kali ini kita akan belajar mendeteksi kemiringan suatu benda. Sensor yang digunakan adalah tilt... selengkapnya
Salah satu fitur paling menarik dari Raspberry Pi adalah deretan pin GPIO (General-Purpose Input/Output) yang terletak di sepanjang sisi atas... selengkapnya
MP3 DFPlayer merupakan sebuah modul elektronik yang berfungsi untuk memainkan sebuah suara yang filenya berketensi MP3. Seperti memutar sebuah... selengkapnya
Modul Bluetooth DX-BT18 adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk menghubungkan suatu perangkat menggunakan koneksi bluetooth. Saat ini penggunaan sensor sidik... selengkapnya
LDR merupakan sebuah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan cahaya di sekelilingnya. Untuk pemanfaatan sensor ini sudah... selengkapnya
Pemanfaatan sebuah sensor bisa dijadikan berbagai fungsi, nah kali ini kita akan belajar untuk memonitoring sensor menggunakan WIFI yang... selengkapnya
Pada beberapa profesi yang menggunakan bantuan suatu aplikasi ataupun perangkat lunak sangatlah banyak. Nyatanya dengan adanya berbagai macam perangkat... selengkapnya
Di dalam dunia elektronika, dikenal dua jenis input dan output (I/O) yaitu, analog dan digital. Untuk yang digital itu gampang... selengkapnya
Bagi orang-orang yang sering melihat konten-konten di aplikasi Instagram mungkin sudah tidak asing lagi, melihat gambar atau foto yang... selengkapnya
Fitur: -Dapat mendeteksi api atau panjang gelombang sumber cahaya dalam 760nm ~ 1100nm – Api lebih ringan mendeteksi jarak 80cm… selengkapnya
Rp 9.000ESP-WROOM-32 is Powered by Espressif’s most advanced SoC, the ESP-WROOM-32 features high performance, a wide range of peripherals, Wi-Fi and… selengkapnya
Rp 38.400Spesifikasi : – 16×2 – Warna Biru – Tegangan kerja : 5v – Sudah include module I2C Backpack dan tersolder… selengkapnya
Rp 30.000Kabel Jumper Dupont Pelangi 30cm female to Female 1 lembar = 40 kabel
Rp 13.500Bosan dengan modul arduino yang kalian punya, saatnya mencoba modul programmer yang lain yah ini dia RASPBERRY PI 4 COMPUTER… selengkapnya
Rp 1.199.000Item Deskripsi : This module performance is stable, measure the distance accurately. performance nearly the same as SRF05, SRF02 SRF05,… selengkapnya
Rp 13.900Ini yang Seri SN – DS3231 I2C RTC Module khusus DS3231SN – Include Baterai – Module jam digital – Keperluan… selengkapnya
Rp 34.9001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Kinerja Produk: Warnanya coklat (amber), Goldfinger tape sticky baik, patuh, suhu tinggi, pelarut, tidak ada rembesan timah dan tidak ada… selengkapnya
Rp 11.900Cara Membuat Alarm Keamanan Sederhana dengan Sensor PIR dan Raspberry Pi 5
Kategori
Artikel Terkait
- Cara Mengatur Kecepatan Motor DC dengan PWM Raspberry Pi dan TB6612FNG
-
Cara Menghubungkan TB6612FNG dengan Raspberry Pi untuk Mengontrol Arah Motor DC
-
Cara Menghubungkan Sensor PIR ke Raspberry Pi untuk Mendeteksi Gerakan
- Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan

Saat ini belum tersedia komentar.