● online
- Kapton Tape Polymide Film 50mm Polimida 50 mm Isol....
- Modul Sensor Tegangan AC Bolak balik 220V Listrik ....
- Resistor 220 Ohm 220R Ohm 220Ohm 1/4W 1% Metal fil....
- Power module DC DC 9A 300W Step Down Buck Converte....
- LCD CHARACTER 16X2 1602 5V GREEN HIJAU BACKLIGHT M....
- ESP32 ESP-32 Wireless Module ESP32-S ESP-WROOM-32 ....
- Kabel Jumper 20cm Dupont 20 cm Male to Male Pelang....
- Jasa Cetak PCB....
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
- Selamat Datang di Indomaker ❯ Silahkan pesan produk sesuai kebutuhan anda, kami siap melayani.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Saat menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, ada satu hal yang sering bikin bingung, yaitu alamat I2C. Alamat ini digunakan oleh ESP32-C3 Mini untuk mengenali sensor yang terhubung pada jalur komunikasi I2C. Kalau alamatnya tidak diketahui atau konfigurasi programnya salah, sensor bisa saja tidak terdeteksi meskipun wiring SDA, SCL, VCC, dan GND sudah terpasang dengan benar. Kalau kamu belum mengetahui cara menghubungkan sensor ini, kamu bisa membaca tutorial Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan terlebih dahulu.
Nah, di artikel ini kita akan membahas cara mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini menggunakan program I2C Scanner. Caranya cukup sederhana dan bisa membantu memastikan apakah sensor sudah terhubung dengan benar sebelum digunakan dalam program utama. Jadi, daripada menebak-nebak alamat sensor, kita bisa langsung memindainya menggunakan ESP32-C3 Mini.
Alat dan Bahan untuk Cek Alamat I2C SHT40
Untuk mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini, alat yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak. Kita hanya perlu board ESP32-C3 Mini, sensor SHT40, kabel jumper, dan komputer yang sudah terpasang Arduino IDE. Karena prosesnya hanya menggunakan komunikasi I2C, tidak diperlukan komponen tambahan seperti resistor atau modul khusus.
| No. | Alat/Bahan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32-C3 Mini | 1 buah | Board utama untuk melakukan pemindaian I2C |
| 2 | SHT40 | 1 buah | Sensor suhu dan kelembapan |
| 3 | Kabel jumper | Secukupnya | Menghubungkan SHT40 dengan ESP32-C3 Mini |
| 4 | Kabel USB Type-C | 1 buah | Menghubungkan ESP32-C3 Mini ke komputer |
| 5 | Komputer/Laptop | 1 buah | Untuk menjalankan Arduino IDE |
Dengan alat dan bahan tersebut, kita sudah bisa melakukan pemindaian alamat I2C pada SHT40. Setelah semua tersedia, langkah berikutnya adalah menghubungkan pin VCC, GND, SDA, dan SCL sebelum menjalankan program I2C Scanner.
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk I2C
SHT40 menggunakan komunikasi I2C, sehingga koneksinya cukup sederhana. Pada ESP32-C3 Mini, kita dapat menggunakan GPIO 8 sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL, sedangkan VCC dihubungkan ke 3.3V dan GND ke GND. Berikut tabel koneksi yang bisa digunakan sebagai acuan sebelum menjalankan program I2C Scanner.
| Pin SHT40 | ESP32-C3 Mini | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | 3.3V | Catu daya |
| GND | GND | Ground |
| SDA | GPIO 8 | Jalur data I2C |
| SCL | GPIO 9 | Jalur clock I2C |
Wiring sederhana:
Pastikan koneksi SDA dan SCL tidak tertukar karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Setelah wiring selesai, kita bisa lanjut menjalankan program I2C Scanner pada ESP32-C3 Mini untuk mencari perangkat yang terhubung pada bus I2C.
Program I2C Scanner untuk SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Setelah wiring selesai, kita bisa menggunakan program I2C Scanner untuk mengetahui perangkat apa saja yang terhubung ke jalur I2C pada ESP32-C3 Mini. Program ini akan memindai alamat I2C satu per satu dan menampilkan perangkat yang berhasil ditemukan melalui Serial Monitor. Pada rangkaian ini, GPIO 8 digunakan sebagai SDA dan GPIO 9 sebagai SCL. SHT40 sendiri menggunakan komunikasi I2C, dan informasi mengenai alamat serta spesifikasinya dapat dilihat pada datasheet resmi SHT4x dari Sensirion.
#include <Wire.h>
#define SDA_PIN 8
#define SCL_PIN 9
void setup() {
Serial.begin(115200);
Wire.begin(SDA_PIN, SCL_PIN);
Serial.println("I2C Scanner");
Serial.println("Scanning...");
}
void loop() {
byte error;
byte address;
int devicesFound = 0;
for (address = 1; address < 127; address++) {
Wire.beginTransmission(address);
error = Wire.endTransmission();
if (error == 0) {
Serial.print("Perangkat ditemukan pada alamat 0x");
if (address < 16) {
Serial.print("0");
}
Serial.println(address, HEX);
devicesFound++;
}
}
if (devicesFound == 0) {
Serial.println("Tidak ada perangkat I2C ditemukan.");
} else {
Serial.print("Jumlah perangkat: ");
Serial.println(devicesFound);
}
Serial.println("--------------------");
delay(3000);
}
Setelah kode di-upload ke ESP32-C3 Mini, buka Serial Monitor dengan baud rate 115200. Jika SHT40 terhubung dengan benar, scanner akan menampilkan alamat I2C yang digunakan oleh sensor. Pada varian SHT40 yang umum digunakan, alamatnya adalah 0x44, tetapi beberapa varian lainnya dapat menggunakan 0x45 atau 0x46. Karena itu, hasil dari I2C Scanner dapat digunakan untuk mengetahui alamat yang benar-benar digunakan oleh sensor sebelum alamat tersebut dimasukkan ke program utama.
Kesimpulan Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Mengetahui alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini bisa dilakukan dengan mudah menggunakan program I2C Scanner. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui perangkat yang terdeteksi pada jalur I2C sebelum memasukkan alamatnya ke program utama. Pada SHT40, alamat yang tersedia bergantung pada varian sensor, sehingga proses scanning menjadi cara praktis untuk memastikan alamat yang digunakan. Datasheet resmi Sensirion mencantumkan varian SHT40 dengan alamat I2C 0x44, 0x45, dan 0x46.
Setelah alamat I2C berhasil diketahui, langkah berikutnya adalah menggunakan alamat tersebut dalam program untuk membaca data suhu dan kelembapan. Kalau kamu mengikuti artikel sebelumnya tentang cara menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini, tutorial ini bisa menjadi langkah lanjutan untuk memahami komunikasi I2C sebelum mengembangkan rangkaian menjadi proyek IoT yang lebih lengkap.
Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Sensor Inframerah atau infrared (IR) adalah sensor yang dapat mendeteksi hambatan menggunakan cahaya inframerah yang dipantulkan. Sensor ini memiliki... selengkapnya
Motor servo merupakan salah satu aktuator yang paling sering digunakan dalam dunia robotika, terutama untuk gerakan yang membutuhkan ketelitian posisi.... selengkapnya
Bagi anda yang belum tau cara menggunakan LED pada NodeMCU, pada artikel ini akan di bahas cara-caranya. Sebelum melangkah... selengkapnya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang penggunaan relay silahkan yang belum bisa lihat di sini. Pada artikel... selengkapnya
Secara bawaan, Arduino Uno sebenarnya sudah memiliki pin analog. Tapi pada beberapa proyek, terutama saat jumlah sensor analog semakin banyak,... selengkapnya
Phyton merupakan bahasa yang sangat populer saat ini. Bahasa yang dibuat oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991 ini... selengkapnya
I think I need to make a virtual personal assistant that can help me make a self-service video tutorial... selengkapnya
Untuk membuat sebuah perangkat otomatis (di artikel ini lampu LED) sebenarnya dapat menggunakan berbagai macam sensor misalnya sensor suhu,... selengkapnya
Potensiometer merupakan sebuah resistor yang nilainya dapat kita atur sesuai keinginan. Bagaimana cara mengaturnya? nah potensiometer memiliki 3... selengkapnya
Sensor sentuh merupakan sebuah saklar yang cara penggunaanya dengan cara disentuh menggunakan jari. Ketika sensor ini disentuh maka sensor... selengkapnya
Harga untuk 10pcs Resistance: 220 Ohm Wattage Rating: 0.25 Watt Tolerance: 1% Metal Film Lead Free ROHS compliant
Rp 1.500Bagaimana jika mikrokontroler yang anda gunakan tidak memiliki port ADC. atau anda masih kurang dengan spesifikasi resolusi ADC yang disediakan… selengkapnya
Rp 65.0001 X LDR Sensor 5mm Cahaya 5528 Light Dependent Resistor LDR
Rp 4.000Spesifikasi: 50mm Kapton Tape Polymide Film Gold High Temp isolasi Tahan Panas Harga Tertera: 1 Roll Kapton Tape Polymide Film… selengkapnya
Rp 75.000Kabel Jumper Dupont Pelangi 10 cm female to female 1 lembar = 40 kabel
Rp 9.000Deskripsi Produk “LED Dot Matrix Display dengan 32×8 pixel, berwarna Merah, menggunakan IC MAX7219 sebagai driver dan dapat dikoneksikan ke… selengkapnya
Rp 47.500ESR meter/LCR meter dengan layar lebar lebih jelas dan mantap dan dengan tempat batre jd lebih rapih batre lebih aman… selengkapnya
Rp 131.000 Rp 134.000Putaran = 180º Specifications • Weight: 55 g • Dimension: 40.7 x 19.7 x 42.9 mm approx. • Stall torque:… selengkapnya
Rp 36.400Case patern: Solid Warna : Merah dan Hijau Current: 10-20 mA Diameter: 3mm
Rp 30012A 300W DC Buck Step Down Converter CC CV Driver LED charge Battery Spesifikasi: Input Voltage: 5-40V Output Voltage: 1.2-35V… selengkapnya
Rp 39.400Cara Mengetahui Alamat I2C SHT40 dengan ESP32-C3 Mini
Kategori
Artikel Terkait
-
Cara Menghubungkan SHT40 ke ESP32-C3 Mini untuk Membaca Suhu dan Kelembapan
-
Cara Menggunakan HLW8032 dengan ESP32 untuk Monitoring Konsumsi Energi
-
Tutorial Menggerakkan Motor Servo sebagai Leher Robot Menggunakan Arduino Uno
-
Tutorial Mengendalikan Motor DC Menggunakan Arduino Uno dan Motor Driver MX1508
-
Tutorial Membaca Input Analog Menggunakan ADC MCP3008 pada Arduino Uno

Saat ini belum tersedia komentar.